Bupati Ciamis Apresiasi Kurasi Chef Halal BI Tasikmalaya
- account_circle adminastakona
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA CIAMIS – Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan Kurasi Chef Halal yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya di Rest Area Karangkamulyan, Kabupaten Ciamis, Selasa (19/5/2026). Kegiatan tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam mendorong pengembangan industri kuliner halal sekaligus membuka peluang bagi talenta daerah untuk bersaing di level nasional hingga internasional.
Ajang kurasi ini merupakan bagian dari proses penjaringan peserta terbaik untuk menghadapi kompetisi Chef Halal Festival Ekonomi Syariah (FESyar). Peserta berasal dari berbagai kategori, mulai dari chef profesional, chef dari lingkungan pondok pesantren, hingga akademisi dari perguruan tinggi.
Tak hanya itu, siswa SMKN Banjar jurusan kuliner juga turut ambil bagian dengan menampilkan kreativitas terbaik mereka dalam mengolah sajian makanan halal khas daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Unit Pelaksana Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif dan Syariah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Indah Ratiwi, beserta jajaran.
Kegiatan ini menjadi tahapan seleksi dari wilayah kerja Bank Indonesia di tingkat kabupaten/kota sebelum peserta terbaik melaju ke kompetisi regional Pulau Jawa hingga berpeluang tampil di tingkat internasional.
Bupati Ciamis Sebut Kuliner Lokal Punya Kualitas Internasional
Dalam sambutannya, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Tasikmalaya atas inisiatif yang dinilai mampu membuka ruang pengembangan bagi sektor ekonomi kreatif berbasis halal.
Menurut Herdiat, kuliner khas daerah memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk dari luar daerah maupun luar negeri, sehingga layak diperkenalkan ke pasar yang lebih luas.
“Alhamdulillah, saya merasa bahagia sekali bisa bertemu dan bersilaturahmi dalam kegiatan ini. Terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia Tasikmalaya yang telah menginisiasi kegiatan luar biasa ini,” ujarnya.
Ia menilai potensi kuliner daerah merupakan aset penting yang dapat menjadi identitas sekaligus kekuatan ekonomi daerah.
“Utamanya kuliner-kuliner khas daerah yang rasanya sudah internasional. Ini luar biasa sekali. Mudah-mudahan adik-adik dari sekolah-sekolah yang hari ini memasak dan menampilkan hidangan terbaiknya ke depan bisa menjadi chef-chef profesional,” tuturnya.
Menurutnya, industri kuliner saat ini berkembang sangat pesat dan menjadi salah satu sektor yang menjanjikan dalam memperkuat daya saing ekonomi lokal.
Ciamis Siapkan Zona Khas Kuliner Halal Pertama di Area Non Tol Jawa Barat
Selain mendukung pengembangan talenta kuliner, Pemerintah Kabupaten Ciamis juga tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi halal daerah melalui pembentukan kawasan kuliner halal.
Herdiat mengungkapkan, saat ini Pemkab Ciamis tengah menggagas pembentukan Zona Khas (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) bekerja sama dengan Bank Indonesia, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jawa Barat, BPJPH Jawa Barat, serta sejumlah pihak terkait lainnya.
Kawasan tersebut direncanakan diluncurkan bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384 pada Juni mendatang.
Jika terealisasi, kawasan tersebut disebut akan menjadi Zona Khas pertama yang berada di area non tol di Jawa Barat.
Inisiatif ini diharapkan menjadi penguatan nyata terhadap sektor kuliner halal daerah, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM lokal untuk berkembang.
Bank Indonesia Dorong Ekosistem Industri Halal Daerah
Kegiatan kurasi chef halal ini juga menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi syariah melalui pengembangan sektor UMKM dan industri halal.
Melalui kompetisi seperti FESyar, Bank Indonesia berupaya menciptakan ruang bagi lahirnya talenta-talenta baru di bidang kuliner halal yang mampu bersaing secara profesional.
Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap kegiatan ini menjadi momentum lahirnya generasi muda kreatif di bidang kuliner yang tidak hanya membanggakan daerah, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam industri halal global.
Dengan dukungan ekosistem yang terus dibangun, kuliner khas daerah diharapkan tak sekadar menjadi konsumsi lokal, melainkan mampu menjadi identitas ekonomi yang menembus pasar nasional hingga internasional. (df)
- Penulis: adminastakona
