Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Viral! Warga Cirebon Diduga Jadi Korban Pengantin Pesanan di China, Pemprov Jabar Turun Tangan

Viral! Warga Cirebon Diduga Jadi Korban Pengantin Pesanan di China, Pemprov Jabar Turun Tangan

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA JABARKasus seorang perempuan asal Cirebon yang diduga menjadi korban pengantin pesanan di China tengah menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, korban meminta bantuan langsung kepada Gubernur Jawa Barat agar dapat dipulangkan ke Indonesia.

Merespons hal itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat melakukan penelusuran serta koordinasi lintas instansi guna memastikan keselamatan dan perlindungan hukum bagi korban.


Pemprov Jabar Pastikan Perlindungan untuk Korban Pengantin Pesanan

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat, Siska Gerfianti, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan awal terkait dugaan kasus korban pengantin pesanan tersebut.

Menurutnya, Pemprov Jabar berkomitmen memberikan perlindungan maksimal kepada setiap warga, terutama perempuan dan anak yang diduga menjadi korban kekerasan atau tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

“Pemprov Jawa Barat berkomitmen memberikan perlindungan kepada warga yang diduga menjadi korban kekerasan atau perdagangan orang,” ujarnya pada Sabtu (28/2/2026).

DP3AKB Jabar juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk menerima arahan langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk memastikan langkah-langkah penanganan dilakukan secara cepat dan tepat.


Koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri

Karena dugaan kasus korban pengantin pesanan ini terjadi di luar negeri, Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut melibatkan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI guna memastikan perlindungan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) di China.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Cirebon sebagai daerah asal korban juga memantau perkembangan kasus dan mendukung upaya pemulangan.

DP3AKB Jabar telah menghubungi korban untuk mendapatkan informasi lebih detail mengenai kronologi kejadian serta lokasi terkini di China. Langkah ini dilakukan untuk mempermudah proses pendampingan dan koordinasi diplomatik.

Pemprov Jabar juga menegaskan akan menyiapkan layanan pendampingan lanjutan, termasuk dukungan psikologis, bantuan sosial, serta proses reintegrasi apabila korban telah kembali ke Indonesia.


Video Viral Ungkap Kondisi Korban Pengantin Pesanan

Kasus ini mencuat setelah seorang perempuan bernama Vina (26), warga Cirebon, mengunggah video permohonan bantuan di media sosial. Dalam video tersebut, ia mengaku berada di China dan mengalami kekerasan fisik.

Ia juga menyebut paspornya ditahan dan tidak dapat kembali ke Indonesia. Dalam rekaman itu, Vina menyampaikan permintaan bantuan kepada Gubernur Jawa Barat agar dapat dipulangkan dengan selamat.

Pengakuan tersebut memicu reaksi luas dari masyarakat dan mendorong aparat pemerintah untuk segera melakukan verifikasi serta tindakan perlindungan.


Kronologi Dugaan Praktik Pengantin Pesanan

Kuasa hukum korban, Asep Maulana Hasanudin dari YLBHI Garuda Sakti, menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula ketika Vina bekerja di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta.

Saat itu, ia diduga difoto secara diam-diam oleh seorang warga negara China. Tidak lama kemudian, beberapa orang dari China mendatangi rumah korban di Cirebon untuk melamar dan meyakinkan keluarga.

Rombongan tersebut disebut terdiri dari Liu Guanggun, Zhang Haibi, Wang Jun, serta seorang WNI bernama Nisa Herman Susi. Mereka menjanjikan mahar serta uang bulanan untuk keluarga korban.

Sebagai seorang yatim piatu yang dibesarkan pamannya, Vina akhirnya menerima tawaran tersebut dengan harapan dapat membantu kondisi ekonomi keluarganya.

Namun setelah diterbangkan ke China pada Agustus 2025, situasi berubah drastis. Ia mengaku mengalami isolasi, perlakuan kasar, serta perilaku tidak wajar dari pria yang disebut sebagai calon suaminya, Wang Jun. Bahkan, pernikahan yang dijanjikan tidak dilakukan secara Islam, dan uang yang dijanjikan kepada keluarga pun tidak pernah diberikan.

Kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa Vina menjadi korban pengantin pesanan, praktik yang kerap dikaitkan dengan jaringan perdagangan orang lintas negara.


Dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)

Kasus korban pengantin pesanan sering kali memiliki pola yang mirip dengan tindak pidana perdagangan orang. Modusnya melibatkan janji pernikahan, mahar besar, atau jaminan ekonomi, namun berujung pada eksploitasi, kekerasan, dan pembatasan kebebasan.

Dalam konteks hukum Indonesia, praktik semacam ini dapat masuk dalam kategori TPPO apabila terbukti terdapat unsur perekrutan, pengiriman, penampungan, atau penerimaan seseorang dengan cara penipuan atau penyalahgunaan posisi rentan untuk tujuan eksploitasi.

Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum kini menunggu hasil verifikasi dan koordinasi diplomatik guna menentukan langkah hukum selanjutnya.


Pendampingan dan Harapan Pemulangan

Pemprov Jabar menegaskan bahwa keselamatan korban menjadi prioritas utama. Apabila proses pemulangan berhasil dilakukan, korban akan mendapatkan layanan pendampingan menyeluruh, mulai dari konseling psikologis, bantuan hukum, hingga pemulihan sosial.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran pernikahan dari luar negeri yang tidak melalui prosedur resmi dan transparan.

Publik kini menanti langkah konkret pemerintah dalam memulangkan korban pengantin pesanan tersebut serta memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Balik Gemerlap Tasikmalaya, Ada Anak yang Bertahan Hidup

    Di Balik Gemerlap Tasikmalaya, Ada Anak yang Bertahan Hidup

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Pusat Kota Tasikmalaya terlihat hidup saat malam. Deretan tempat makan penuh, kendaraan nyaris tak terputus, dan percakapan terdengar di setiap sudut jalan. Kota ini tampak bergerak, tumbuh, dan berkembang. Namun di sela-sela denyut ekonomi itu, seorang anak perempuan berdiri tanpa alas apa pun selain harapan. Ia bukan pengamen. Bukan pedagang kecil. […]

  • merger xl axiata dan smartfren

    SPXL Sampaikan Aspirasi Terkait Rencana Merger XL Axiata dan Smartfren

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 16
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA EKONOMI & BISNIS. Wacana merger antara XL Axiata dan Smartfren yang semakin dekat memunculkan berbagai respons, salah satunya dari kalangan karyawan yang tergabung dalam Serikat Pekerja XL Axiata (SPXL). Melalui sejumlah agenda resmi, SPXL menyampaikan aspirasi sekaligus menegaskan dukungan terhadap merger, dengan syarat utama bahwa kesejahteraan karyawan tetap menjadi prioritas utama. Sharing Session: […]

  • Situasi Nepal Hari Ini

    Situasi Nepal Terkini, DPR Desak Pemerintah Siapkan Evakuasi WNI

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 26
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA POLITIK. Situasi Nepal terkini terus menjadi perhatian internasional setelah krisis politik dan konflik sosial semakin memanas. Menyikapi kondisi ini, anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB, Taufiq Abdullah, mendesak pemerintah Indonesia untuk segera menyiapkan langkah mitigasi, termasuk kemungkinan evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) di Nepal. “Jika keadaan semakin tidak menentu dan membahayakan keselamatan […]

  • Efisiensi Birokrasi vs Kebutuhan Digital Tasikmalaya

    Efisiensi Birokrasi vs Kebutuhan Digital Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Astakona, OPINI – Di tengah arus digitalisasi yang semakin tak terelakkan, Kabupaten Tasikmalaya justru menghadapi dilema klasik: antara efisiensi birokrasi dan kebutuhan penguatan sektor komunikasi serta informatika. Kebijakan penggabungan Kominfo dengan Dishub menjadi simbol dari tarik-menarik kepentingan tersebut. Dalam kerangka Peran Kominfo dalam Pemerintah Daerah, kebijakan ini tidak bisa dipandang sebagai langkah administratif biasa. Ia […]

  • Ketika Pedagang Pasar Cikurubuk Tak Lagi Didengar

    Ketika Pedagang Pasar Cikurubuk Tak Lagi Didengar

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Situasi di kawasan Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, kembali menjadi sorotan. Sejumlah pedagang mengaku kecewa karena berbagai keluhan yang mereka sampaikan selama beberapa waktu terakhir dinilai belum mendapat respons memadai dari pihak terkait. Keluhan tersebut berkaitan dengan beberapa persoalan yang dirasakan langsung oleh pedagang, mulai dari kondisi fasilitas pasar, dampak kebijakan relokasi, […]

  • Toko Sen Sen Tasikmalaya

    Usai Didemo, Toko Sen Sen Tasikmalaya Harus Tutup!

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Aksi demonstrasi pedagang Pasar Cikurubuk di Kota Tasikmalaya berujung keputusan tegas dari pemerintah daerah. Toko Sen Sen Tasikmalaya harus tutup sementara setelah pemerintah mengakui adanya pelanggaran izin usaha dan bangunan. Aksi yang digelar Forum Masyarakat Peduli Pasar Cikurubuk itu berlangsung di depan Toko Sen Sen pada Senin (9/3/2026). Sejak sekitar pukul 09.45 WIB, […]

expand_less