Ular Sanca di Ciamis Masuk Kandang Ayam, Damkar Evakuasi
- account_circle adminastakona
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA CIAMIS – Kemunculan ular sanca di Ciamis kembali menghebohkan warga. Seekor ular sanca sepanjang sekitar 2,2 meter ditemukan berada di dalam kandang ayam milik warga di Dusun Sarayuda, Desa Kertaharja, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jumat (5/6/2026) pagi.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Nuhrawan (59), pemilik kandang ayam, saat hendak memberi pakan ternaknya. Bukannya mendapati ayam-ayam peliharaannya seperti biasa, ia justru menemukan seekor ular berukuran besar sedang memangsa salah satu ayam di dalam kandang.
Khawatir membahayakan keselamatan keluarga dan warga sekitar, Nuhrawan segera melaporkan kejadian itu kepada UPTD Pemadam Kebakaran Kabupaten Ciamis untuk meminta bantuan evakuasi.
Ular Sanca di Ciamis Ditemukan Saat Memangsa Ayam
Berdasarkan laporan yang diterima petugas, kejadian berlangsung di Dusun Sarayuda RT 002 RW 006, Desa Kertaharja, Kecamatan Cijeungjing.
Saat tiba di lokasi, petugas mendapati ular masih berada di area kandang ayam. Reptil tersebut diketahui merupakan jenis sanca dari keluarga Pythonidae dengan panjang diperkirakan mencapai 2,2 meter.
Kemunculan ular di area permukiman diduga karena satwa tersebut sedang mencari sumber makanan. Kandang ayam yang berada dekat dengan lingkungan terbuka sering kali menjadi sasaran ular untuk berburu mangsa.
Fenomena seperti ini cukup sering terjadi di sejumlah wilayah pedesaan, terutama yang berdekatan dengan area persawahan, kebun, semak belukar, maupun aliran sungai.
Damkar Ciamis Lakukan Evakuasi Ular Sanca
Tim UPTD Damkar Ciamis langsung bergerak setelah menerima laporan warga. Proses penanganan dimulai sekitar pukul 07.12 WIB.
Petugas melakukan evakuasi secara hati-hati untuk menghindari risiko gigitan maupun perlawanan dari ular. Berkat pengalaman dan peralatan yang dimiliki, proses pengamanan berlangsung lancar.
Kurang dari 30 menit, ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban luka maupun kerusakan tambahan.
Operasi evakuasi melibatkan sejumlah personel, di antaranya Yayan Muliyansyah, Suheri, Hendra Gunawan, Nono Sudarsono, Rudy, Yedi Setiadi, Irvan Supyani, Iik Abdul Kholik, Bayu Robayana, serta Tian Andiana.
Petugas menggunakan satu unit kendaraan operasional untuk mendukung proses evakuasi di lokasi kejadian.
Warga Cijeungjing Diminta Waspada Satwa Liar
Pasca kejadian tersebut, petugas mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan satwa liar, khususnya ular sanca yang kerap mencari makan di sekitar permukiman warga.
Kandang ternak, gudang, tumpukan kayu, hingga area semak-semak menjadi lokasi yang berpotensi menjadi tempat persembunyian ular. Karena itu, warga diminta rutin membersihkan lingkungan sekitar rumah.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar tidak mencoba menangani ular secara mandiri karena berisiko membahayakan keselamatan.
Jika menemukan ular atau hewan liar lainnya, warga disarankan segera menghubungi petugas Damkar atau instansi terkait agar proses evakuasi dapat dilakukan secara aman dan profesional.
Peristiwa ular sanca di Ciamis yang masuk ke kandang ayam ini menjadi pengingat penting bahwa interaksi antara satwa liar dan permukiman warga masih berpotensi terjadi, terutama di wilayah yang berbatasan langsung dengan habitat alami hewan tersebut. (hs)
- Penulis: adminastakona
