Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Viral! Warga Cirebon Diduga Jadi Korban Pengantin Pesanan di China, Pemprov Jabar Turun Tangan

Viral! Warga Cirebon Diduga Jadi Korban Pengantin Pesanan di China, Pemprov Jabar Turun Tangan

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA JABARKasus seorang perempuan asal Cirebon yang diduga menjadi korban pengantin pesanan di China tengah menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, korban meminta bantuan langsung kepada Gubernur Jawa Barat agar dapat dipulangkan ke Indonesia.

Merespons hal itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat melakukan penelusuran serta koordinasi lintas instansi guna memastikan keselamatan dan perlindungan hukum bagi korban.


Pemprov Jabar Pastikan Perlindungan untuk Korban Pengantin Pesanan

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat, Siska Gerfianti, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan awal terkait dugaan kasus korban pengantin pesanan tersebut.

Menurutnya, Pemprov Jabar berkomitmen memberikan perlindungan maksimal kepada setiap warga, terutama perempuan dan anak yang diduga menjadi korban kekerasan atau tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

“Pemprov Jawa Barat berkomitmen memberikan perlindungan kepada warga yang diduga menjadi korban kekerasan atau perdagangan orang,” ujarnya pada Sabtu (28/2/2026).

DP3AKB Jabar juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk menerima arahan langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk memastikan langkah-langkah penanganan dilakukan secara cepat dan tepat.


Koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri

Karena dugaan kasus korban pengantin pesanan ini terjadi di luar negeri, Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut melibatkan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI guna memastikan perlindungan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) di China.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Cirebon sebagai daerah asal korban juga memantau perkembangan kasus dan mendukung upaya pemulangan.

DP3AKB Jabar telah menghubungi korban untuk mendapatkan informasi lebih detail mengenai kronologi kejadian serta lokasi terkini di China. Langkah ini dilakukan untuk mempermudah proses pendampingan dan koordinasi diplomatik.

Pemprov Jabar juga menegaskan akan menyiapkan layanan pendampingan lanjutan, termasuk dukungan psikologis, bantuan sosial, serta proses reintegrasi apabila korban telah kembali ke Indonesia.


Video Viral Ungkap Kondisi Korban Pengantin Pesanan

Kasus ini mencuat setelah seorang perempuan bernama Vina (26), warga Cirebon, mengunggah video permohonan bantuan di media sosial. Dalam video tersebut, ia mengaku berada di China dan mengalami kekerasan fisik.

Ia juga menyebut paspornya ditahan dan tidak dapat kembali ke Indonesia. Dalam rekaman itu, Vina menyampaikan permintaan bantuan kepada Gubernur Jawa Barat agar dapat dipulangkan dengan selamat.

Pengakuan tersebut memicu reaksi luas dari masyarakat dan mendorong aparat pemerintah untuk segera melakukan verifikasi serta tindakan perlindungan.


Kronologi Dugaan Praktik Pengantin Pesanan

Kuasa hukum korban, Asep Maulana Hasanudin dari YLBHI Garuda Sakti, menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula ketika Vina bekerja di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta.

Saat itu, ia diduga difoto secara diam-diam oleh seorang warga negara China. Tidak lama kemudian, beberapa orang dari China mendatangi rumah korban di Cirebon untuk melamar dan meyakinkan keluarga.

Rombongan tersebut disebut terdiri dari Liu Guanggun, Zhang Haibi, Wang Jun, serta seorang WNI bernama Nisa Herman Susi. Mereka menjanjikan mahar serta uang bulanan untuk keluarga korban.

Sebagai seorang yatim piatu yang dibesarkan pamannya, Vina akhirnya menerima tawaran tersebut dengan harapan dapat membantu kondisi ekonomi keluarganya.

Namun setelah diterbangkan ke China pada Agustus 2025, situasi berubah drastis. Ia mengaku mengalami isolasi, perlakuan kasar, serta perilaku tidak wajar dari pria yang disebut sebagai calon suaminya, Wang Jun. Bahkan, pernikahan yang dijanjikan tidak dilakukan secara Islam, dan uang yang dijanjikan kepada keluarga pun tidak pernah diberikan.

Kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa Vina menjadi korban pengantin pesanan, praktik yang kerap dikaitkan dengan jaringan perdagangan orang lintas negara.


Dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)

Kasus korban pengantin pesanan sering kali memiliki pola yang mirip dengan tindak pidana perdagangan orang. Modusnya melibatkan janji pernikahan, mahar besar, atau jaminan ekonomi, namun berujung pada eksploitasi, kekerasan, dan pembatasan kebebasan.

Dalam konteks hukum Indonesia, praktik semacam ini dapat masuk dalam kategori TPPO apabila terbukti terdapat unsur perekrutan, pengiriman, penampungan, atau penerimaan seseorang dengan cara penipuan atau penyalahgunaan posisi rentan untuk tujuan eksploitasi.

Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum kini menunggu hasil verifikasi dan koordinasi diplomatik guna menentukan langkah hukum selanjutnya.


Pendampingan dan Harapan Pemulangan

Pemprov Jabar menegaskan bahwa keselamatan korban menjadi prioritas utama. Apabila proses pemulangan berhasil dilakukan, korban akan mendapatkan layanan pendampingan menyeluruh, mulai dari konseling psikologis, bantuan hukum, hingga pemulihan sosial.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran pernikahan dari luar negeri yang tidak melalui prosedur resmi dan transparan.

Publik kini menanti langkah konkret pemerintah dalam memulangkan korban pengantin pesanan tersebut serta memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lina Marlina Dorong BKMM Tasikmalaya Aktif Bangun Sinergi

    Lina Marlina Dorong BKMM Tasikmalaya Aktif Bangun Sinergi

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Badan Koordinasi Majelis Masjid (BKMM) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Barat, Lina Marlina, menegaskan bahwa pelantikan pengurus baru BKMM DMI Kota Tasikmalaya bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan titik awal kerja nyata untuk memperkuat peran masjid di tengah masyarakat. Hal itu disampaikan Lina usai menghadiri pelantikan pengurus PC […]

  • Sapi Kurban 1,4 Ton dari Presiden RI Disembelih di Tasikmalaya

    Sapi Kurban 1,4 Ton dari Presiden RI Disembelih di Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah membawa kebahagiaan tersendiri bagi warga Kampung Cibeas, Kelurahan Gunung Gede, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Seekor sapi kurban berbobot sekitar 1,4 ton bantuan Presiden Republik Indonesia menjadi pusat perhatian masyarakat saat prosesi penyembelihan berlangsung, Rabu (27/5/2026). Sejak pagi, ratusan warga memadati lokasi penyembelihan untuk menyaksikan langsung […]

  • Respon Cepat Damkar Ciamis Evakuasi Mobil Terperosok di Cikoneng

    Respon Cepat Damkar Ciamis Evakuasi Mobil Terperosok di Cikoneng

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA CIAMIS – Kesigapan petugas UPTD Damkar Ciamis kembali membantu masyarakat yang mengalami kondisi darurat di lapangan. Kali ini, petugas melakukan evakuasi mobil terperosok di Cikoneng setelah sebuah kendaraan pengangkut telur mengalami kendala saat melintasi jalan menanjak di wilayah Desa Cimari, Kecamatan Cikoneng, Minggu (31/5/2026) malam. Laporan kejadian diterima Mako UPTD Damkar Ciamis sekitar […]

  • Bocah Hilang di Bendungan Tangkolo, Pencarian Masih Terus Berlanjut

    Bocah Hilang di Bendungan Tangkolo, Pencarian Masih Terus Berlanjut

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA CIAMIS – Suasana haru dan cemas menyelimuti kawasan Bendungan Tangkolo, Desa Patakaharja, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, setelah seorang anak laki-laki berusia 8 tahun dilaporkan hilang saat bermain dan berenang di aliran Sungai Cijolang, Senin (8/6/2026). Hingga berita ini ditulis, pencarian terhadap korban masih terus dilakukan oleh warga bersama sejumlah relawan dan unsur terkait. […]

  • Popwilda 2026: Garut Seleksi Atlet Pelajar Terbaik

    Popwilda 2026: Garut Seleksi Atlet Pelajar Terbaik

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA GARUT – Kabupaten Garut mengirim sinyal serius jelang Popwilda Jawa Barat 2026. Tidak ingin sekadar menjadi peserta pelengkap, Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dispora dan BAPOPSI mulai menyiapkan kontingen terbaik lewat seleksi terbuka atlet pelajar yang digelar di SOR RAA Adiwijaya, Tarogong Kidul. Seleksi ini menjadi langkah awal dalam membangun tim yang kompetitif untuk […]

  • Syakur Ingin UMKM Pangan Garut Jadi Pemasok Makan Bergizi Gratis

    Syakur Ingin UMKM Pangan Garut Jadi Pemasok Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut mulai mendorong produk pangan lokal agar tidak hanya berhenti sebagai komoditas mentah, tetapi naik kelas menjadi produk olahan bernilai tambah yang mampu menembus pasar lebih luas, termasuk masuk dalam rantai pasok program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Komitmen tersebut disampaikan langsung Bupati Garut Abdusy Syakur Amin saat meninjau […]

expand_less