Harkitnas 2026, Pemkot Tasikmalaya Tegaskan Jaga Tunas Bangsa
- account_circle adminastakona
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Pemerintah Kota Tasikmalaya menegaskan bahwa kebangkitan bangsa tidak cukup hanya diperingati melalui seremoni tahunan, tetapi harus diwujudkan melalui langkah nyata dalam menjaga dan membina generasi muda. Pesan itu mengemuka dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tingkat Kota Tasikmalaya yang digelar di Bale Kota Tasikmalaya, Rabu (20/5/2026).
Upacara peringatan berlangsung khidmat dengan diikuti unsur aparatur sipil negara, jajaran pemerintah daerah, serta peserta lainnya. Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, bertindak sebagai inspektur upacara dan memimpin langsung jalannya prosesi.
Dalam amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang dibacakannya, Diky menegaskan bahwa Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar momentum mengenang sejarah perjuangan bangsa, melainkan pengingat akan pentingnya memperkuat persatuan nasional di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat.
Menurutnya, tantangan kebangsaan saat ini tidak lagi hanya berbentuk persoalan konvensional, tetapi juga menyentuh ruang digital yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, khususnya generasi muda.
“Tema Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara, menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh sejauh mana bangsa ini mampu menjaga, membina, dan menyiapkan generasi mudanya menghadapi tantangan masa depan,” ujar Diky saat membacakan amanat.
Pesan tersebut menekankan bahwa kebangkitan nasional harus diterjemahkan dalam tindakan konkret, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan akses pendidikan dan layanan kesehatan, penguatan ekonomi kerakyatan, hingga perlindungan anak dan remaja di ruang digital.
Tantangan Zaman Bergeser ke Ruang Digital
Dalam amanat tersebut, pemerintah pusat menilai perkembangan teknologi digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan besar bagi bangsa. Di satu sisi, transformasi digital membuka akses luas terhadap informasi, pendidikan, dan inovasi. Namun di sisi lain, ruang digital juga menyimpan ancaman terhadap tumbuh kembang generasi muda jika tidak dikelola dengan baik.
Karena itu, pemerintah disebut terus mendorong kebijakan perlindungan anak di ruang digital guna menciptakan ekosistem digital yang sehat, aman, dan beretika.
Langkah tersebut dinilai penting agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu tumbuh sebagai generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter.
Bagi pemerintah, menjaga generasi muda di era digital kini menjadi bagian dari upaya mempertahankan kedaulatan bangsa. Sebab, tantangan terhadap masa depan bangsa tidak selalu datang dalam bentuk ancaman fisik, tetapi juga bisa hadir melalui arus informasi yang tidak terkendali.
Harkitnas Jadi Momentum Perkuat Solidaritas
Selain menyoroti isu perlindungan generasi muda, momentum Harkitnas juga dijadikan pengingat pentingnya menjaga solidaritas sosial dan semangat gotong royong di tengah masyarakat. Pemerintah menilai kebangkitan nasional hanya dapat terwujud jika seluruh elemen bangsa bergerak bersama, memperkuat persatuan, dan membangun kesadaran kolektif untuk menghadapi tantangan zaman.
Literasi digital juga menjadi perhatian penting. Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat dituntut semakin cermat dalam memilah informasi, memahami risiko digital, serta membangun budaya komunikasi yang sehat.
Upacara peringatan Harkitnas ke-118 di Kota Tasikmalaya berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat. Momentum ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan menjadi refleksi bersama mengenai arah pembangunan bangsa.
Kebangkitan Tak Bisa Ditunda
Hari Kebangkitan Nasional lahir dari semangat persatuan dan kesadaran kolektif untuk membangun bangsa yang mandiri. Nilai tersebut dinilai tetap relevan hingga kini, meski tantangan zaman telah berubah. Jika dahulu kebangkitan ditandai dengan perjuangan melawan penjajahan, kini kebangkitan diuji melalui kesiapan bangsa menghadapi perubahan global, revolusi teknologi, serta kemampuan menjaga kualitas generasi penerus.
Bagi Kota Tasikmalaya, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya berbicara soal infrastruktur atau pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang menyiapkan manusia yang akan menentukan masa depan bangsa.
Karena pada akhirnya, kebangkitan sejati bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi memastikan generasi muda hari ini tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan siap membawa Indonesia ke masa depan. (dh/df)
- Penulis: adminastakona
