Plh Wali Kota Tasikmalaya Murka Soal Insiden Galih Pawesti
- account_circle adminastakona
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Persib Bandung vs Persijap Jepara di kawasan Gedung Galih Pawesti, Kota Tasikmalaya, Sabtu (23/5/2026) malam, berujung ricuh setelah aparat menemukan dugaan pesta minuman keras di area fasilitas pemerintah tersebut.
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi mengamankan puluhan kendaraan serta membubarkan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam aktivitas tersebut.
Temuan ini langsung memicu reaksi keras dari Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, yang mengaku sangat kecewa karena gedung milik pemerintah justru digunakan untuk kegiatan yang dinilai mencoreng ketertiban umum.
“Ini jelas sesuatu yang sangat kami sesalkan. Saya secara pribadi marah dan kecewa. Gedung pemerintah seharusnya menjadi ruang kegiatan yang positif, bukan digunakan untuk hal-hal yang melanggar ketertiban,” ujar Diky.
Menurut informasi yang diterima pemerintah daerah, polisi mengamankan 26 unit sepeda motor dan satu kendaraan roda empat dari lokasi kejadian.
Selain itu, ditemukan pula sisa botol minuman keras yang diduga digunakan dalam kegiatan tersebut.
Plh Wali Kota Tasikmalaya Soroti Pengawasan Gedung Galih Pawesti
Diky menegaskan pemerintah kota tidak akan tinggal diam atas insiden tersebut.
Menurutnya, pihak penyelenggara kegiatan nobar akan dimintai klarifikasi dan pertanggungjawaban atas kejadian yang berlangsung di lingkungan fasilitas publik.
Meski belum memutuskan bentuk sanksi, pemerintah daerah membuka kemungkinan adanya evaluasi serius terhadap pengelolaan maupun penggunaan gedung tersebut.
“Kami tidak ingin gegabah mengambil keputusan sebelum pengecekan langsung dilakukan. Tapi yang jelas persoalan ini akan dibahas secara internal, termasuk soal langkah evaluasi dan kemungkinan sanksi,” katanya.
Ia menjelaskan, pengelolaan Gedung Galih Pawesti berada dalam tanggung jawab unit terkait, sehingga koordinasi internal akan segera dilakukan.
Pemerintah daerah juga berencana memperketat pengawasan penggunaan fasilitas umum agar kejadian serupa tidak terulang.
Polisi Amankan Kendaraan, Pemkot Ingatkan Nobar Harus Positif
Insiden tersebut menjadi perhatian karena terjadi di tengah tingginya euforia kemenangan Persib Bandung.
Pemkot Tasikmalaya menegaskan dukungan terhadap dunia olahraga maupun kegiatan nobar tetap diperbolehkan, selama dilakukan secara tertib dan tidak melanggar aturan.
Menurut Diky, semangat sportivitas dalam sepak bola seharusnya tidak berubah menjadi aktivitas yang meresahkan masyarakat.
“Perayaan atau nobar itu boleh, tapi harus dalam koridor yang benar. Jangan sampai fasilitas umum justru dipakai untuk kegiatan yang merusak ketertiban,” tegasnya.
Kasus ini menjadi evaluasi penting bagi pengelolaan kegiatan publik di Kota Tasikmalaya, terutama ketika melibatkan massa dalam jumlah besar. (hs)
- Penulis: adminastakona
