Program Garut Berhaji Permudah Warga Siapkan Ibadah Haji
- account_circle adminastakona
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut menjadikan momentum peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai sarana memperkuat edukasi keagamaan sekaligus mengenalkan Program Garut Berhaji kepada masyarakat. Program tersebut diharapkan dapat membantu warga merencanakan ibadah haji lebih awal di tengah tingginya antrean keberangkatan haji nasional.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Agung Garut, Kecamatan Garut Kota, Senin (15/6/2026), dihadiri jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat dari berbagai wilayah Kabupaten Garut.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum introspeksi dan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Menurutnya, nilai hijrah yang dicontohkan Rasulullah SAW harus diterjemahkan dalam kehidupan modern sebagai semangat memperbaiki diri, meningkatkan kualitas kerja, dan berani menghadapi tantangan baru demi kemajuan bersama.
Program Garut Berhaji Jadi Solusi Persiapan Haji Jangka Panjang
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah sosialisasi Program Garut Berhaji, sebuah inisiatif yang dirancang untuk membantu masyarakat memperoleh akses lebih mudah dalam proses pendaftaran ibadah haji.
Program ini lahir melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Garut, Kementerian Agama Kabupaten Garut, dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Melalui kerja sama tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi lengkap mengenai mekanisme pendaftaran, perencanaan keuangan syariah, hingga proses validasi data calon jemaah haji.
Langkah ini dinilai penting mengingat masa tunggu keberangkatan haji yang terus bertambah dari tahun ke tahun.
Kemenag Garut Ingatkan Pentingnya Mendaftar Haji Lebih Awal
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut, Indra Azwar Mawardi, menjelaskan bahwa sistem kuota haji saat ini mengacu pada kuota provinsi berdasarkan nomor porsi yang dimiliki calon jemaah.
Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu melakukan pendaftaran lebih dini agar memiliki kesempatan memperoleh nomor antrean lebih cepat.
Menurutnya, pemahaman mengenai sistem kuota dan proses pendaftaran menjadi hal penting yang perlu diketahui masyarakat agar dapat merencanakan keberangkatan secara matang.
Karena itu, program yang digagas Pemkab Garut dinilai mampu memberikan manfaat besar dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perencanaan ibadah haji.
Sinergi dengan BSI Perkuat Literasi Keuangan Syariah
Selain memfasilitasi pendaftaran haji, kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia juga diarahkan untuk meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan masyarakat.
BSI berkomitmen memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan yang sesuai prinsip syariah sehingga masyarakat dapat mempersiapkan dana ibadah haji secara lebih terstruktur.
Pendekatan ini diharapkan tidak hanya membantu masyarakat mencapai tujuan spiritual, tetapi juga meningkatkan kemampuan perencanaan keuangan keluarga.
Melalui Program Garut Berhaji, Pemerintah Kabupaten Garut berharap semakin banyak warga yang mampu mewujudkan impian beribadah ke Tanah Suci sekaligus menjadikan semangat hijrah sebagai landasan membangun kehidupan yang lebih baik, produktif, dan penuh keberkahan. (nn/hs)
- Penulis: adminastakona
