Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Tambang Freeport Papua: Berkah bagi Investor, Kutukan bagi Masyarakat Adat

Tambang Freeport Papua: Berkah bagi Investor, Kutukan bagi Masyarakat Adat

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
  • visibility 114
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

astakona.com, BERITA LINGKUNGAN HIDUP. Kisah panjang tambang Freeport Papua selalu menimbulkan kontroversi. Sejak masa pemerintahan Orde Baru di bawah Soeharto, Freeport McMoran, perusahaan asal Amerika Serikat, berhasil menancapkan pengaruhnya di bumi Papua melalui eksploitasi sumber daya alam berskala besar.

Strategi Orde Baru yang membuka keran investasi asing setelah Indonesia beralih orientasi dari blok timur ke blok barat, memberi ruang bagi Freeport untuk masuk. Di tahun 1967, perusahaan tambang raksasa itu mulai beroperasi di kawasan Ertsberg, Mimika. Tidak lama berselang, eksplorasi menemukan lokasi baru bernama Grasberg, yang menyimpan cadangan emas, perak, dan tembaga dalam jumlah luar biasa.

Bagi Freeport dan elite penguasa saat itu, kehadiran tambang membawa keuntungan besar. Laporan Majalah Tempo pada 1999 mencatat, hanya dalam beberapa tahun setelah beroperasi, Freeport sudah mengantongi laba bersih puluhan juta dolar. Bahkan setelah Grasberg ditemukan pada 1988, potensi keuntungan melonjak hingga 1,8 miliar dolar AS setiap tahunnya. Freeport juga menjadi penyumbang pajak terbesar di era Orba.

Namun, cerita manis bagi investor dan pemerintah tidak berlaku bagi masyarakat adat Papua. Sejak awal, tambang Freeport Papua dianggap membawa lebih banyak mudarat ketimbang manfaat. Komunitas seperti suku Amungme menyaksikan sumber penghidupan mereka hancur. Limbah tambang (tailing) yang mencapai 40 juta ton per tahun dibuang ke Sungai Ajkwa dan Danau Wanagon, merusak ekosistem air dan menghancurkan mata pencaharian tradisional.

Pengamat lingkungan hidup, Yani Sagaroa, menilai dampak kerusakan yang ditimbulkan Freeport sangat spektakuler, bukan hanya di mata masyarakat Indonesia, tetapi juga dunia internasional. Menurutnya, eksploitasi yang masif ini menghasilkan kemiskinan struktural di kalangan masyarakat adat. Mereka kehilangan lahan, sumber pangan, sekaligus hak dasar untuk hidup sehat.

“Tidak pernah ada cerita masyarakat di sekitar tambang menjadi sejahtera. Justru yang terjadi adalah pemiskinan yang luar biasa,” ungkap Yani, yang pernah menjabat di Dewan Nasional WALHI (2008–2012). Ia menambahkan, rekrutmen pekerja di tambang pun diskriminatif, karena mayoritas didatangkan dari luar Papua bahkan luar negeri, sehingga masyarakat lokal tersisih.

Perlawanan masyarakat adat Papua pun lahir dari kondisi tersebut. Tokoh seperti Mama Yosefa Alomang dan Tom Beanal menjadi simbol perjuangan suku Amungme menentang ketidakadilan yang mereka alami. Namun, meski sebagian saham Freeport belakangan diambil alih oleh Indonesia, kesejahteraan masyarakat adat tidak banyak berubah.

Pada akhirnya, sejarah panjang tambang Freeport Papua adalah potret ganda: di satu sisi menjadi berkah ekonomi bagi investor dan pemerintah pusat, di sisi lain meninggalkan jejak kerusakan lingkungan, pemiskinan, dan konflik sosial yang membekas dalam kehidupan masyarakat asli Papua. (Astakona.com/AA)

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Persib vs Persijap, Polisi Siaga Full Pengamanan

    Jelang Persib vs Persijap, Polisi Siaga Full Pengamanan

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Polres Tasikmalaya menyiapkan skema pengamanan khusus menyambut pertandingan Persib Bandung vs Persijap Jepara yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5/2026). Meski laga berlangsung di Kota Bandung, kepolisian memprediksi euforia suporter di wilayah Tasikmalaya tetap berpotensi menimbulkan keramaian hingga gangguan ketertiban. Fokus pengamanan diarahkan pada potensi nonton bareng […]

  • SAGARUT Permudah Layanan Publik Garut dalam Satu Aplikasi

    SAGARUT Permudah Layanan Publik Garut dalam Satu Aplikasi

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA GARUT – Transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut terus diperkuat melalui pengembangan SAGARUT Garut, sebuah aplikasi terpadu yang dirancang untuk menghubungkan berbagai layanan publik dalam satu platform. Kehadiran aplikasi ini diharapkan mampu mempermudah masyarakat mengakses layanan pemerintahan tanpa harus berpindah-pindah sistem atau mendatangi banyak kantor pelayanan. Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam kegiatan […]

  • Kebakaran Dini Hari Hanguskan Rumah Warga di Rancah, Kerugian Capai Rp50 Juta

    Kebakaran Dini Hari Hanguskan Rumah Warga di Rancah, Kerugian Capai Rp50 Juta

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA CIAMIS – Sebuah rumah milik warga di Dusun Bunigirang, Desa Situmandala, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, hangus terbakar dalam peristiwa yang terjadi pada Selasa (9/6/2026) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp50 juta. Rumah yang terbakar diketahui milik Eman Sulaeman. Kobaran api pertama kali diketahui […]

  • KAOP 2 Bandung Momentum Maulid Nabi 2025

    KAI Daop 2 Bandung Sediakan 102 Ribu Kursi untuk Libur Panjang Maulid Nabi 2025

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 108
    • 0Komentar

    astakona.com, ADVERTORIAL. Menyambut libur panjang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Jumat, 5 September 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 (Daop 2) Bandung menyiapkan sebanyak 102.760 kursi untuk perjalanan Kereta Api Jarak Jauh. Fasilitas ini berlaku selama periode angkutan lima hari, mulai Kamis (4/9) hingga Senin (8/9), guna mengantisipasi lonjakan penumpang yang […]

  • kejahatan debt collector

    Kekerasan Debt Collector: Posisikan Indonesia Darurat Kejahatan Kedua se-ASEAN

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 112
    • 0Komentar

    astakona.com, SOSIAL BUDAYA. Fenomena kekerasan oleh debt collector fintech atau pinjaman online (pinjol) kini mencapai titik darurat. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat 3.858 pengaduan resmi pada Juni 2025, mencakup intimidasi verbal, penyebaran data pribadi, hingga kekerasan fisik. Angka ini memperlihatkan jurang besar antara aturan penagihan yang berlaku dan praktik brutal di lapangan. Lonjakan Kasus, […]

  • Menteri PPPA RI Hadiri Dialog Ketahanan Keluarga di RSIA Tasikmalaya, Bahas Isu Kekerasan dan Pelecehan

    Menteri PPPA RI Hadiri Dialog Ketahanan Keluarga di RSIA Tasikmalaya, Bahas Isu Kekerasan dan Pelecehan

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Ratusan peserta dari berbagai organisasi perempuan mengikuti dialog terbuka bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI yang berlangsung di RSIA Tasikmalaya. Kegiatan yang berlangsung hampir lima jam tersebut mengangkat tema Dialog Ketahanan Keluarga Tasikmalaya, dengan fokus pada penguatan peran keluarga dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang terjadi di masyarakat. […]

expand_less