Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Viral! Warga Cirebon Diduga Jadi Korban Pengantin Pesanan di China, Pemprov Jabar Turun Tangan

Viral! Warga Cirebon Diduga Jadi Korban Pengantin Pesanan di China, Pemprov Jabar Turun Tangan

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 89
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA JABARKasus seorang perempuan asal Cirebon yang diduga menjadi korban pengantin pesanan di China tengah menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, korban meminta bantuan langsung kepada Gubernur Jawa Barat agar dapat dipulangkan ke Indonesia.

Merespons hal itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat melakukan penelusuran serta koordinasi lintas instansi guna memastikan keselamatan dan perlindungan hukum bagi korban.


Pemprov Jabar Pastikan Perlindungan untuk Korban Pengantin Pesanan

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat, Siska Gerfianti, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan awal terkait dugaan kasus korban pengantin pesanan tersebut.

Menurutnya, Pemprov Jabar berkomitmen memberikan perlindungan maksimal kepada setiap warga, terutama perempuan dan anak yang diduga menjadi korban kekerasan atau tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

“Pemprov Jawa Barat berkomitmen memberikan perlindungan kepada warga yang diduga menjadi korban kekerasan atau perdagangan orang,” ujarnya pada Sabtu (28/2/2026).

DP3AKB Jabar juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk menerima arahan langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk memastikan langkah-langkah penanganan dilakukan secara cepat dan tepat.


Koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri

Karena dugaan kasus korban pengantin pesanan ini terjadi di luar negeri, Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut melibatkan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI guna memastikan perlindungan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) di China.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Cirebon sebagai daerah asal korban juga memantau perkembangan kasus dan mendukung upaya pemulangan.

DP3AKB Jabar telah menghubungi korban untuk mendapatkan informasi lebih detail mengenai kronologi kejadian serta lokasi terkini di China. Langkah ini dilakukan untuk mempermudah proses pendampingan dan koordinasi diplomatik.

Pemprov Jabar juga menegaskan akan menyiapkan layanan pendampingan lanjutan, termasuk dukungan psikologis, bantuan sosial, serta proses reintegrasi apabila korban telah kembali ke Indonesia.


Video Viral Ungkap Kondisi Korban Pengantin Pesanan

Kasus ini mencuat setelah seorang perempuan bernama Vina (26), warga Cirebon, mengunggah video permohonan bantuan di media sosial. Dalam video tersebut, ia mengaku berada di China dan mengalami kekerasan fisik.

Ia juga menyebut paspornya ditahan dan tidak dapat kembali ke Indonesia. Dalam rekaman itu, Vina menyampaikan permintaan bantuan kepada Gubernur Jawa Barat agar dapat dipulangkan dengan selamat.

Pengakuan tersebut memicu reaksi luas dari masyarakat dan mendorong aparat pemerintah untuk segera melakukan verifikasi serta tindakan perlindungan.


Kronologi Dugaan Praktik Pengantin Pesanan

Kuasa hukum korban, Asep Maulana Hasanudin dari YLBHI Garuda Sakti, menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula ketika Vina bekerja di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta.

Saat itu, ia diduga difoto secara diam-diam oleh seorang warga negara China. Tidak lama kemudian, beberapa orang dari China mendatangi rumah korban di Cirebon untuk melamar dan meyakinkan keluarga.

Rombongan tersebut disebut terdiri dari Liu Guanggun, Zhang Haibi, Wang Jun, serta seorang WNI bernama Nisa Herman Susi. Mereka menjanjikan mahar serta uang bulanan untuk keluarga korban.

Sebagai seorang yatim piatu yang dibesarkan pamannya, Vina akhirnya menerima tawaran tersebut dengan harapan dapat membantu kondisi ekonomi keluarganya.

Namun setelah diterbangkan ke China pada Agustus 2025, situasi berubah drastis. Ia mengaku mengalami isolasi, perlakuan kasar, serta perilaku tidak wajar dari pria yang disebut sebagai calon suaminya, Wang Jun. Bahkan, pernikahan yang dijanjikan tidak dilakukan secara Islam, dan uang yang dijanjikan kepada keluarga pun tidak pernah diberikan.

Kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa Vina menjadi korban pengantin pesanan, praktik yang kerap dikaitkan dengan jaringan perdagangan orang lintas negara.


Dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)

Kasus korban pengantin pesanan sering kali memiliki pola yang mirip dengan tindak pidana perdagangan orang. Modusnya melibatkan janji pernikahan, mahar besar, atau jaminan ekonomi, namun berujung pada eksploitasi, kekerasan, dan pembatasan kebebasan.

Dalam konteks hukum Indonesia, praktik semacam ini dapat masuk dalam kategori TPPO apabila terbukti terdapat unsur perekrutan, pengiriman, penampungan, atau penerimaan seseorang dengan cara penipuan atau penyalahgunaan posisi rentan untuk tujuan eksploitasi.

Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum kini menunggu hasil verifikasi dan koordinasi diplomatik guna menentukan langkah hukum selanjutnya.


Pendampingan dan Harapan Pemulangan

Pemprov Jabar menegaskan bahwa keselamatan korban menjadi prioritas utama. Apabila proses pemulangan berhasil dilakukan, korban akan mendapatkan layanan pendampingan menyeluruh, mulai dari konseling psikologis, bantuan hukum, hingga pemulihan sosial.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran pernikahan dari luar negeri yang tidak melalui prosedur resmi dan transparan.

Publik kini menanti langkah konkret pemerintah dalam memulangkan korban pengantin pesanan tersebut serta memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menelisik Program KDMP: Ambisi Besar Prabowo Bangun Ekonomi Desa

    Menelisik Program KDMP: Ambisi Besar Prabowo Bangun Ekonomi Desa

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA NASIONAL— Menelisik Program KDMP atau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi penting di tengah ambisi besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto membangun ekonomi berbasis desa. Program yang diresmikan serentak melalui operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) ini digadang-gadang menjadi mesin baru penggerak ekonomi rakyat, namun di saat yang sama menuai kritik soal tata kelola, […]

  • Sorotan Kondisi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya, Pedagang Desak Revitalisasi Nyata

    Sorotan Kondisi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya, Pedagang Desak Revitalisasi Nyata

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Denyut aktivitas di Pasar Cikurubuk masih tetap berlangsung seperti biasanyai. Pedagang sayur, sembako, daging hingga pakaian tetap membuka lapaknya seperti biasa. Namun di balik ramainya transaksi, kondisi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya saat ini dinilai tengah menghadapi tekanan serius. Sebagai pasar tradisional terbesar di Kota Tasikmalaya, Cikurubuk selama ini dikenal sebagai pusat distribusi bahan […]

  • Cuaca Ekstrem di Tasikmalaya: Kesigapan BPBD Diandalkan

    Cuaca Ekstrem di Tasikmalaya: Kesigapan BPBD Diandalkan

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Gelombang cuaca ekstrem di Tasikmalaya yang terjadi pada Jumat, 27 Maret 2026, dan Sabtu, 28 Maret 2026 memicu berbagai kejadian darurat di sejumlah titik. Namun di tengah kondisi tersebut, kesigapan tim gabungan yang dipimpin oleh BPBD Kota Tasikmalaya menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak yang lebih luas. Hujan deras disertai angin […]

  • Dorong Partisipasi UMKM, Pemkot Tekankan Pentingnya Sensus Ekonomi 2026 di Tasikmalaya

    Dorong Partisipasi UMKM, Pemkot Tekankan Pentingnya Sensus Ekonomi 2026 di Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) mengajak seluruh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berperan aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Tasikmalaya. Ajakan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas, Sofian Zaenal Mutaqien, sebagai bagian dari upaya memperkuat basis data ekonomi daerah. […]

  • DPRD dan Pengelola Sepakat, Polemik Padel Tasikmalaya Mereda

    DPRD dan Pengelola Sepakat, Polemik Padel Tasikmalaya Mereda

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Polemik perizinan lapangan padel di Kota Tasikmalaya menunjukkan dinamika yang bergerak cepat. Setelah sorotan DPRD mencuat dan memicu perhatian publik, pertemuan resmi akhirnya digelar untuk memastikan kejelasan data serta arah kebijakan yang akan ditempuh. Pertemuan tersebut menjadi ruang klarifikasi terbuka antara Komisi III DPRD dan para pengelola lapangan padel. Fokus utama […]

  • Pelajar Tasikmalaya Tembus Hackclub Campfire, Minim Dukungan Jadi Catatan

    Pelajar Tasikmalaya Tembus Hackclub Campfire, Minim Dukungan Jadi Catatan

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Langkah Arkanurrizky A.H (14) menuju Jakarta bukan sekadar perjalanan mengikuti lomba. Siswa SMP Negeri 1 Tasikmalaya ini menjadi salah satu peserta dalam ajang Hackclub Campfire yang digelar di Perpustakaan Jakarta Cikini pada 28 Februari hingga 1 Maret 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Hack Club tersebut diikuti sekitar 90 peserta, mayoritas berasal […]

expand_less