Berita

Santunan Yatim dan Dhuafa di Masjid Rahmatullah Jadi Wadah Silaturahmi Sambut Ramadhan 1447 H

Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Kegiatan santunan yatim dan dhuafa di Masjid Rahmatullah kembali digelar menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah. Lebih dari sekadar agenda tahunan, kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi antara warga Perum BRP Kota Tasikmalaya dengan masyarakat sekitar, mempererat ukhuwah Islamiyah dalam suasana penuh kebersamaan.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an QS Al-Maa’un, yang sarat pesan kepedulian terhadap anak yatim dan kaum dhuafa. Sejak awal, suasana kebersamaan terasa hangat, memperlihatkan harmonisasi antara warga perumahan dan masyarakat sekitar.

Momentum Mempererat Kebersamaan Sosial
Santunan yatim dan dhuafa di Masjid Rahmatullah bukan sekadar kegiatan berbagi bantuan, tetapi juga ruang bertemunya berbagai lapisan masyarakat. Warga Perum BRP dan masyarakat sekitar duduk bersama, saling menyapa, dan memperkuat hubungan sosial yang telah terjalin, demikian disampaikan H. Tino Armyanto, S.T., M.Si, salah satu panitia kegiatan.

Ketua panitia, H. Lukman, menyampaikan bahwa kegiatan ini sepenuhnya didukung oleh iuran warga perumahan. Total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp55.850.000. Dana tersebut kemudian disalurkan kepada 1.326 penerima manfaat yang terdiri dari 1.200 dhuafa, 100 fakir miskin, dan 26 fisabilillah.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang santunan, tetapi tentang kebersamaan. Kami ingin Ramadhan disambut dengan hati yang bersatu,” ujar H. Lukman.

Melalui santunan yatim dan dhuafa di Masjid Rahmatullah, interaksi sosial semakin kuat.

Warga perum tidak hanya menjadi donatur, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembagian, sehingga terbangun rasa empati dan kedekatan dengan masyarakat sekitar.

Tausiyah: Ilmu dan Kehadiran Hati sebagai Pengikat Ukhuwah

Dalam rangkaian acara, tausiyah disampaikan oleh Acep Taufiq Ismail dari Garut. Ia mengutip hadis riwayat Bukhori dan Muslim: “Siapa yang Allah kehendaki kebaikan, maka Allah akan pahamkan dia mengenai ilmu agama.”

Ia juga menyampaikan keutamaan majelis ilmu, bahwa ketika suatu kaum berkumpul untuk mempelajari ayat suci Al-Qur’an, maka Allah akan menurunkan sakinah (ketenangan), melimpahkan rahmat, malaikat mengelilingi mereka, dan Allah memuliakan orang-orang yang hadir.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat santunan yatim dan dhuafa di Masjid Rahmatullah, di mana kebersamaan dalam kebaikan menjadi jalan turunnya keberkahan.

Dalam tausiyahnya, Acep menegaskan bahwa Allah menciptakan setiap anggota tubuh sesuai fungsinya: mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, dan hati untuk merasakan serta mengagungkan kebesaran-Nya. Fungsi hati inilah yang harus dijaga, terutama dalam menyambut Ramadhan.

“Nilai ibadah ditentukan oleh hadirnya hati. Salah satu cara menghadirkan hati adalah dengan memperbanyak istighfar,” ujarnya.

Menyambut Ramadhan dengan Hati yang Siap
Kegiatan santunan yatim dan dhuafa di Masjid Rahmatullah ini menjadi bagian dari persiapan menyambut Ramadhan 1447 H. Dalam tausiyahnya, disampaikan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan, ampunan (Syahrul Maghfiroh), dan kemuliaan.

Namun, tidak semua orang otomatis mendapatkan keutamaannya. Diperlukan kesiapan mental dan spiritual untuk menyambutnya sebagai karunia dari Allah SWT.

Beberapa persiapan yang ditekankan antara lain:
Memperdalam wawasan tentang Ramadhan.
Mempersiapkan amal terbaik seperti shaum, membaca Al-Qur’an, ibadah sunnah, sedekah, dan memperbanyak istighfar.
Bersungguh-sungguh memanfaatkan setiap waktu di bulan suci.

Melalui kegiatan santunan yatim dan dhuafa di Masjid Rahmatullah, nilai-nilai tersebut tidak hanya disampaikan secara lisan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata.

Masjid sebagai Pusat Harmoni Sosial

Tradisi tahunan ini menegaskan peran masjid sebagai pusat ibadah sekaligus pusat harmoni sosial. Di tengah dinamika kehidupan perkotaan, kebersamaan warga perum dan masyarakat sekitar menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan.
Santunan yatim dan dhuafa di Masjid Rahmatullah menjadi simbol bahwa Ramadhan bukan hanya tentang ibadah individual, tetapi juga tentang membangun solidaritas sosial.

Dengan total 1.326 penerima manfaat, kegiatan ini diharapkan membawa kebahagiaan sekaligus mempererat hubungan antarwarga. Semangat berbagi dan silaturahmi yang terjalin menjadi modal sosial yang kuat dalam menyambut Ramadhan 1447 H dengan penuh keimanan dan kebersamaan. (red)

Related Articles

Back to top button