Padepokan Maung Hideung Perluas Jejak di Kota Santri

Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Padepokan Maung Hideung resmi memperluas kiprahnya di Kota Tasikmalaya. Dewan Pengurus Daerah (DPD) Padepokan Silat Pusaka Maung Hideung Kota Tasikmalaya dilantik langsung oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP), Minggu (25/1/2026). Pelantikan yang digelar di Perum Mutiara Citra RW 12, Kecamatan Indihiang, ini menjadi penanda penting berkembangnya organisasi seni bela diri tradisional tersebut di wilayah perkotaan.
Bagi Kota Tasikmalaya yang selama ini dikenal sebagai kota santri sekaligus kota budaya, kehadiran padepokan maung hideung bukan sekadar seremoni organisasi. Lebih dari itu, ini menjadi bagian dari upaya menjaga denyut pencak silat sebagai warisan budaya sekaligus sarana pembinaan generasi muda di tengah tantangan zaman.
Acara pelantikan dihadiri berbagai unsur, mulai dari pemerintah, tokoh budaya, perguruan silat, hingga perwakilan masyarakat. Kehadiran lintas elemen ini menunjukkan bahwa pencak silat masih memiliki ruang strategis dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Tasikmalaya.
Empat Kecamatan, Satu Visi Pelestarian Budaya
DPD Padepokan Maung Hideung Kota Tasikmalaya kini tercatat telah berkembang di empat kecamatan, yakni Cihideung, Mangkubumi, Kawalu, dan Indihiang. Ekspansi ini menjadi sinyal meningkatnya minat masyarakat terhadap pencak silat, tidak hanya sebagai olahraga bela diri, tetapi juga sebagai identitas budaya lokal.
Pelantikan pengurus dilakukan langsung oleh DPP Padepokan Maung Hideung dan diresmikan Camat Indihiang, Hendro Haryoko, S.IP., MM. Sejumlah perguruan silat turut hadir, di antaranya SPS Pataruman, SPS Padayungan, Waringin Ligar, Gajah Putih, Perisai Diri, Pajajaran, Trah Karsid, hingga Ligar Kencana Galunggung. Kehadiran lintas perguruan ini mencerminkan iklim silat yang relatif cair dan terbuka di Tasikmalaya.
Dari unsur pemerintah daerah, tampak hadir perwakilan Disporabudpar, Kesbangpol, Ketua IPSI dan PPSI Kota Tasikmalaya, Kepala Dinas Tenaga Kerja, jajaran Polsek Indihiang, hingga anggota DPRD Kota Tasikmalaya. Konstelasi ini menunjukkan bahwa padepokan maung hideung tidak berdiri sendiri, melainkan mulai masuk dalam ekosistem pembinaan budaya yang lebih luas.
Silat Tak Sekadar Jurus, Tapi Pembinaan Karakter
Camat Indihiang, Hendro Haryoko, dalam sambutannya menegaskan bahwa pencak silat memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter generasi muda. Menurutnya, padepokan tidak hanya berfungsi sebagai tempat latihan fisik, tetapi juga ruang pembinaan nilai-nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan ketahanan sosial.
“Kami mendukung penuh keberadaan Padepokan Maung Hideung sebagai bagian dari pelestarian budaya dan pembinaan generasi muda,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua DPP Padepokan Maung Hideung, Oki Siliwangi, menekankan pentingnya tanggung jawab moral dalam pengembangan organisasi. Ia mengingatkan bahwa padepokan maung hideung harus menjadi ruang pendidikan karakter, bukan sekadar ajang pertunjukan atau adu kemampuan.
“Silat adalah jalan pendidikan. Pengurus harus menjadi teladan dan menjaga nilai luhur warisan leluhur,” tegasnya.
Pagelaran Silat, Tanda Regenerasi Berjalan
Pelantikan ditutup dengan pagelaran silat yang dibawakan murid-murid padepokan maung hideung Kota Tasikmalaya. Jurus-jurus khas Sunda yang ditampilkan menjadi simbol regenerasi sekaligus bukti bahwa pembinaan berjalan aktif hingga tingkat akar rumput.
Antusiasme penonton menunjukkan bahwa pencak silat masih memiliki tempat di hati masyarakat. Ke depan, kehadiran padepokan maung hideung diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas pembinaan, serta berkontribusi nyata dalam menjaga identitas budaya Kota Tasikmalaya di tengah arus modernisasi. (red)



