Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Nasional » Menelisik Program KDMP: Ambisi Besar Prabowo Bangun Ekonomi Desa

Menelisik Program KDMP: Ambisi Besar Prabowo Bangun Ekonomi Desa

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • visibility 83
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA NASIONAL— Menelisik Program KDMP atau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi penting di tengah ambisi besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto membangun ekonomi berbasis desa. Program yang diresmikan serentak melalui operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) ini digadang-gadang menjadi mesin baru penggerak ekonomi rakyat, namun di saat yang sama menuai kritik soal tata kelola, independensi koperasi, hingga potensi intervensi negara.

Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional KDMP secara nasional dari Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Pemerintah menyebut program tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat rantai distribusi ekonomi desa, memangkas biaya logistik, membuka akses usaha rakyat, hingga menopang ketahanan pangan nasional.

Dalam peluncuran tersebut, Presiden menyampaikan optimisme besar terhadap dampak ekonomi program ini. Pemerintah menargetkan lebih dari 30 ribu unit KDMP dapat beroperasi hingga 16 Agustus mendatang.

“Tadi dilaporkan oleh Menteri Keuangan secara fisik yang sudah siap adalah lebih dari 9.000 gedung, 9.000 gudang, 9.000 sistem,” kata Prabowo.

Pemerintah memperkirakan setiap desa dapat menciptakan perputaran uang sedikitnya Rp45 juta per hari melalui aktivitas ekonomi lokal. Jika skema berjalan optimal, angka tersebut berpotensi menjadi pengungkit signifikan bagi ekonomi pedesaan.

Menelisik Program KDMP: Harapan Besar untuk Ekonomi Desa

Dalam konsepnya, KDMP dirancang bukan sekadar koperasi konvensional. Pemerintah menempatkan koperasi ini sebagai pusat layanan ekonomi terpadu desa.

Fungsinya cukup luas, mulai dari distribusi sembako, pupuk subsidi, penyaluran bantuan pemerintah, layanan logistik, apotek murah, hingga akses layanan pembiayaan mikro.

Program ini juga dikaitkan dengan agenda nasional lain seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), yang disebut Presiden akan memperbesar perputaran ekonomi di desa.

“MBG ditambah dengan Koperasi Desa Merah Putih ini akan membangkitkan ekonomi kita,” ujar Prabowo.

Dari sisi makro, konsep tersebut terlihat menarik. Desa yang selama ini sering menjadi konsumen pasif didorong menjadi pusat produksi sekaligus distribusi.

Komoditas lokal seperti ikan lele, telur, bawang merah, hasil pertanian, hingga produk UMKM diharapkan memiliki jalur distribusi yang lebih dekat dan efisien.

Selain itu, pemerintah juga menurunkan bunga pinjaman ultra mikro Mekaar dari kisaran 22–24 persen menjadi 8 persen, sebagai bagian dari strategi memperluas akses pembiayaan rakyat kecil.

Kritik Tata Kelola dan Independensi Koperasi

Di balik optimisme tersebut, kritik terhadap KDMP terus mengemuka.

Sejumlah pengamat menilai desain program terlalu top-down atau sentralistis, sehingga berpotensi menyimpang dari prinsip dasar koperasi yang seharusnya tumbuh dari, oleh, dan untuk anggota.

Sebelumnya, narasi yang berkembang menyebut fase awal operasional KDMP tidak sepenuhnya berada di tangan desa, melainkan lebih banyak dikendalikan melalui skema yang ditetapkan pusat. Jika benar demikian, maka muncul pertanyaan tentang posisi desa: apakah sebagai subjek pembangunan atau sekadar pelaksana program.

Kritik juga muncul terkait proses pembentukan kepengurusan di beberapa daerah yang disebut kurang transparan dan memicu protes warga.

Selain itu, potensi beban administratif yang terlalu besar dikhawatirkan justru menghambat operasional koperasi di lapangan.

Dari sisi hukum, sejumlah kalangan menilai program sebesar ini membutuhkan landasan regulasi yang kuat, jelas, dan akuntabel agar tidak memunculkan persoalan di kemudian hari.

Sebab koperasi pada prinsipnya merupakan badan usaha independen berbasis anggota, bukan instrumen birokrasi semata.

Menelisik Program KDMP: Antara Solusi dan Tantangan

Meski kritik terus bermunculan, pemerintah menegaskan pengawasan ketat akan diterapkan.

Presiden Prabowo bahkan memperingatkan tidak akan mentoleransi penyalahgunaan kewenangan.

Siapapun yang melanggar, yang menyimpang, yang menyalahgunakan kewenangan akan kita bersihkan,” tegasnya.

Program KDMP memang menawarkan gagasan besar: membangun ekonomi desa yang mandiri, memperkuat distribusi pangan, dan menghadirkan akses ekonomi yang lebih merata.

Namun keberhasilannya akan sangat ditentukan oleh transparansi tata kelola, partisipasi masyarakat desa, mekanisme pengawasan yang sehat, serta kemampuan program beradaptasi dengan kebutuhan lokal yang beragam.

Jika terlalu sentralistis, koperasi berisiko kehilangan ruhnya. Namun jika dikelola dengan akuntabel dan benar-benar memberdayakan masyarakat, KDMP bisa menjadi salah satu eksperimen ekonomi desa terbesar dalam sejarah Indonesia. (kh/df) 

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • tukang nasi padang nyari kdm

    Tukang Nasi Padang Nyari KDM, Kisah Kejujuran yang Bikin Haru

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 132
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA SOSIAL BUDAYA. Sebuah cerita unik sekaligus menyentuh datang dari Gedung Sate, Bandung. Kisah ini dikenal dengan sebutan Tukang Nasi Padang Nyari KDM, yang berawal dari kejujuran seorang petugas keamanan bernama Dadang. Ia bekerja di perusahaan jasa keamanan Tunas Arta Garda Tama (TAG). Peristiwa bermula ketika Kang Dedi Mulyadi (KDM), Gubernur Jawa Barat, tengah […]

  • Pembagian Kurban di Tasikmalaya Berjalan Tertib dengan Pengawalan TNI

    Pembagian Kurban di Tasikmalaya Berjalan Tertib dengan Pengawalan TNI

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Proses pembagian daging kurban di Masjid Agung Kota Tasikmalaya pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah berlangsung tertib dan lancar dengan pengawalan langsung dari aparat TNI. Kehadiran Babinsa Tawangsari di lokasi mendapat apresiasi warga karena membantu menjaga keamanan dan kelancaran distribusi kepada masyarakat. Pada Iduladha tahun ini, panitia Masjid Agung Tasikmalaya menyembelih […]

  • Natural Tanpa Ordal: Seruan Moral Menjaga Marwah Perguruan Tinggi

    Natural Tanpa Ordal: Seruan Moral Menjaga Marwah Perguruan Tinggi

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Astakona, SUDUT PANDANG– Perguruan tinggi bukan sekadar tempat seseorang mengejar gelar akademik. Ia adalah ruang pembentukan ilmu, karakter, nalar, etika, dan kepemimpinan. Dari ruang inilah lahir calon-calon profesional, birokrat, pendidik, pengusaha, pemimpin masyarakat, bahkan pengambil kebijakan publik di masa depan. Karena itu, proses masuk ke perguruan tinggi tidak boleh dipandang sebagai urusan administratif semata. Penerimaan […]

  • Program Garut Berhaji Permudah Warga Siapkan Ibadah Haji

    Program Garut Berhaji Permudah Warga Siapkan Ibadah Haji

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut menjadikan momentum peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai sarana memperkuat edukasi keagamaan sekaligus mengenalkan Program Garut Berhaji kepada masyarakat. Program tersebut diharapkan dapat membantu warga merencanakan ibadah haji lebih awal di tengah tingginya antrean keberangkatan haji nasional. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Agung Garut, Kecamatan Garut Kota, […]

  • TMMD ke-128 di Garut Program Tuntas 100 Persen, Infrastruktur dan Layanan Sosial Sentuh Warga

    TMMD ke-128 di Garut Program Tuntas 100 Persen, Infrastruktur dan Layanan Sosial Sentuh Warga

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA GARUT – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Tahun 2026 di Desa Mekarmulya, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, resmi ditutup, Kamis (21/5/2026). Penutupan yang digelar di kawasan Situ Ciranca itu menandai berakhirnya rangkaian pembangunan fisik dan nonfisik yang dilaksanakan secara terpadu oleh TNI bersama pemerintah daerah, Polri, serta masyarakat. Mengusung tema “TMMD […]

  • Sorotan Tajam Proyek Gedung PLUT Kabupaten Tasikmalaya, 7 Indikasi Ini Jadi Pertanyaan Publik

    Sorotan Tajam Proyek Gedung PLUT Kabupaten Tasikmalaya, 7 Indikasi Ini Jadi Pertanyaan Publik

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Proyek revitalisasi Gedung PLUT Kabupaten Tasikmalaya yang berada di bawah Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan menjadi perhatian publik. Anggaran sebesar Rp3,4 miliar yang digelontorkan untuk pembangunan tersebut kini memunculkan sejumlah temuan yang dinilai tak bisa dianggap sekadar persoalan teknis. Sejumlah data yang dihimpun menunjukkan adanya tujuh indikasi yang saling berkaitan. Jika […]

expand_less