Audiensi FPI dengan Bupati Ciamis Bahas Krisis Sosial
- account_circle adminastakona
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA CIAMIS – Persoalan sosial di Kabupaten Ciamis kembali menjadi sorotan. Front Persaudaraan Islam (FPI) Kabupaten Ciamis mendatangi Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kondisi sosial yang dinilai kian memprihatinkan, mulai dari peredaran narkoba, minuman keras, kenakalan remaja, kriminalitas, hingga penataan kawasan publik bernuansa religius.
Audiensi yang berlangsung di Ruang Oproom Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Jumat (22/5/2026), menjadi ruang dialog antara unsur masyarakat dan pemerintah daerah untuk membahas berbagai persoalan yang dianggap mendesak.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menerima langsung rombongan yang terdiri dari jajaran FPI tingkat kabupaten dan provinsi, pimpinan pondok pesantren, serta tokoh masyarakat. Dalam pertemuan itu, Herdiat didampingi sejumlah pejabat Pemkab Ciamis.
Ketua DPW FPI Kabupaten Ciamis KH Titing menegaskan audiensi dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi daerah.
Menurutnya, Ciamis sebagai daerah yang dikenal religius harus tetap dijaga dari berbagai persoalan sosial yang dapat merusak generasi muda.
“Kami datang dengan niat baik. Harapannya Ciamis tetap aman, religius, dan semakin maju,” ujarnya.
Bupati Akui Kondisi Sosial Mengkhawatirkan
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Herdiat tidak menampik bahwa kondisi sosial saat ini memang membutuhkan perhatian serius.
Ia menyebut persoalan narkoba, minuman keras, kekerasan seksual, hingga kenakalan remaja bukan masalah kecil yang bisa dianggap sepele.
Menurutnya, ancaman terhadap generasi muda saat ini datang dari banyak arah, sehingga penanganannya tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.
“Ini persoalan bersama. Bukan hanya tugas pemerintah, guru, atau aparat. Ulama, tokoh masyarakat, keluarga, semua harus ikut menjaga,” tegas Herdiat.
Ia juga menyoroti meningkatnya berbagai persoalan sosial yang berdampak langsung terhadap masa depan anak-anak muda.
Bagi Herdiat, persoalan tersebut harus menjadi alarm bersama agar semua pihak tidak terlambat mengambil langkah.
Sebagai Ketua Forkopimda Kabupaten Ciamis, ia memastikan akan memperkuat koordinasi lintas sektor agar langkah penanganan lebih konkret.
Aspirasi Soal Alun-Alun dan Kawasan Religius Ikut Mengemuka
Tak hanya membahas persoalan penyakit masyarakat, audiensi juga menyoroti penataan kawasan Alun-Alun Ciamis, Taman Reflesia, dan area sekitar Masjid Agung Ciamis.
FPI menilai kawasan tersebut perlu diperkuat nuansa religiusnya mengingat lokasinya yang menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat.
Bupati menjelaskan bahwa pengelolaan kawasan tersebut berada pada kewenangan berbeda, namun aspirasi yang masuk akan tetap menjadi bahan evaluasi.
Menurutnya, masukan masyarakat penting agar ruang publik tetap sejalan dengan karakter sosial dan budaya Ciamis.
Ia menegaskan, pemerintah daerah terbuka terhadap kritik maupun saran yang bertujuan menjaga kondusivitas daerah.
“Kalau tujuannya untuk kebaikan bersama, tentu akan kami tindak lanjuti,” katanya.
Audiensi tersebut menegaskan satu hal: persoalan sosial di Ciamis kini tak lagi sekadar isu penegakan hukum, tetapi sudah menjadi perhatian kolektif yang menuntut keterlibatan seluruh elemen masyarakat. (hs)
- Penulis: adminastakona
