Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » Sorotan Tajam Proyek Gedung PLUT Kabupaten Tasikmalaya, 7 Indikasi Ini Jadi Pertanyaan Publik

Sorotan Tajam Proyek Gedung PLUT Kabupaten Tasikmalaya, 7 Indikasi Ini Jadi Pertanyaan Publik

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA TASIKMALAYAProyek revitalisasi Gedung PLUT Kabupaten Tasikmalaya yang berada di bawah Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan menjadi perhatian publik. Anggaran sebesar Rp3,4 miliar yang digelontorkan untuk pembangunan tersebut kini memunculkan sejumlah temuan yang dinilai tak bisa dianggap sekadar persoalan teknis.

Sejumlah data yang dihimpun menunjukkan adanya tujuh indikasi yang saling berkaitan. Jika berdiri sendiri mungkin bisa diperdebatkan. Namun ketika dirangkai, pola yang terbentuk memunculkan pertanyaan serius terkait proses pengadaan hingga pelaksanaan pekerjaan.


Indikasi di Tahap Tender

Sorotan pertama muncul pada proses tender proyek Gedung PLUT Kabupaten Tasikmalaya. Dua perusahaan peserta tender diketahui mengunggah dokumen dari alamat IP yang sama. Dalam sistem pengadaan elektronik, jejak digital seperti ini bukan hal sepele.

Tak berhenti di situ, alamat direktur kedua perusahaan tercatat sama. Bahkan, tiga personel yang diajukan dalam dokumen penawaran juga identik. Belakangan terungkap bahwa direktur kedua perusahaan memiliki hubungan keluarga, yakni ayah dan anak.

Kondisi ini menimbulkan dugaan adanya keterkaitan yang berpotensi mengarah pada persekongkolan tender. Padahal, dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 ditegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah harus dilaksanakan secara transparan, terbuka, bersaing, adil, dan akuntabel.

Selain itu, Pasal 22 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 secara jelas melarang praktik persekongkolan dalam tender yang dapat menghambat persaingan usaha yang sehat.

Jika dua perusahaan berada dalam kendali yang sama atau memiliki afiliasi kuat, maka prinsip persaingan menjadi dipertanyakan.


Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Indikasi lain yang tak kalah mencolok adalah temuan metadata pada dokumen HPS (Harga Perkiraan Sendiri). Dokumen yang disusun oleh PPK tersebut disebut memiliki kesamaan author dan tanggal pembuatan dengan dokumen penawaran dari salah satu perusahaan peserta.

HPS merupakan dokumen internal yang tidak semestinya diketahui oleh penyedia sebelum batas waktu yang ditentukan. Jika benar terdapat kesamaan sumber pembuatan dokumen, publik tentu berhak mempertanyakan bagaimana hal itu bisa terjadi.

Situasi ini berpotensi mengarah pada dugaan penyalahgunaan kewenangan. Dalam Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 junto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 disebutkan bahwa setiap orang yang menyalahgunakan kewenangan untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain yang dapat merugikan keuangan negara dapat dipidana.

Indikasi berikutnya menyentuh aspek kualifikasi tenaga kerja. Dalam dokumen tender dicantumkan tenaga pelaksana dengan sertifikasi tertentu. Namun kemudian diketahui bahwa sertifikasi tersebut tidak sesuai dengan persyaratan. Bahkan di lapangan ditemukan nama yang berbeda dan juga tidak memenuhi kualifikasi.

Jika benar demikian, maka proses evaluasi patut dipertanyakan. Apakah terjadi kelalaian, atau ada pembiaran?


Kekurangan Volume, Pembayaran Tetap Penuh

Indikasi paling konkret dalam proyek Gedung PLUT Kabupaten Tasikmalaya adalah temuan kekurangan volume pekerjaan yang nilainya mendekati Rp234 juta. Namun pembayaran disebut telah dilakukan 100 persen.

Secara logika sederhana, jika volume pekerjaan tidak terpenuhi, maka pembayaran seharusnya disesuaikan. Apabila tetap dibayarkan penuh, maka berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara.

Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 menegaskan bahwa setiap perbuatan melawan hukum yang memperkaya diri sendiri atau orang lain dan merugikan keuangan negara dapat dikenai sanksi pidana.

Dalam konteks ini, terdapat tiga unsur yang relevan untuk diuji: adanya perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan kewenangan, adanya keuntungan bagi pihak tertentu, serta adanya potensi kerugian negara.


Publik Menanti Kejelasan

Rangkaian indikasi tersebut membuat proyek Gedung PLUT Kabupaten Tasikmalaya menjadi sorotan. Hingga berita ini ditulis, belum terdengar adanya proses hukum yang disampaikan secara terbuka kepada publik.

Padahal, dalam pengadaan publik, kepercayaan masyarakat adalah fondasi utama. Jika muncul dugaan kuat namun tidak direspons secara transparan, maka yang tergerus bukan hanya satu proyek, melainkan kredibilitas tata kelola pemerintahan itu sendiri.

Masyarakat tentu berharap seluruh indikasi ini diperiksa secara profesional dan objektif oleh aparat berwenang. Sebab, persoalan ini bukan sekadar angka Rp234 juta atau nilai proyek Rp3,4 miliar. Yang dipertaruhkan adalah integritas dan kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran daerah.

Dan ketika kepercayaan itu goyah, dampaknya bisa jauh lebih besar dari sekadar satu bangunan bernama Gedung PLUT Kabupaten Tasikmalaya. (red)

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kunjungan Aparat Ungkap Kompleksitas Kemiskinan di Tasikmalaya

    Kunjungan Aparat Ungkap Kompleksitas Kemiskinan di Tasikmalaya

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Kasus Ns, siswi sekolah dasar yang berprestasi namun diketahui mengemis pada malam hari di pusat Kota Tasikmalaya, memasuki babak baru. Kunjungan aparat kecamatan ke rumahnya mengungkap sejumlah temuan yang memperlihatkan bahwa persoalan ini berkaitan dengan kondisi kemiskinan di Tasikmalaya yang lebih kompleks. Pemberitaan sebelumnya memicu perhatian publik. Sejumlah pihak menyampaikan empati […]

  • Sekolah Tua di Cipatujah Ini Nyaris 30 Tahun Tak Diperbaiki

    Sekolah Tua di Cipatujah Ini Nyaris 30 Tahun Tak Diperbaiki

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA — Suasana belajar di SDN Datar Cipatujah, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, kini jauh dari kata ideal. Sekolah yang telah berdiri sekitar 76 tahun itu mengalami kerusakan serius pada sejumlah bagian bangunannya. Langit-langit kelas terlihat retak bahkan berlubang di beberapa titik. Jendela-jendela banyak yang rusak. Kondisi tersebut membuat aktivitas belajar mengajar […]

  • PSG vs arsenal final Liga Champions - astakona

    Final Liga Champions PSG vs Arsenal, Daya Ledak Serangan vs Benteng Kokoh

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA OLAHRAGA – Partai final Liga Champions yang mempertemukan Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik musim ini. Pertandingan PSG VS Arsenal di final Liga Champions ini bukan hanya karena kualitas kedua tim yang sama-sama impresif, tetapi juga karena perbedaan gaya bermain yang begitu mencolok. PSG datang dengan identitas […]

  • Menteri Malaysia Diancam Penyebaran Video Rekayasa, Polisi Lakukan Penyelidikan

    Menteri Malaysia Diancam Penyebaran Video Rekayasa, Polisi Lakukan Penyelidikan

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA PERISTIWA. Isu keamanan digital di Malaysia memanas setelah beredar kabar bahwa sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk menteri dan anggota parlemen, menjadi sasaran ancaman melalui surat elektronik. Kasus ini langsung menjadi perhatian publik karena melibatkan rekayasa video berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dijadikan alat pemerasan. Kata kunci “menteri Malaysia diancam” kini ramai diperbincangkan sebagai peringatan […]

  • Polresta Tasikmalaya Sita 13 Knalpot Brong, Warning Keras Euforia Persib Juara

    Polresta Tasikmalaya Sita 13 Knalpot Brong, Warning Keras Euforia Persib Juara

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Polresta Tasikmalaya kembali menggencarkan penertiban kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau yang dikenal sebagai knalpot brong. Dalam operasi razia knalpot brong tasikmalaya yang digelar pada Kamis (21/5/2026), aparat berhasil mengamankan 13 sepeda motor yang terbukti melanggar aturan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban umum […]

  • kdm minta mahasiswa cirebon dibebaskan

    Polisi Tetapkan 3 Mahasiswa Jadi Tersangka, KDM Minta Dibebaskan

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    astakona.com, PERISTIWA. Ketegangan antara aparat penegak hukum dan kalangan mahasiswa di Jawa Barat memasuki babak baru. Tiga mahasiswa asal Cirebon dan Indramayu resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Cirebon usai aksi demonstrasi pada Sabtu (30/9/2025) berakhir ricuh. Penetapan tersangka ini mendapat sorotan tajam setelah Kang Dedi Mulyadi (KDM) minta mahasiswa dibebaskan dalam pernyataan politiknya di […]

expand_less