Tasikmalaya: Ratusan Jamaah Hadiri Haul ke-67 KH Ahmad Sudja’i
- account_circle adminastakona
- calendar_month 18 jam yang lalu
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Suasana khidmat menyelimuti Kompleks Pondok Pesantren Kudang, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Minggu (31/5/2026), saat ratusan jamaah menghadiri Haul Akbar ke-67 KH Ahmad Sudja’i. Kegiatan tersebut turut dihadiri Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, bersama tokoh agama, santri, dan masyarakat dari berbagai daerah.
Haul digelar sebagai bentuk penghormatan kepada KH Ahmad Sudja’i, ulama kharismatik sekaligus pendiri Majelis Pengajian dan Pondok Pesantren Kudang yang telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan pendidikan Islam di Tasikmalaya pada periode 1900 hingga 1962.
Sejak pagi hari, jamaah memadati area masjid dan lingkungan pesantren untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung penuh kekhusyukan. Acara diawali dengan tawasulan yang dipimpin Mama Ending dari Cinusa, Kawalu, dilanjutkan pembacaan biografi KH Ahmad Sudja’i oleh Dr. H. Ahmad Zaki Mubarak, serta tausiyah yang disampaikan KH Akah E. Muslihuddin.
Mengenang Warisan Keilmuan dan Keteladanan Mama Kudang
Mengangkat tema “Sinergi Ulama dan Umaro, Pemberdayaan Ekonomi Santri Jejaring Sanad Keilmuan”, haul tahun ini menjadi momentum untuk merefleksikan kembali nilai-nilai perjuangan dan keteladanan yang diwariskan KH Ahmad Sudja’i kepada generasi penerus.
Dalam sambutannya, Rd Diky Candranegara menilai bahwa haul bukan sekadar agenda rutin keagamaan, melainkan sarana memperkuat hubungan antara ulama, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga tradisi keilmuan Islam yang telah tumbuh di Kota Tasikmalaya.
Menurutnya, peran ulama seperti KH Ahmad Sudja’i sangat besar dalam membentuk karakter masyarakat yang religius serta melahirkan generasi santri yang memiliki ilmu pengetahuan, akhlak mulia, dan kepedulian sosial.
“Semangat perjuangan para ulama harus terus diwariskan kepada generasi muda agar nilai-nilai keislaman tetap menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Peringatan Haul KH Ahmad Sudja’i Perkuat Sinergi Ulama dan Pemerintah
Selain menjadi ajang mengenang jasa ulama, kegiatan haul juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, para tokoh agama, dan masyarakat. Kehadiran berbagai elemen dalam satu majelis menunjukkan kuatnya hubungan antara ulama dan umaro dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Banyak jamaah yang hadir meyakini bahwa keberadaan Pondok Pesantren Kudang dan warisan keilmuan KH Ahmad Sudja’i telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan pendidikan Islam di Tasikmalaya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat ukhuwah Islamiyah, kepedulian sosial, serta jejaring sanad keilmuan yang telah dibangun para ulama dapat terus terjaga dan berkembang di tengah masyarakat.
Pemerintah Kota Tasikmalaya juga berharap kolaborasi yang terjalin antara ulama, santri, dan pemerintah dapat menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang religius, harmonis, serta berlandaskan nilai-nilai keislaman. (dh/hs)
- Penulis: adminastakona
