Lonjakan Pemudik 2026, Ancaman Sampah Mengintai Tasikmalaya

Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Arus mudik Lebaran 2026 diprediksi kembali membludak. Pergerakan masyarakat secara nasional diperkirakan mencapai 143,91 juta orang. Di balik euforia pulang kampung, ada satu persoalan yang kerap luput dari perhatian: lonjakan timbulan sampah yang diprediksi menyentuh 71,96 juta kilogram.
Lonjakan ini tentu bukan angka kecil. Kota-kota yang dilintasi jalur mudik, termasuk Tasikmalaya, berpotensi menghadapi tekanan besar, terutama di titik-titik keramaian seperti terminal, rest area, pusat kuliner, hingga kawasan permukiman yang menjadi tujuan pemudik.
Pemerintah pun telah mengantisipasi kondisi ini melalui Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 03 Tahun 2026 yang menekankan pentingnya pengendalian sampah selama periode Hari Raya Idulfitri 1447 H.

Tantangan Sampah di Tasikmalaya
Di Tasikmalaya sendiri, persoalan sampah bukan hal baru. Dalam beberapa tahun terakhir, volume sampah harian cenderung meningkat, terutama saat momen hari besar seperti Lebaran. Aktivitas konsumsi masyarakat naik drastis, diikuti oleh meningkatnya sampah plastik sekali pakai, sisa makanan, hingga limbah kemasan.
Sejumlah titik seperti pasar tradisional, kawasan wisata lokal, dan jalur utama mudik kerap menjadi lokasi penumpukan sampah. Tanpa pengelolaan dan antisipasi serta partisipasi aktif dari masyarakat hal ini akan berpotensi menjadikan beberapa titik baru TPS Liar. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini bukan hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kota Tasikmalaya, Feri Arif Maulana, mengatakan munculnya TPS liar tidak hanya disebabkan persoalan teknis pengangkutan sampah, tetapi juga rendahnya kesadaran sebagian masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan.
Selain itu, keterbatasan armada pengangkut serta luasnya wilayah pelayanan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas kebersihan di lapangan.
Peran Pemerintah Daerah
Mengacu pada kebijakan pusat, pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam mengendalikan sampah selama musim mudik. Beberapa langkah yang perlu dilakukan di antaranya:
- Mengawasi dan memfasilitasi pengelolaan sampah di jalur mudik dan daerah penyangga
- Menyediakan tempat sampah terpilah di fasilitas umum
- Mengoptimalkan pengangkutan sampah agar tidak terjadi penumpukan
- Menyediakan fasilitas pengolahan sampah di titik-titik strategis seperti rest area dan pusat kuliner
- Membentuk posko dan satuan tugas kebersihan selama periode H-7 hingga H+7 Lebaran
Langkah-langkah ini menjadi krusial untuk memastikan Tasikmalaya tetap bersih dan nyaman, baik bagi warga maupun para pemudik yang datang.
Peran Masyarakat dan Pemudik
Namun, upaya pemerintah tidak akan maksimal tanpa partisipasi aktif masyarakat. Di sinilah peran warga Tasikmalaya dan para pemudik menjadi sangat penting.
Ada beberapa langkah sederhana namun berdampak besar yang bisa dilakukan:
- Membawa botol minum atau tumbler untuk mengurangi sampah plastik
- Memilah sampah sesuai jenisnya
- Menggunakan tas belanja guna ulang
- Menghabiskan makanan untuk mengurangi limbah organik
- Membawa wadah makanan sendiri saat bepergian
Kebiasaan kecil ini, jika dilakukan secara kolektif, dapat secara signifikan menekan volume sampah selama mudik Lebaran 2026.
Ajakan Bersama Jaga Tasikmalaya
Momentum Lebaran sejatinya bukan hanya soal berkumpul dengan keluarga, tetapi juga tentang menjaga harmoni, termasuk dengan lingkungan. Kota Tasikmalaya yang bersih akan memberikan kesan positif bagi para pemudik sekaligus meningkatkan kenyamanan bersama.
Maka dari itu, mari jadikan mudik Lebaran 2026 sebagai momen perubahan. Bukan hanya pulang kampung, tetapi juga pulang dengan kesadaran baru untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
Tasikmalaya bukan hanya tempat singgah, tapi juga rumah yang harus dijaga bersama. Sedikit langkah dari kita, bisa berarti besar bagi kebersihan kota ini.(red)




