Rumah Warga Banjaranyar Ciamis Ludes Terbakar Diduga Akibat Tungku Kayu
- account_circle adminastakona
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA CIAMIS – Petugas UPTD Damkar Ciamis kembali atasi kejadian kebakaran rumah milik warga di Dusun Sindangsari RT 010 RW 003, Desa Kalijaya, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, pada hari Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Rumah tersebut diketahui milik Nono. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran diduga bermula dari tungku kayu yang tengah digunakan untuk merebus air. Api kemudian membesar dan dengan cepat merambat ke bagian bangunan rumah.
Kondisi bangunan yang didominasi material mudah terbakar membuat kobaran api sulit dikendalikan pada saat awal kejadian. Warga sekitar yang mengetahui peristiwa tersebut langsung berupaya melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu bantuan datang.
Meski sempat berusaha menyelamatkan sebagian barang, kobaran api yang terus membesar membuat warga lebih memprioritaskan keselamatan penghuni rumah dan lingkungan sekitar.
Warga dan Damkar Berjibaku Atasi Kebakaran Rumah
Sejumlah warga bersama petugas pemadam kebakaran Ciamis kemudian bahu-membahu melakukan upaya pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Setelah beberapa waktu melakukan penanganan, api akhirnya berhasil dipadamkan. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Meski demikian, rumah milik korban mengalami kerusakan sangat parah. Bangunan beserta sebagian besar isinya dilaporkan habis terbakar sehingga tidak lagi dapat ditempati.
Akibat kejadian tersebut, korban bersama keluarganya untuk sementara terpaksa mengungsi ke rumah anaknya sambil menunggu penanganan lebih lanjut.
Korban Membutuhkan Bantuan untuk Memulai Kembali Kehidupan
Berdasarkan hasil pendataan awal, total kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta.
Selain kehilangan tempat tinggal, korban juga kehilangan berbagai perabotan dan kebutuhan rumah tangga yang ikut terbakar dalam kejadian itu.
Saat ini kebutuhan mendesak yang diperlukan korban meliputi bantuan keuangan serta material bangunan untuk mendukung proses pemulihan dan pembangunan kembali rumah yang terdampak.
Pemerintah desa bersama unsur terkait terus melakukan koordinasi dan pendataan guna memastikan korban mendapatkan bantuan yang dibutuhkan pascakebakaran.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat menggunakan tungku maupun peralatan memasak berbahan bakar kayu, terutama saat meninggalkan api yang masih menyala di dalam rumah. (dh/hs)
- Penulis: adminastakona
