Ratusan Pelajar Tasikmalaya Dibekali Produksi Musik Digital, Siap Masuki Industri Kreatif
- account_circle adminastakona
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Perkembangan industri kreatif berbasis digital membuka peluang baru bagi generasi muda untuk berkarya sekaligus menciptakan sumber penghasilan. Peluang tersebut menjadi salah satu fokus dalam Seminar Industri Musik dan Ekonomi Kreatif Berbasis Digital Tahap 1 yang diikuti ratusan pelajar SMA, SMK, dan sederajat di Kota Tasikmalaya, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Creative Center (GCC) Dadaha tersebut digelar melalui kolaborasi Rumusarindo, Polresta Tasikmalaya, dan Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya. Seminar ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk memahami perkembangan industri musik modern yang kini semakin erat dengan teknologi digital.
Pelaksana Harian Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, membuka langsung kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menilai ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor yang memiliki prospek besar bagi generasi muda, khususnya di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan platform digital.
Menurutnya, Kota Tasikmalaya memiliki banyak talenta muda di bidang seni dan musik yang perlu mendapatkan ruang pengembangan yang lebih luas. Namun kemampuan bermusik saja dinilai belum cukup tanpa pemahaman mengenai teknologi, pemasaran digital, dan pengelolaan karya secara profesional.
“Anak-anak muda Tasikmalaya memiliki kreativitas yang luar biasa. Yang perlu diperkuat sekarang adalah bagaimana karya mereka bisa memiliki nilai ekonomi dan mampu bersaing di industri kreatif digital,” ujarnya.
Pelajar Belajar Produksi Musik hingga Strategi Monetisasi Karya
Dalam seminar tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan teori mengenai industri musik digital, tetapi juga dibekali berbagai pengetahuan praktis yang relevan dengan kebutuhan saat ini.
Materi yang diberikan mencakup teknik produksi musik digital, distribusi karya melalui platform streaming, pengelolaan hak cipta, hingga strategi promosi menggunakan media sosial.
Sejumlah praktisi industri musik, kreator konten digital, dan musisi yang telah memiliki pengalaman di tingkat nasional turut hadir sebagai narasumber.
Para peserta juga diajak memahami bahwa industri musik saat ini tidak hanya berbicara soal kemampuan menciptakan lagu, tetapi juga bagaimana mengelola karya agar mampu menghasilkan nilai ekonomi secara legal dan berkelanjutan.
Selain sesi materi, panitia menyediakan praktik sederhana pembuatan musik menggunakan perangkat digital sehingga peserta dapat merasakan langsung proses kreatif yang kini banyak digunakan dalam industri musik modern.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Banyak pelajar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi dan berkonsultasi mengenai peluang karier di bidang musik maupun industri kreatif digital.
Perlindungan Hak Cipta Jadi Perhatian Penting
Keterlibatan Polresta Tasikmalaya dalam kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kreativitas pelajar, tetapi juga untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan karya digital.
Kasat Intelkam Polresta Tasikmalaya, AKP Widi Eko, menjelaskan bahwa edukasi mengenai hak cipta menjadi hal penting di era digital karena masih banyak kreator muda yang belum memahami perlindungan hukum terhadap karya mereka.
Menurutnya, para pelajar perlu mengetahui cara melindungi hasil kreativitas agar tidak menjadi korban pembajakan maupun penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya berharap seminar ini menjadi langkah awal lahirnya komunitas musik digital pelajar yang lebih terorganisasi.
Ke depan, sekolah-sekolah juga didorong untuk mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler berbasis musik digital sebagai sarana pembinaan bakat sekaligus penguatan kompetensi siswa di bidang ekonomi kreatif.
Rumusarindo selaku penyelenggara menargetkan kegiatan ini tidak berhenti pada seminar semata. Program lanjutan seperti pelatihan produksi musik, workshop mixing dan mastering, hingga kompetisi musik digital antar pelajar tengah dipersiapkan sebagai bagian dari pengembangan ekosistem industri kreatif di Kota Tasikmalaya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semakin banyak talenta muda Tasikmalaya yang mampu menembus industri kreatif nasional sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru berbasis kreativitas dan teknologi digital. (hs)
- Penulis: adminastakona
