Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sudut Pandang » Tasik Darurat Pengangkut Sampah?

Tasik Darurat Pengangkut Sampah?

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, TASIKMALAYA — Saat sebagian besar warga Kota Tasikmalaya masih tertidur lelap, sejumlah orang justru sudah memulai pekerjaannya dalam gelap dan dingin dini hari. Mereka bukan pejabat, bukan pula profesi yang sering mendapat sorotan. Mereka adalah sopir truk sampah dan para petugas pengangkut sampah, orang-orang yang setiap hari menjaga kota tetap bersih dari gunungan limbah rumah tangga.

Pekerjaan mereka dimulai ketika kota belum benar-benar bangun.

Dengan sarung tangan seadanya, sepatu yang mulai usang, dan aroma menyengat yang nyaris tak pernah lepas dari tubuh, mereka mendatangi TPS demi TPS. Dalam kondisi hujan ataupun terik matahari, para petugas harus mengangkat karung-karung sampah, mendorong gerobak berat, hingga memindahkan tumpukan limbah yang sudah meluber ke jalan.

Tak sedikit yang harus bekerja sambil menahan mual akibat bau busuk bercampur air lindi.

Namun ironisnya, perjuangan mereka sering luput dari perhatian.

Menjaga Kota Tetap Bersih dengan Tenaga yang Kian Terbatas

Di tengah meningkatnya volume sampah Kota Tasikmalaya, beban petugas pengangkut sampah disebut semakin berat. Armada pengangkut yang tidak bertambah signifikan membuat ritase pengangkutan harus dipaksakan maksimal setiap hari.

Akibatnya, para sopir dan petugas lapangan kerap bekerja lebih lama dari biasanya.

Ketika satu armada rusak dan masuk bengkel, beban pekerjaan otomatis berpindah ke armada lain yang masih beroperasi. Artinya, ritase bertambah, waktu kerja memanjang, dan tenaga mereka semakin terkuras.

“Kota terus memproduksi sampah, tapi armada pengangkut tertinggal.”

Kalimat itu bukan lagi sekadar kritik, melainkan realita yang dirasakan langsung para petugas di lapangan.

Bekerja Saat Orang Lain Menjauh

Ada ironi yang jarang disadari banyak orang. Sampah adalah sesuatu yang ingin dijauhkan semua orang, tetapi para petugas kebersihan justru harus berada paling dekat dengannya setiap hari.

Mereka menyentuh sampah yang membusuk. Menghirup udara bercampur limbah. Berdiri di antara lalat, genangan air kotor, dan bau menyengat yang terkadang menempel hingga pulang ke rumah.

Bahkan saat hujan turun, pekerjaan mereka tidak berhenti.

Dalam kondisi jalan licin dan kendaraan penuh muatan, mereka tetap harus mengejar ritase agar TPS tidak berubah menjadi lautan sampah. Sebab keterlambatan beberapa jam saja bisa membuat sampah meluber ke badan jalan dan memicu keluhan warga.

Namun di balik kerja berat itu, mereka sering hanya dianggap “petugas sampah”.

Padahal, tanpa mereka, Kota Tasikmalaya mungkin akan lumpuh oleh sampahnya sendiri.

Pulang Membawa Lelah dan Aroma Sampah

Tak sedikit petugas yang harus berangkat sejak dini hari dan baru kembali ketika matahari mulai tinggi. Tubuh mereka penuh debu, pakaian basah oleh keringat dan air sampah, sementara tenaga terkuras oleh pekerjaan fisik yang berat.

Ada yang harus tetap bekerja meski sedang kurang sehat. Ada pula yang tetap turun ke lapangan demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Mereka bekerja dalam kondisi yang sering jauh dari kata nyaman, tetapi tetap datang setiap hari karena sadar: jika mereka berhenti, kota akan cepat dipenuhi tumpukan sampah.

Di sisi lain, persoalan operasional seperti keterbatasan BBM, perawatan kendaraan, ban aus, hingga armada tua menjadi tantangan yang terus membayangi.

Ketika kendaraan mogok, yang pertama kali merasakan dampaknya bukan hanya warga, tetapi para petugas sendiri yang harus menanggung tambahan pekerjaan.

Garda Terlupakan di Balik Bersihnya Kota

Banyak orang menikmati jalanan bersih setiap pagi tanpa pernah benar-benar memikirkan siapa yang bekerja keras membersihkannya.

Padahal di balik wajah Kota Tasikmalaya yang tampak rapi, ada perjuangan sunyi para pengangkut sampah yang setiap hari bertaruh tenaga, kesehatan, bahkan keselamatan demi menjaga kota tetap nyaman dihuni.

Mereka bukan sekadar pengangkut sampah.

Mereka adalah garda paling depan yang mencegah kota ini tenggelam dalam krisis sampah. (fd) 

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Ciamis Minta Bobotoh Jaga Kondusivitas

    Kapolres Ciamis Minta Bobotoh Jaga Kondusivitas

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA CIAMIS – Menjelang pertandingan terakhir Persib Bandung menghadapi Persijap Jepara yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Mei 2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Polres Ciamis mengimbau masyarakat, khususnya para Bobotoh, untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah. Imbauan tersebut disampaikan langsung Kapolres Ciamis AKBP H. Hidayatullah, S.H., S.I.K., M.Si., di […]

  • Warga Gagalkan Aksi Nekad Seorang Pria di Jembatan Cirahong

    Warga Gagalkan Aksi Nekad Seorang Pria di Jembatan Cirahong

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Kepedulian warga berhasil mencegah terjadinya peristiwa yang berpotensi merenggut nyawa seorang pria di kawasan Jembatan Cirahong, Selasa (2/6/2026). Peristiwa tersebut sempat mengundang perhatian pengguna jalan dan masyarakat yang melintas di salah satu jalur penghubung Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis itu. Berdasarkan informasi yang beredar di lokasi kejadian, seorang pria diduga berada […]

  • bencana di kabupaten tasikmalaya (2)

    Sepanjang Oktober, 13 Bencana di Kabupaten Tasikmalaya Terdata BPBD

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA PERISTIWA. Catatan bencana di Kabupaten Tasikmalaya pada Oktober 2025 kembali menegaskan kerentanan wilayah ini terhadap fenomena hidrometeorologi. Berdasarkan laporan yang dipublikasikan BPBD Kabupaten Tasikmalaya per 4 November 2025, tercatat 13 kejadian bencana terjadi dalam satu bulan terakhir. Peristiwa yang paling sering adalah angin kencang yang terjadi 7 kali di berbagai titik. Disusul 4 kejadian […]

  • Lonjakan Harta Kepala Bapenda Ciamis Jadi Sorotan, Publik Tunggu Klarifikasi

    Lonjakan Harta Kepala Bapenda Ciamis Jadi Sorotan, Publik Tunggu Klarifikasi

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA CIAMIS – Perubahan signifikan dalam data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Ciamis menjadi perhatian publik. Dalam LHKPN tersebut, terlihat lonjakan harta Kepala Bapenda Ciamis tersebut mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Sorotan muncul setelah data pelaporan menunjukkan adanya peningkatan total kekayaan dalam jumlah cukup besar dalam […]

  • kdm minta mahasiswa cirebon dibebaskan

    Polisi Tetapkan 3 Mahasiswa Jadi Tersangka, KDM Minta Dibebaskan

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    astakona.com, PERISTIWA. Ketegangan antara aparat penegak hukum dan kalangan mahasiswa di Jawa Barat memasuki babak baru. Tiga mahasiswa asal Cirebon dan Indramayu resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Cirebon usai aksi demonstrasi pada Sabtu (30/9/2025) berakhir ricuh. Penetapan tersangka ini mendapat sorotan tajam setelah Kang Dedi Mulyadi (KDM) minta mahasiswa dibebaskan dalam pernyataan politiknya di […]

  • Ratusan Pelajar Tasikmalaya Dibekali Produksi Musik Digital, Siap Masuki Industri Kreatif

    Ratusan Pelajar Tasikmalaya Dibekali Produksi Musik Digital, Siap Masuki Industri Kreatif

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Perkembangan industri kreatif berbasis digital membuka peluang baru bagi generasi muda untuk berkarya sekaligus menciptakan sumber penghasilan. Peluang tersebut menjadi salah satu fokus dalam Seminar Industri Musik dan Ekonomi Kreatif Berbasis Digital Tahap 1 yang diikuti ratusan pelajar SMA, SMK, dan sederajat di Kota Tasikmalaya, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di […]

expand_less