Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Polisi Tetapkan 3 Mahasiswa Jadi Tersangka, KDM Minta Dibebaskan

Polisi Tetapkan 3 Mahasiswa Jadi Tersangka, KDM Minta Dibebaskan

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

astakona.com, PERISTIWA. Ketegangan antara aparat penegak hukum dan kalangan mahasiswa di Jawa Barat memasuki babak baru. Tiga mahasiswa asal Cirebon dan Indramayu resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Cirebon usai aksi demonstrasi pada Sabtu (30/9/2025) berakhir ricuh. Penetapan tersangka ini mendapat sorotan tajam setelah Kang Dedi Mulyadi (KDM) minta mahasiswa dibebaskan dalam pernyataan politiknya di Gedung Sate, Bandung.

Ketiga mahasiswa berinisial AJP, IU, dan BAK ditahan di sel Polresta Cirebon. Mereka dikenakan pasal berlapis, mulai dari Pasal 170 KUHP tentang tindak kekerasan terhadap barang, hingga Pasal 362 dan 363 KUHP mengenai pencurian dengan pemberatan maupun pencurian biasa. Ancaman hukuman yang menanti tidak main-main: maksimal tujuh tahun penjara jika terbukti bersalah.

Dalam rilis resmi kepolisian, ketiganya diidentifikasi secara terbuka. AJP, mahasiswa asal Desa Anjatan Baru, Kabupaten Indramayu, lahir pada 28 Desember 2003. IU, mahasiswa berusia 21 tahun, berdomisili di Kelurahan Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Cirebon, lahir 2 Juni 2004. Sedangkan BAK, mahasiswa muda berusia 19 tahun, lahir di Bandung 16 Maret 2006, tercatat sebagai warga Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon.

Penyidikan saat ini masih berjalan. Polisi melakukan pemeriksaan intensif terhadap ketiga mahasiswa tersebut sembari menyusun berkas perkara untuk dilimpahkan ke kejaksaan. Meski begitu, banyak pihak menilai kasus ini bisa berdampak besar pada hubungan antara aparat keamanan dan gerakan mahasiswa di Jawa Barat.

KDM Desak Polisi Hentikan Kriminalisasi Mahasiswa

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) tampil dengan sikap berbeda. Dalam agenda Mimbar Mahasiswa di Gedung Sate, Bandung, Rabu (3/9/2025), KDM secara tegas menyuarakan agar mahasiswa yang ditahan segera dibebaskan.
“Anak-anak yang masih ditahan harus segera dibebaskan. Tidak hanya di Polda, tetapi juga di seluruh Polres dan Polres Metro di Jawa Barat,” ucapnya lantang.

Menurut KDM, penyampaian aspirasi di jalanan merupakan bagian dari kebebasan demokrasi. Karena itu, ia menilai langkah penahanan mahasiswa justru berpotensi memperlebar jurang komunikasi antara pemerintah, aparat, dan generasi muda. “Unjuk rasa adalah ruang ekspresi, bukan alasan untuk memenjarakan mahasiswa,” tambahnya.

Pernyataan KDM minta mahasiswa dibebaskan ini memunculkan kontras dengan sikap aparat kepolisian. Jika kepolisian kukuh membawa kasus ke ranah hukum, pemerintah provinsi justru mengedepankan pendekatan dialog dan pembinaan.

Kerusuhan di Cirebon Jadi Latar Belakang

Penetapan tersangka ini tak lepas dari kerusuhan besar yang pecah di Kabupaten Cirebon, Sabtu (30/8/2025). Aksi yang awalnya berupa unjuk rasa damai di kawasan Alun-Alun Pataraksa, Kecamatan Sumber, berujung ricuh. Lebih dari 500 orang terlibat.

Massa bergerak menuju kompleks kantor DPRD Kabupaten Cirebon sambil membawa kayu, batu, hingga pecahan bata. Tidak lama kemudian, mereka melempari gedung DPRD, menjebol pintu, merusak ruangan, bahkan menjarah sejumlah barang inventaris. Situasi kian parah ketika api membakar sebagian bangunan DPRD.

Aparat kepolisian yang berjaga mengaku sempat kewalahan menghadapi jumlah massa yang jauh lebih besar. Kendali baru pulih setelah pasukan tambahan dikerahkan. Sejumlah orang berhasil diamankan di lokasi, termasuk tiga mahasiswa yang kini berstatus tersangka.

Kapolresta Cirebon, Kombes Sumarni, menegaskan penyidikan masih berlangsung. Polisi tengah menelusuri peran masing-masing pelaku, bahkan kemungkinan adanya aktor intelektual yang menggerakkan massa.
“Kami sudah mengamankan beberapa orang. Penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap dalang di balik peristiwa ini. Kami akan menindak tegas siapa pun yang terbukti menjadi provokator,” tegasnya.

Mahasiswa Jadi Simbol Perlawanan

Kasus ini kian menyedot perhatian publik karena terjadi setelah rangkaian aksi serentak di berbagai daerah Jawa Barat sejak Agustus 2025. Banyak mahasiswa ditangkap, sebagian dibebaskan, namun sebagian lainnya masih mendekam di tahanan. Tiga mahasiswa Cirebon–Indramayu kini menjadi simbol tarik menarik kepentingan: antara ketegasan hukum yang dipegang kepolisian dengan seruan politik moral dari KDM.

Jika suara KDM minta mahasiswa dibebaskan diabaikan, dikhawatirkan tensi politik di Jawa Barat bisa meningkat, apalagi menjelang tahun politik. Sebaliknya, jika aparat mengakomodasi seruan tersebut, akan muncul perdebatan baru tentang penegakan hukum dan konsistensi aparat dalam menindak kerusuhan.

Kini, publik menunggu bagaimana kelanjutan proses hukum tiga mahasiswa tersebut: apakah mereka akan menghadapi persidangan dengan ancaman vonis berat, ataukah desakan KDM akan membuka jalan menuju pembebasan. (Astakona.com/AA)

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan Pungli Damkar Banjar, BPBD Beri Klarifikasi

    Dugaan Pungli Damkar Banjar, BPBD Beri Klarifikasi

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA BANJAR – Polemik mengenai Dugaan Pungli Damkar Banjar dalam kegiatan penyemprotan air saat acara perpisahan siswa SMPN 1 Banjarsari, Kabupaten Ciamis, terus bergulir. Setelah ramai diperbincangkan di media sosial dan grup percakapan, Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar, Ruhimat, akhirnya memberikan penjelasan terkait peristiwa yang memicu sorotan publik tersebut. Menurut Ruhimat, kegiatan penyemprotan air […]

  • Identitas Pria di Rel Kereta Ciawi Masih Diselidiki

    Identitas Pria di Rel Kereta Ciawi Masih Diselidiki

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Misteri pria di rel kereta Ciawi yang ditemukan meninggal dunia di kawasan bawah jembatan rel kereta api, Desa Pasirhuni, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, masih menjadi fokus penyelidikan aparat kepolisian. Hingga Kamis (4/6/2026), identitas korban belum berhasil dipastikan. Penemuan jasad tersebut sempat membuat warga sekitar terkejut. Korban yang diketahui berjenis kelamin laki-laki […]

  • Respon Cepat Damkar Ciamis Evakuasi Mobil Terperosok di Cikoneng

    Respon Cepat Damkar Ciamis Evakuasi Mobil Terperosok di Cikoneng

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA CIAMIS – Kesigapan petugas UPTD Damkar Ciamis kembali membantu masyarakat yang mengalami kondisi darurat di lapangan. Kali ini, petugas melakukan evakuasi mobil terperosok di Cikoneng setelah sebuah kendaraan pengangkut telur mengalami kendala saat melintasi jalan menanjak di wilayah Desa Cimari, Kecamatan Cikoneng, Minggu (31/5/2026) malam. Laporan kejadian diterima Mako UPTD Damkar Ciamis sekitar […]

  • Rukyatul Hilal Kota Banjar: Hilal Tak Terlihat

    Rukyatul Hilal Kota Banjar: Hilal Tak Terlihat

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA BANJAR — Pemantauan rukyatul hilal untuk menentukan awal Zulhijah 1447 Hijriah di kawasan Gunung Putri Lapas Banjar, Kota Banjar, berlangsung tertib dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Meski hilal tidak berhasil terlihat akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung, awal bulan Zulhijah tetap resmi ditetapkan berdasarkan hasil rukyat nasional. Kegiatan pemantauan hilal tersebut digelar […]

  • Pawai Tarhib 1 Muharam Pamarican Dihadiri Ribuan Warga

    Pawai Tarhib 1 Muharam Pamarican Dihadiri Ribuan Warga

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA CIAMIS – Pawai Tarhib 1 Muharam Pamarican berlangsung meriah dan sukses menyedot perhatian masyarakat. Ribuan warga dari berbagai desa di Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, turun ke jalan untuk menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Selasa (16/6/2026). Kegiatan yang telah menjadi tradisi tahunan tersebut tidak hanya menjadi ajang perayaan pergantian tahun dalam kalender […]

  • Kebakaran Hebat Hanguskan Cafe & Resto Pamugaran Lounge di Pangandaran

    Kebakaran Hebat Hanguskan Cafe & Resto Pamugaran Lounge di Pangandaran

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA PANGANDARAN – Kebakaran hebat melanda Cafe & Resto Pamugaran Lounge yang berada di kawasan Kampung Turis, Kabupaten Pangandaran, Kamis sore (21/5/2026). Kobaran api yang membesar dengan cepat melahap sebagian besar bangunan, memicu kepanikan pengunjung dan karyawan, serta menyedot perhatian ratusan warga yang berdatangan ke lokasi. Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. […]

expand_less