Tes CAT dan Pengawasan Berlapis Warnai Rekrutmen Polri 2026
- account_circle adminastakona
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA BANDUNG – Polda Jawa Barat memastikan proses penerimaan anggota Polri tahun 2026 berlangsung secara terbuka, profesional, dan bebas dari praktik percaloan. Seleksi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, hingga Tamtama dilakukan dengan sistem transparan yang memungkinkan peserta mengetahui hasil tes secara langsung.
Kepala Biro SDM Polda Jabar, Kombes Pol Fadly Samad, mengatakan seluruh tahapan seleksi dirancang untuk menjamin objektivitas penilaian sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses rekrutmen Polri.
Menurutnya, setiap peserta dapat langsung melihat nilai usai mengikuti tes melalui monitor yang tersedia di lokasi ujian.
“Begitu tes selesai, nilai langsung muncul di layar dan bisa dipantau seluruh peserta,” ujarnya, Kamis (27/5/2026).
Ia menegaskan sistem terbuka tersebut sudah diterapkan dalam beberapa tahun terakhir guna meminimalisasi potensi kecurangan maupun intervensi pihak tertentu.
Polda Jabar Terapkan Sistem Terbuka dalam Rekrutmen Polri 2026
Dalam pelaksanaan seleksi, peserta tidak hanya mengetahui hasil tes pribadi, tetapi juga dapat membandingkan nilai dengan peserta lain secara langsung.
Polda Jabar juga memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan keberatan apabila merasa terdapat ketidaksesuaian dalam hasil penilaian.
Seluruh bobot penilaian mulai dari akademik, psikologi, kesehatan, hingga tes jasmani disebut telah diinformasikan secara terbuka sejak awal tahapan seleksi.
Dengan pola tersebut, peserta dinilai dapat menghitung sendiri peluang kelulusan berdasarkan hasil yang diperoleh.
Tahapan penerimaan anggota Polri 2026 sendiri dimulai dari pendaftaran online dan verifikasi administrasi, kemudian dilanjutkan pemeriksaan kesehatan tahap pertama, tes psikologi berbasis Computer Assisted Test (CAT), tes akademik, hingga pemeriksaan mental kepribadian dan kesamaptaan jasmani.
Seleksi Akpol, Bintara, dan Tamtama Diawasi Berlapis
Untuk memastikan proses berjalan jujur dan akuntabel, Polda Jawa Barat menerapkan pengawasan internal maupun eksternal selama tahapan seleksi berlangsung.
Pengawasan internal melibatkan Itwasda dan Bid Propam Polda Jabar, sedangkan pengawasan eksternal turut melibatkan unsur masyarakat.
Selain itu, pemeriksaan ketat dilakukan sebelum peserta memasuki ruang ujian untuk mencegah adanya alat komunikasi atau perangkat lain yang berpotensi digunakan untuk berbuat curang.
Kombes Pol Fadly Samad menegaskan seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa perlakuan khusus.
Menurutnya, kelulusan sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan dan kualitas peserta masing-masing.
Sementara itu, Kabagbinkar Ro SDM Polda Jabar AKBP Condro Sasongko menilai keterbukaan proses seleksi menjadi langkah penting dalam membangun citra Polri yang profesional dan dipercaya masyarakat.
“Tidak ada jalan pintas dalam seleksi penerimaan anggota Polri. Semua peserta bersaing secara sehat berdasarkan kemampuan dan integritas,” katanya.
Melalui sistem seleksi yang terbuka dan berbasis meritokrasi, Polda Jabar berharap mampu menghasilkan calon anggota Polri yang unggul, berintegritas, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (hs)
- Penulis: adminastakona
