Bata Plastik Daur Ulang Bangun SDN 3 Sukanegla Garut
- account_circle adminastakona
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA GARUT – Inovasi pembangunan sekolah berbasis lingkungan mulai diterapkan di Kabupaten Garut melalui pemanfaatan Bata Plastik Daur Ulang Garut pada pembangunan fasilitas baru SDN 3 Sukanegla, Kelurahan Sukanegla, Kecamatan Garut Kota. Proyek ini menjadi salah satu contoh penerapan ekonomi sirkular yang mengubah limbah plastik menjadi material konstruksi yang bermanfaat bagi dunia pendidikan.
Peletakan bata plastik daur ulang pertama dilakukan pada Kamis (11/6/2026) dan dihadiri langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin. Kehadiran orang nomor satu di Garut tersebut menandai dukungan pemerintah daerah terhadap pembangunan infrastruktur pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kualitas fasilitas, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.
Program pembangunan tersebut mendapat dukungan dari Yayasan Bakti Barito yang menyediakan bantuan berupa dua Ruang Kelas Baru (RKB) serta fasilitas sanitasi sekolah dengan memanfaatkan material hasil pengolahan sampah plastik.
Bata Plastik Daur Ulang Garut Jadi Inovasi Pendidikan Berkelanjutan
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menilai pemanfaatan material hasil daur ulang dalam pembangunan sekolah merupakan langkah strategis yang sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan yang sedang didorong Pemerintah Kabupaten Garut.
Menurutnya, sektor pendidikan tidak hanya bertugas mencetak generasi unggul, tetapi juga menjadi sarana menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini kepada peserta didik.
Melalui proyek tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan fasilitas belajar yang lebih baik, tetapi juga memperoleh contoh nyata tentang bagaimana sampah dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat.
Abdusy Syakur Amin berharap inovasi serupa dapat diterapkan di sekolah maupun fasilitas publik lainnya sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Sampah Plastik Residu Diubah Menjadi Material Bangunan
Direktur Eksekutif Yayasan Bakti Barito, Fifi Pangestu, menjelaskan bahwa pembangunan SDN 3 Sukanegla memanfaatkan sampah plastik residu yang selama ini menjadi salah satu persoalan lingkungan karena sulit diolah menggunakan metode daur ulang konvensional.
Material hasil pengolahan tersebut kemudian digunakan sebagai komponen utama bangunan, mulai dari panel dinding pengganti bata konvensional, plafon, hingga sistem perpipaan air yang terintegrasi.
Langkah ini menunjukkan bahwa limbah yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai ekonomi dapat diubah menjadi material konstruksi yang kuat dan fungsional.
Selain membantu mengurangi timbulan sampah di tempat pembuangan akhir, inovasi tersebut juga mendukung terciptanya bangunan yang lebih ramah lingkungan.
SDN 3 Sukanegla Jadi Percontohan Sekolah Ramah Lingkungan
Pembangunan fasilitas baru di SDN 3 Sukanegla tidak hanya bertujuan menambah kapasitas ruang belajar, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan keberlanjutan lingkungan.
Konsep sekolah ramah lingkungan semakin relevan di tengah meningkatnya tantangan pengelolaan sampah plastik di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Garut.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor filantropi, proyek ini diharapkan mampu mendorong lahirnya berbagai inovasi serupa yang menggabungkan pendidikan, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.
Keberadaan ruang kelas berbahan Bata Plastik Daur Ulang Garut menjadi bukti bahwa solusi terhadap persoalan sampah dapat dimulai dari lingkungan sekolah sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi generasi masa depan. (dh/hs)
- Penulis: adminastakona
