Satu Pohon, Satu Harapan: Swasembada Pangan Tasikmalaya Dimulai dari Sekolah

Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Puluhan siswa tampak antusias menggenggam bibit tanaman di halaman sekolah mereka. Momen sederhana itu menandai langkah besar Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam membangun swasembada pangan Tasikmalaya melalui program satu siswa satu pohon.
Program yang diresmikan Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, ini menyasar sekolah sebagai ruang tumbuh kesadaran pangan dan lingkungan.
Menanam Pohon, Menanam Kesadaran
Bagi Bupati Cecep, menanam pohon bukan hanya tentang penghijauan. Lebih dari itu, ini adalah upaya menanam nilai kemandirian dan tanggung jawab sejak dini.
“Kami ingin anak-anak mencintai tanaman, memahami pangan, dan ikut menjaga keseimbangan alam,” ujarnya di hadapan siswa dan guru.
Program ini juga menjadi bagian dari kebijakan Tasik Hejo yang bertujuan menjaga pasokan dan stabilitas harga pangan daerah.
Sekolah Jadi Laboratorium Pangan
Empat sekolah di Kecamatan Cikalong menjadi titik awal gerakan ini. Para siswa tidak hanya menanam, tetapi juga diajak memahami manfaat tanaman, proses pertumbuhan, hingga keterkaitannya dengan kebutuhan pangan masyarakat.
Konsep ini menjadikan sekolah sebagai laboratorium hidup swasembada pangan yang aplikatif dan berkelanjutan.
Harapan untuk Masa Depan Tasikmalaya
Dengan dukungan Yayasan Swatantra Pangan Nusantara dan berbagai pemangku kepentingan, program ini diharapkan berkembang luas ke seluruh wilayah Tasikmalaya.
Jika konsisten dijalankan, langkah kecil dari halaman sekolah ini diyakini akan menjadi fondasi kuat bagi swasembada pangan Tasikmalaya di masa depan (red)




