Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Aksi Guru Honorer Madrasah di Tasikmalaya Menguat, Tuntut Ribuan Guru Diangkat PPPK

Aksi Guru Honorer Madrasah di Tasikmalaya Menguat, Tuntut Ribuan Guru Diangkat PPPK

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • visibility 99
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA TASIKMALAYAAksi guru honorer kembali menyita perhatian publik di Kota Tasikmalaya. Ribuan guru madrasah yang tergabung dalam Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia menggelar unjuk rasa bertepatan dengan Apel Akbar Guru Honorer di depan Gedung Bale Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (26/1/2026).

Aksi guru honorer madrasah Tasikmalaya ini menjadi penegasan atas keresahan panjang para pendidik yang hingga kini masih berstatus honorer tanpa kepastian karier dan kesejahteraan. Dengan membawa spanduk dan poster tuntutan, massa menyuarakan satu aspirasi utama, yakni pengangkatan sekitar 2.900 guru madrasah menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Guru-guru tersebut berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah, hingga aliyah. Mereka menilai kontribusi guru madrasah dalam mencerdaskan generasi bangsa selama ini belum diimbangi kebijakan yang adil dari negara.


Tuntutan Pengangkatan PPPK Dinilai Mendesak

Dalam aksi guru honorer tersebut, massa menegaskan bahwa status honorer yang melekat selama bertahun-tahun telah menempatkan guru madrasah pada posisi rentan. Selain minim kesejahteraan, ketidakpastian status juga berdampak pada kualitas hidup dan keberlanjutan pengabdian mereka di dunia pendidikan.

Para peserta aksi menyoroti ketimpangan kebijakan pemerintah. Di satu sisi, ribuan guru honorer madrasah masih menunggu kejelasan pengangkatan PPPK. Di sisi lain, pemerintah dinilai mampu melakukan pengangkatan pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara cepat dan masif dengan jumlah puluhan ribu orang secara nasional.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar tentang skala prioritas kebijakan negara. Bagi para guru, situasi ini menjadi simbol ketidakadilan struktural terhadap pendidikan berbasis keagamaan yang selama ini turut menopang sistem pendidikan nasional.

Aksi guru honorer madrasah Tasikmalaya berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Meski demikian, pesan yang disampaikan massa aksi terbilang tegas dan jelas: negara diminta hadir secara nyata, bukan sekadar janji.


Dukungan Pemuda PUI dan Desakan ke Pemerintah

Aksi guru honorer madrasah ini mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat, salah satunya dari kalangan pemuda. Ketua Umum PD Pemuda Persatuan Umat Islam (PUI) Kota Tasikmalaya, Fikri Dikriansyah, S.Hum., secara terbuka menyatakan keberpihakannya pada perjuangan guru madrasah.

Menurut Fikri, persoalan guru honorer bukan sekadar isu kepegawaian, melainkan menyangkut keadilan sosial dan masa depan pendidikan keagamaan di daerah. Ia menilai guru madrasah selama ini berperan besar dalam membangun karakter dan moral generasi muda, namun kerap luput dari perhatian kebijakan.

Ia juga mendorong pemerintah daerah agar tidak pasif dalam menyikapi tuntutan tersebut. Pendataan yang transparan, advokasi serius ke pemerintah pusat, serta keberanian politik dinilai menjadi kunci agar tuntutan pengangkatan PPPK bagi guru madrasah tidak terus berulang setiap tahun tanpa hasil nyata.


Cerminan Kegelisahan Pendidikan Keagamaan

Aksi guru honorer madrasah Tasikmalaya menjadi cerminan kegelisahan pendidikan berbasis keagamaan di daerah. Para guru berharap aksi ini membuka ruang dialog yang konstruktif antara pemerintah dan pendidik, bukan sekadar menjadi rutinitas demonstrasi tahunan.

Hingga aksi berakhir, para peserta menegaskan komitmen untuk terus mengawal isu kesejahteraan guru madrasah. Mereka berharap suara yang menggema di depan Bale Kota Tasikmalaya mampu mengetuk empati para pengambil kebijakan, agar tidak ada lagi guru madrasah yang mengabdi puluhan tahun tanpa kepastian status dan masa depan. (red)

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satu Pohon, Satu Harapan: Swasembada Pangan Tasikmalaya Dimulai dari Sekolah

    Satu Pohon, Satu Harapan: Swasembada Pangan Tasikmalaya Dimulai dari Sekolah

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Puluhan siswa tampak antusias menggenggam bibit tanaman di halaman sekolah mereka. Momen sederhana itu menandai langkah besar Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam membangun swasembada pangan Tasikmalaya melalui program satu siswa satu pohon. Program yang diresmikan Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, ini menyasar sekolah sebagai ruang tumbuh kesadaran pangan dan lingkungan. Menanam […]

  • merger xl axiata dan smartfren

    SPXL Sampaikan Aspirasi Terkait Rencana Merger XL Axiata dan Smartfren

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 104
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA EKONOMI & BISNIS. Wacana merger antara XL Axiata dan Smartfren yang semakin dekat memunculkan berbagai respons, salah satunya dari kalangan karyawan yang tergabung dalam Serikat Pekerja XL Axiata (SPXL). Melalui sejumlah agenda resmi, SPXL menyampaikan aspirasi sekaligus menegaskan dukungan terhadap merger, dengan syarat utama bahwa kesejahteraan karyawan tetap menjadi prioritas utama. Sharing Session: […]

  • Polres Tasikmalaya Serahkan Kembali Motor Curian kepada Korban, Tanpa Biaya

    Polres Tasikmalaya Serahkan Kembali Motor Curian kepada Korban, Tanpa Biaya

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Suasana penuh haru mewarnai Mapolres Tasikmalaya saat dua warga akhirnya menerima kembali sepeda motor mereka yang sempat hilang akibat tindak pencurian. Kendaraan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolres Tasikmalaya AKBP Wahyu Pristha Utama kepada pemiliknya, Senin (1/6/2026). Pengembalian kendaraan dilakukan secara cuma-cuma tanpa biaya administrasi maupun pungutan apa pun. Langkah tersebut menjadi […]

  • Efisiensi Birokrasi vs Kebutuhan Digital Tasikmalaya

    Efisiensi Birokrasi vs Kebutuhan Digital Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Astakona, OPINI – Di tengah arus digitalisasi yang semakin tak terelakkan, Kabupaten Tasikmalaya justru menghadapi dilema klasik: antara efisiensi birokrasi dan kebutuhan penguatan sektor komunikasi serta informatika. Kebijakan penggabungan Kominfo dengan Dishub menjadi simbol dari tarik-menarik kepentingan tersebut. Dalam kerangka Peran Kominfo dalam Pemerintah Daerah, kebijakan ini tidak bisa dipandang sebagai langkah administratif biasa. Ia […]

  • dishub-kabupaten tasikmalaya-truk-besar-gunungsari-cipanas

    Truk Pengangkut Pasir Mulai Diputar Balik, Dishub Tasikmalaya Bertindak

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tasikmalaya bergerak cepat menindaklanjuti keluhan warga terkait kerusakan jalan penghubung Desa Gunungsari dan Desa Tawangbanteng yang diduga dipicu aktivitas kendaraan berat pengangkut material tambang. Sehari setelah audiensi antara warga dan pemerintah daerah digelar, Dishub Kabupaten Tasikmalaya langsung menerjunkan petugas ke lapangan pada Selasa (12/5/2026) pagi sebagai langkah […]

  • Tasikmalaya: Honor Pendamping Ohan Hafidz dan Kelurahan Belum Cair

    Tasikmalaya: Honor Pendamping Ohan Hafidz dan Kelurahan Belum Cair

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Keterlambatan pencairan Honor Pendamping Ohan Hafidz dan pendamping kelurahan di Kota Tasikmalaya mulai menjadi perhatian publik. Sejumlah tenaga pendamping mengaku belum menerima pembayaran honor selama beberapa bulan terakhir, meski aktivitas pelayanan dan pendampingan masyarakat tetap berjalan seperti biasa. Kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan mengenai kepastian pencairan anggaran, terutama karena para pendamping […]

expand_less