Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Nasional » Menelisik Program KDMP: Ambisi Besar Prabowo Bangun Ekonomi Desa

Menelisik Program KDMP: Ambisi Besar Prabowo Bangun Ekonomi Desa

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month 16 menit yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA NASIONAL— Menelisik Program KDMP atau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi penting di tengah ambisi besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto membangun ekonomi berbasis desa. Program yang diresmikan serentak melalui operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) ini digadang-gadang menjadi mesin baru penggerak ekonomi rakyat, namun di saat yang sama menuai kritik soal tata kelola, independensi koperasi, hingga potensi intervensi negara.

Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional KDMP secara nasional dari Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Pemerintah menyebut program tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat rantai distribusi ekonomi desa, memangkas biaya logistik, membuka akses usaha rakyat, hingga menopang ketahanan pangan nasional.

Dalam peluncuran tersebut, Presiden menyampaikan optimisme besar terhadap dampak ekonomi program ini. Pemerintah menargetkan lebih dari 30 ribu unit KDMP dapat beroperasi hingga 16 Agustus mendatang.

“Tadi dilaporkan oleh Menteri Keuangan secara fisik yang sudah siap adalah lebih dari 9.000 gedung, 9.000 gudang, 9.000 sistem,” kata Prabowo.

Pemerintah memperkirakan setiap desa dapat menciptakan perputaran uang sedikitnya Rp45 juta per hari melalui aktivitas ekonomi lokal. Jika skema berjalan optimal, angka tersebut berpotensi menjadi pengungkit signifikan bagi ekonomi pedesaan.

Menelisik Program KDMP: Harapan Besar untuk Ekonomi Desa

Dalam konsepnya, KDMP dirancang bukan sekadar koperasi konvensional. Pemerintah menempatkan koperasi ini sebagai pusat layanan ekonomi terpadu desa.

Fungsinya cukup luas, mulai dari distribusi sembako, pupuk subsidi, penyaluran bantuan pemerintah, layanan logistik, apotek murah, hingga akses layanan pembiayaan mikro.

Program ini juga dikaitkan dengan agenda nasional lain seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), yang disebut Presiden akan memperbesar perputaran ekonomi di desa.

“MBG ditambah dengan Koperasi Desa Merah Putih ini akan membangkitkan ekonomi kita,” ujar Prabowo.

Dari sisi makro, konsep tersebut terlihat menarik. Desa yang selama ini sering menjadi konsumen pasif didorong menjadi pusat produksi sekaligus distribusi.

Komoditas lokal seperti ikan lele, telur, bawang merah, hasil pertanian, hingga produk UMKM diharapkan memiliki jalur distribusi yang lebih dekat dan efisien.

Selain itu, pemerintah juga menurunkan bunga pinjaman ultra mikro Mekaar dari kisaran 22–24 persen menjadi 8 persen, sebagai bagian dari strategi memperluas akses pembiayaan rakyat kecil.

Kritik Tata Kelola dan Independensi Koperasi

Di balik optimisme tersebut, kritik terhadap KDMP terus mengemuka.

Sejumlah pengamat menilai desain program terlalu top-down atau sentralistis, sehingga berpotensi menyimpang dari prinsip dasar koperasi yang seharusnya tumbuh dari, oleh, dan untuk anggota.

Sebelumnya, narasi yang berkembang menyebut fase awal operasional KDMP tidak sepenuhnya berada di tangan desa, melainkan lebih banyak dikendalikan melalui skema yang ditetapkan pusat. Jika benar demikian, maka muncul pertanyaan tentang posisi desa: apakah sebagai subjek pembangunan atau sekadar pelaksana program.

Kritik juga muncul terkait proses pembentukan kepengurusan di beberapa daerah yang disebut kurang transparan dan memicu protes warga.

Selain itu, potensi beban administratif yang terlalu besar dikhawatirkan justru menghambat operasional koperasi di lapangan.

Dari sisi hukum, sejumlah kalangan menilai program sebesar ini membutuhkan landasan regulasi yang kuat, jelas, dan akuntabel agar tidak memunculkan persoalan di kemudian hari.

Sebab koperasi pada prinsipnya merupakan badan usaha independen berbasis anggota, bukan instrumen birokrasi semata.

Menelisik Program KDMP: Antara Solusi dan Tantangan

Meski kritik terus bermunculan, pemerintah menegaskan pengawasan ketat akan diterapkan.

Presiden Prabowo bahkan memperingatkan tidak akan mentoleransi penyalahgunaan kewenangan.

Siapapun yang melanggar, yang menyimpang, yang menyalahgunakan kewenangan akan kita bersihkan,” tegasnya.

Program KDMP memang menawarkan gagasan besar: membangun ekonomi desa yang mandiri, memperkuat distribusi pangan, dan menghadirkan akses ekonomi yang lebih merata.

Namun keberhasilannya akan sangat ditentukan oleh transparansi tata kelola, partisipasi masyarakat desa, mekanisme pengawasan yang sehat, serta kemampuan program beradaptasi dengan kebutuhan lokal yang beragam.

Jika terlalu sentralistis, koperasi berisiko kehilangan ruhnya. Namun jika dikelola dengan akuntabel dan benar-benar memberdayakan masyarakat, KDMP bisa menjadi salah satu eksperimen ekonomi desa terbesar dalam sejarah Indonesia. (kh/df) 

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerakan SOLARI Tasikmalaya Hidupkan Semangat Gotong Royong

    Gerakan SOLARI Tasikmalaya Hidupkan Semangat Gotong Royong

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Astaakona, BERITA TASIKMALAYA – Semangat kebersamaan kembali terasa kuat melalui Gerakan SOLARI Tasikmalaya yang dilaksanakan pada Jumat, 17 April 2026, di Kampung Pasir Angin, Kelurahan Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat perkotaan. Gerakan SOLARI, yang merupakan singkatan dari Selokan Lancar, Resik, dan Indah, tidak […]

  • SATAS EXPO 2025

    SATAS EXPO 2025: Merayakan Kreativitas dan Semangat Generasi Muda Tasikmalaya

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 49
    • 0Komentar

    astakona.com, ADVERTORIAL. Langkah kaki ratusan peserta Fun Run bergema di sepanjang jalan Kota Tasikmalaya, Sabtu pagi itu. Udara masih segar, tapi semangat mereka sudah menggelegar. Dari Alun-alun hingga halaman SMAN 1 Tasikmalaya, senyum dan tawa melebur menjadi satu. Hari itu bukan sekadar akhir pekan biasa. Hari itu adalah perayaan, sebuah momentum yang diberi nama SATAS […]

  • Dorong Partisipasi UMKM, Pemkot Tekankan Pentingnya Sensus Ekonomi 2026 di Tasikmalaya

    Dorong Partisipasi UMKM, Pemkot Tekankan Pentingnya Sensus Ekonomi 2026 di Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) mengajak seluruh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berperan aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Tasikmalaya. Ajakan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas, Sofian Zaenal Mutaqien, sebagai bagian dari upaya memperkuat basis data ekonomi daerah. […]

  • angka-pengangguran-tasikmalaya-2025-astakona

    Angka Pengangguran Tasikmalaya Masih Tinggi, Ini Strategi Pemerintah Kabupaten

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus menyiapkan berbagai langkah untuk menekan angka pengangguran yang hingga 2025 masih berada di kisaran puluhan ribu orang. Berdasarkan data pemerintah daerah, jumlah warga yang belum terserap ke dunia kerja tercatat mencapai sekitar 38 ribu orang. Angka tersebut menjadi perhatian serius mengingat jumlah penduduk Kabupaten Tasikmalaya mencapai sekitar […]

  • Jelang Lebaran, THR ASN Kota Tasikmalaya Belum Cair ?

    Jelang Lebaran, THR ASN Kota Tasikmalaya Belum Cair ?

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Suasana menjelang Hari Raya Idulfitri biasanya identik dengan meningkatnya aktivitas belanja masyarakat. Pusat perbelanjaan, pasar tradisional hingga toko pakaian mulai dipadati warga yang mempersiapkan kebutuhan Lebaran. Namun di tengah hiruk pikuk tersebut, sebagian aparatur sipil negara (ASN) di Kota Tasikmalaya masih menunggu kepastian pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini. Pemerintah […]

  • kejahatan debt collector

    Kekerasan Debt Collector: Posisikan Indonesia Darurat Kejahatan Kedua se-ASEAN

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 55
    • 0Komentar

    astakona.com, SOSIAL BUDAYA. Fenomena kekerasan oleh debt collector fintech atau pinjaman online (pinjol) kini mencapai titik darurat. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat 3.858 pengaduan resmi pada Juni 2025, mencakup intimidasi verbal, penyebaran data pribadi, hingga kekerasan fisik. Angka ini memperlihatkan jurang besar antara aturan penagihan yang berlaku dan praktik brutal di lapangan. Lonjakan Kasus, […]

expand_less