Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » Kolaborasi Astra dan Pemkab Garut Hadirkan 85 Rumah Layak Huni

Kolaborasi Astra dan Pemkab Garut Hadirkan 85 Rumah Layak Huni

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA GARUT – Harapan baru mulai tumbuh di sejumlah wilayah Garut Selatan. Sebanyak 85 unit rumah layak huni resmi diserahkan kepada masyarakat di Kecamatan Pakenjeng dan Cikajang melalui program kolaborasi antara PT Astra International Tbk dan Pemerintah Kabupaten Garut.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan bersamaan dengan peresmian Ecobiz Desa Sejahtera Astra (DSA) Garut di Kampung Halimun, Desa Jayamekar, Kecamatan Pakenjeng, Kamis (28/5/2026).

Bagi sebagian warga penerima manfaat, program ini bukan sekadar pembangunan rumah baru. Kehadiran hunian yang lebih aman dan nyaman menjadi titik awal untuk memperbaiki kualitas hidup keluarga, terutama bagi masyarakat yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyebut persoalan kemiskinan dan rumah tidak layak huni masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi pemerintah daerah. Dengan jumlah penduduk sekitar 2,8 juta jiwa yang tersebar di 42 kecamatan dan 442 desa, kebutuhan penanganan sosial di Kabupaten Garut masih cukup tinggi.

Menurutnya, berbagai program pembangunan akan sulit berjalan optimal apabila kebutuhan dasar masyarakat, termasuk tempat tinggal yang layak, belum terpenuhi.

“Karena itu, kami sangat mengapresiasi pihak-pihak yang ikut membantu masyarakat Garut, khususnya di wilayah selatan yang masih membutuhkan perhatian lebih,” ujarnya.

Program Rumah Layak Huni Garut Jadi Solusi Nyata bagi Warga

Data pemerintah daerah menunjukkan masih terdapat ribuan keluarga yang menempati rumah tidak layak huni di Kabupaten Garut. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator yang berpengaruh terhadap kualitas kesehatan, pendidikan, hingga kesejahteraan masyarakat.

Melalui program Rumah Layak Huni (RLH) Astra, puluhan keluarga kini memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan representatif.

Bupati menilai kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi langkah efektif dalam mempercepat penyelesaian persoalan sosial yang tidak bisa ditangani pemerintah sendirian.

Ia berharap program serupa dapat terus berkembang dan menjangkau kecamatan lain yang memiliki kebutuhan serupa.

Selain memberikan hunian yang lebih layak, program tersebut juga dinilai mampu meningkatkan kepercayaan diri masyarakat serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan produktif.

Astra Bangun 85 Unit Rumah untuk Empat Desa di Garut

Chief of Corporate Affairs PT Astra International Tbk, Boy Kelana Soebroto, menjelaskan bahwa pembangunan rumah layak huni di Garut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan perusahaan melalui Desa Sejahtera Astra.

Secara keseluruhan, Astra membangun 250 unit rumah layak huni di berbagai daerah. Dari jumlah tersebut, 85 unit dialokasikan untuk Kabupaten Garut.

Rumah-rumah tersebut tersebar di empat desa, yakni Desa Jayamekar, Telagawangi, Margamulya, dan Cikandang yang berada di wilayah Kecamatan Pakenjeng dan Cikajang.

Menurut Boy, program ini dirancang tidak hanya untuk memperbaiki kualitas hunian, tetapi juga mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekonomi desa.

“Kami berharap rumah yang dibangun dapat menjadi tempat lahirnya harapan baru, rasa aman, dan masa depan yang lebih baik bagi keluarga penerima manfaat,” katanya.

Dukungan Pemerintah dan Harapan Masyarakat

Program ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI yang menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta menjadi model pembangunan yang patut dikembangkan.

Sementara itu, masyarakat penerima bantuan mengaku bersyukur atas program yang mereka terima.

Ernawati, salah satu penerima manfaat, mengatakan rumah baru yang diberikan Astra menjadi jawaban atas harapan keluarganya selama bertahun-tahun.

“Alhamdulillah, sekarang kami bisa tinggal di rumah yang lebih nyaman dan aman. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,” ujarnya.

Di tengah upaya menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, program rumah layak huni di Garut Selatan menjadi bukti bahwa kolaborasi yang tepat mampu menghadirkan perubahan nyata bagi warga yang membutuhkan. (hs) 

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rukyatul Hilal Kota Banjar: Hilal Tak Terlihat

    Rukyatul Hilal Kota Banjar: Hilal Tak Terlihat

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA BANJAR — Pemantauan rukyatul hilal untuk menentukan awal Zulhijah 1447 Hijriah di kawasan Gunung Putri Lapas Banjar, Kota Banjar, berlangsung tertib dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Meski hilal tidak berhasil terlihat akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung, awal bulan Zulhijah tetap resmi ditetapkan berdasarkan hasil rukyat nasional. Kegiatan pemantauan hilal tersebut digelar […]

  • tukang nasi padang nyari kdm

    Tukang Nasi Padang Nyari KDM, Kisah Kejujuran yang Bikin Haru

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA SOSIAL BUDAYA. Sebuah cerita unik sekaligus menyentuh datang dari Gedung Sate, Bandung. Kisah ini dikenal dengan sebutan Tukang Nasi Padang Nyari KDM, yang berawal dari kejujuran seorang petugas keamanan bernama Dadang. Ia bekerja di perusahaan jasa keamanan Tunas Arta Garda Tama (TAG). Peristiwa bermula ketika Kang Dedi Mulyadi (KDM), Gubernur Jawa Barat, tengah […]

  • Kekeringan Kota Tasikmalaya Melanda 231 KK, Bantuan Air Bersih Mulai Disalurkan

    Kekeringan Kota Tasikmalaya Melanda 231 KK, Bantuan Air Bersih Mulai Disalurkan

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA — Kekeringan Kota Tasikmalaya mulai berdampak pada kebutuhan dasar warga. Sedikitnya 231 kepala keluarga (KK) di wilayah Kecamatan Cibeureum mengalami kesulitan mendapatkan air bersih setelah hujan tidak turun selama hampir dua bulan. Kondisi tersebut terjadi di antaranya di Kampung Ciakar, Kelurahan Ciherang, dan Kelurahan Ciakar. Sumur-sumur warga mulai mengering sehingga pasokan air […]

  • Pemkot Tasikmalaya dan Forkopimda Sambut 1 Muharam 1448 H Bersama

    Pemkot Tasikmalaya dan Forkopimda Sambut 1 Muharam 1448 H Bersama

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Momentum pergantian Tahun Baru Islam dimanfaatkan Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk memperkuat kebersamaan lintas elemen masyarakat melalui kegiatan Doa Bersama 1 Muharam Tasikmalaya yang digelar di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Senin (15/6/2026) malam. Kegiatan tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah, Forkopimda, TNI, Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pimpinan BUMD dalam suasana penuh […]

  • Kebakaran Kandang Ayam Ciamis, Damkar Cegah Api Meluas

    Kebakaran Kandang Ayam Ciamis, Damkar Cegah Api Meluas

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA CIAMIS – Peristiwa Kebakaran Kandang Ayam Ciamis terjadi di Dusun Bandaruka, Desa Karanganyar, Kecamatan Cijeungjing, Jumat (12/6/2026) malam. Sebuah kandang ayam berlantai dua milik warga dilaporkan hangus dilalap api hingga menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp150 juta. Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB dan sempat membuat warga sekitar panik. Kobaran api […]

  • Lonjakan Pemudik Lebaran 2026, Ancaman Sampah Mengintai Tasikmalaya

    Lonjakan Pemudik Lebaran 2026, Ancaman Sampah Mengintai Tasikmalaya

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Arus mudik Lebaran 2026 diprediksi kembali membludak. Pergerakan masyarakat secara nasional diperkirakan mencapai 143,91 juta orang. Di balik euforia pulang kampung, ada satu persoalan yang kerap luput dari perhatian: lonjakan timbulan sampah yang diprediksi menyentuh 71,96 juta kilogram. Lonjakan ini tentu bukan angka kecil. Kota-kota yang dilintasi jalur mudik, termasuk Tasikmalaya, […]

expand_less