Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » KH Miftah Fauzi dan Ribuan Pedagang Cikurubuk Menunggu Negara Hadir

KH Miftah Fauzi dan Ribuan Pedagang Cikurubuk Menunggu Negara Hadir

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA TASIKMALAYA – KH Miftah Fauzi bersama ribuan pedagang Pasar Cikurubuk Tasikmalaya saat ini berada dalam satu posisi yang sama: menunggu. Bukan sekadar menunggu janji, melainkan menunggu kehadiran negara dalam bentuk kebijakan nyata yang menyentuh persoalan pasar tradisional.

Ia mengungkapkan bahwa komunikasi dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya telah terjalin dan berjalan cukup baik. Namun, bagi pedagang pasar, kehadiran pemerintah tidak diukur dari respons lisan, melainkan dari perubahan yang bisa dirasakan langsung.

Keluhan pedagang yang ia terima menunjukkan bahwa tekanan terhadap pasar rakyat semakin nyata. Praktik grosir dan distributor yang menjual barang secara eceran membuat persaingan usaha menjadi tidak seimbang. Pedagang kecil harus bersaing dengan kekuatan modal dan distribusi yang jauh lebih besar.

Dampaknya terlihat jelas di Pasar Cikurubuk. Kios-kios kosong bertambah, aktivitas jual beli menurun, dan pasar perlahan kehilangan denyutnya sebagai pusat ekonomi rakyat. Situasi ini, menurut KH Miftah Fauzi, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

Ia menegaskan bahwa persoalan ini bukan semata urusan bisnis. Pasar tradisional memiliki fungsi sosial yang kuat sebagai ruang hidup masyarakat kecil. Ketika pasar melemah, yang terdampak bukan hanya angka transaksi, tetapi stabilitas sosial di tingkat bawah.

Dalam kerangka regulasi, negara telah memberikan instrumen yang cukup jelas untuk melindungi pedagang kecil. Pemerintah Kota Tasikmalaya sebetulnya memiliki kewenangan untuk menata, mengawasi, dan menertibkan fungsi usaha agar tidak saling tumpang tindih.

KH Miftah Fauzi menegaskan bahwa dirinya tidak menolak usaha besar. Yang ia tuntut adalah keadilan struktur pasar agar pedagang kecil tidak dilindas oleh sistem yang keliru. Ia berharap Pemkot Tasikmalaya segera menunjukkan keberanian politik untuk mengambil langkah tegas dan berpihak.

Untuk saat ini, ia bersama ribuan pedagang Pasar Cikurubuk masih menunggu. Menunggu negara benar-benar hadir, bukan hanya dalam wacana, tetapi dalam kebijakan nyata yang bisa menyelamatkan pasar rakyat. (red)

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Operasi Patuh Lodaya Tasikmalaya 2026 Bidik Pelanggar ETLE

    Operasi Patuh Lodaya Tasikmalaya 2026 Bidik Pelanggar ETLE

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya Tasikmalaya 2026 akan segera dimulai. Satlantas Polres Tasikmalaya memastikan kegiatan penertiban lalu lintas tersebut berlangsung selama 14 hari, mulai 8 hingga 21 Juni 2026, dengan fokus utama meningkatkan kepatuhan masyarakat sekaligus menekan angka kecelakaan di jalan raya. Menjelang pelaksanaan operasi, jajaran kepolisian gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat […]

  • Dirut hanania travel tersangka - astakona

    Dirut Hanania Travel Jadi Tersangka, Ribuan Jamaah Umrah Gagal Berangkat

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA NASIONAL – Kasus dugaan penipuan perjalanan umrah yang menyeret Hanania Travel memasuki babak baru. Polda Metro Jaya resmi menetapkan Dirut PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group, Ahmad Syah Farhan, sebagai tersangka setelah menemukan bukti yang cukup dalam penyelidikan kasus yang merugikan ratusan hingga ribuan calon jamaah. Penetapan tersangka dilakukan pada 29 Mei […]

  • Kebakaran Toko Elektronik Tasikmalaya, Korsleting Diduga Hanguskan Aset Rp250 Juta

    Kebakaran Toko Elektronik Tasikmalaya, Korsleting Diduga Hanguskan Aset Rp250 Juta

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Insiden kebakaran toko elektronik di Tasikmalaya kembali terjadi. Sebuah ruko usaha elektronik di kawasan Babakan Jati, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, hangus terbakar pada Minggu pagi (24/5/2026). Dugaan awal, api berasal dari gangguan instalasi listrik atau korsleting yang memicu kebakaran dari dalam bangunan. Toko yang terbakar diketahui milik Deni, berlokasi di Jalan […]

  • Satu Tahun Viman–Diky: Kritik Jalanan, Akankah Berujung Mosi Tak Percaya?

    Satu Tahun Viman–Diky: Kritik Jalanan, Akankah Berujung Mosi Tak Percaya?

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Menjelang satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan–Diky Candra, suhu politik lokal kembali menghangat. Ruang publik Kota Tasikmalaya dalam beberapa pekan terakhir dipenuhi beragam ekspresi kritik, mulai dari aksi massa mahasiswa, pemasangan spanduk bernada sindiran di kawasan Balai Kota, hingga menguatnya wacana mosi tidak percaya. […]

  • Peluncuran Universitas Islam Tasikmalaya pada Dies Natalis ke-52

    Peluncuran Universitas Islam Tasikmalaya pada Dies Natalis ke-52

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Perjalanan panjang Unitas Tasikmalaya memasuki fase baru setelah kampus tersebut resmi memperkenalkan identitas barunya sebagai Universitas Islam Tasikmalaya. Perubahan ini diumumkan bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-52 yang digelar pada Selasa (9/6/2026), sekaligus menandai arah baru pengembangan pendidikan tinggi di wilayah Priangan Timur. Transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya kampus dalam […]

  • MK KPU Barito

    KPU Barito Utara Tegaskan Tuduhan Money Politic Paslon 01 Tak Berdasar

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA POLITIK. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Barito Utara menegaskan bahwa tuduhan praktik politik uang (money politic) yang diarahkan kepada Pasangan Calon Nomor Urut 01, yakni Rusiani, Haddy Arimurty, Syalimuddin Mayasin, dan Herman Subagio, tidak memiliki dasar hukum yang sah. Tuduhan itu dinilai hanya asumsi fiktif tanpa bukti kuat. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sidang […]

expand_less