Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sudut Pandang » Tasik Darurat Pengangkut Sampah?

Tasik Darurat Pengangkut Sampah?

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • visibility 41
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, TASIKMALAYA — Saat sebagian besar warga Kota Tasikmalaya masih tertidur lelap, sejumlah orang justru sudah memulai pekerjaannya dalam gelap dan dingin dini hari. Mereka bukan pejabat, bukan pula profesi yang sering mendapat sorotan. Mereka adalah sopir truk sampah dan para petugas pengangkut sampah, orang-orang yang setiap hari menjaga kota tetap bersih dari gunungan limbah rumah tangga.

Pekerjaan mereka dimulai ketika kota belum benar-benar bangun.

Dengan sarung tangan seadanya, sepatu yang mulai usang, dan aroma menyengat yang nyaris tak pernah lepas dari tubuh, mereka mendatangi TPS demi TPS. Dalam kondisi hujan ataupun terik matahari, para petugas harus mengangkat karung-karung sampah, mendorong gerobak berat, hingga memindahkan tumpukan limbah yang sudah meluber ke jalan.

Tak sedikit yang harus bekerja sambil menahan mual akibat bau busuk bercampur air lindi.

Namun ironisnya, perjuangan mereka sering luput dari perhatian.

Menjaga Kota Tetap Bersih dengan Tenaga yang Kian Terbatas

Di tengah meningkatnya volume sampah Kota Tasikmalaya, beban petugas pengangkut sampah disebut semakin berat. Armada pengangkut yang tidak bertambah signifikan membuat ritase pengangkutan harus dipaksakan maksimal setiap hari.

Akibatnya, para sopir dan petugas lapangan kerap bekerja lebih lama dari biasanya.

Ketika satu armada rusak dan masuk bengkel, beban pekerjaan otomatis berpindah ke armada lain yang masih beroperasi. Artinya, ritase bertambah, waktu kerja memanjang, dan tenaga mereka semakin terkuras.

“Kota terus memproduksi sampah, tapi armada pengangkut tertinggal.”

Kalimat itu bukan lagi sekadar kritik, melainkan realita yang dirasakan langsung para petugas di lapangan.

Bekerja Saat Orang Lain Menjauh

Ada ironi yang jarang disadari banyak orang. Sampah adalah sesuatu yang ingin dijauhkan semua orang, tetapi para petugas kebersihan justru harus berada paling dekat dengannya setiap hari.

Mereka menyentuh sampah yang membusuk. Menghirup udara bercampur limbah. Berdiri di antara lalat, genangan air kotor, dan bau menyengat yang terkadang menempel hingga pulang ke rumah.

Bahkan saat hujan turun, pekerjaan mereka tidak berhenti.

Dalam kondisi jalan licin dan kendaraan penuh muatan, mereka tetap harus mengejar ritase agar TPS tidak berubah menjadi lautan sampah. Sebab keterlambatan beberapa jam saja bisa membuat sampah meluber ke badan jalan dan memicu keluhan warga.

Namun di balik kerja berat itu, mereka sering hanya dianggap “petugas sampah”.

Padahal, tanpa mereka, Kota Tasikmalaya mungkin akan lumpuh oleh sampahnya sendiri.

Pulang Membawa Lelah dan Aroma Sampah

Tak sedikit petugas yang harus berangkat sejak dini hari dan baru kembali ketika matahari mulai tinggi. Tubuh mereka penuh debu, pakaian basah oleh keringat dan air sampah, sementara tenaga terkuras oleh pekerjaan fisik yang berat.

Ada yang harus tetap bekerja meski sedang kurang sehat. Ada pula yang tetap turun ke lapangan demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Mereka bekerja dalam kondisi yang sering jauh dari kata nyaman, tetapi tetap datang setiap hari karena sadar: jika mereka berhenti, kota akan cepat dipenuhi tumpukan sampah.

Di sisi lain, persoalan operasional seperti keterbatasan BBM, perawatan kendaraan, ban aus, hingga armada tua menjadi tantangan yang terus membayangi.

Ketika kendaraan mogok, yang pertama kali merasakan dampaknya bukan hanya warga, tetapi para petugas sendiri yang harus menanggung tambahan pekerjaan.

Garda Terlupakan di Balik Bersihnya Kota

Banyak orang menikmati jalanan bersih setiap pagi tanpa pernah benar-benar memikirkan siapa yang bekerja keras membersihkannya.

Padahal di balik wajah Kota Tasikmalaya yang tampak rapi, ada perjuangan sunyi para pengangkut sampah yang setiap hari bertaruh tenaga, kesehatan, bahkan keselamatan demi menjaga kota tetap nyaman dihuni.

Mereka bukan sekadar pengangkut sampah.

Mereka adalah garda paling depan yang mencegah kota ini tenggelam dalam krisis sampah. (fd) 

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Main Proyek Sekolah, Oknum ASN Tasikmalaya Dilaporkan

    Diduga Main Proyek Sekolah, Oknum ASN Tasikmalaya Dilaporkan

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Seorang pengusaha asal Bandung, Hadian Suhendik, melaporkan dugaan tindak pidana penipuan ke Polres Tasikmalaya Kota. Laporan tersebut menyeret nama seorang perempuan berinisial RS, yang diketahui merupakan oknum aparatur sipil negara (ASN) aktif di salah satu kecamatan di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Laporan resmi itu tercatat dengan nomor LP/B/45/I/2026/SPKT/Polres Tasikmalaya Kota/Polda Jawa […]

  • SWAKKA - Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif

    SWAKKA: Komunitas Baru bagi Wartawan dan Konten Kreator

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 26
    • 0Komentar

    astakona.com, EDITORIAL. Sebuah komunitas baru bernama SWAKKA disepakati untuk berdiri oleh perwakilan sejumlah media di wilayah Priangan Timur. Kesepakatan itu lahir setelah diskusi panjang selama hampir empat jam, Rabu (5/11/2025), di Kota Tasikmalaya. SWAKKA merupakan singkatan dari Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif. Kata Sawala diambil dari bahasa Sunda yang berarti musyawarah atau ruang bertukar pikiran. Nama itu dipilih karena […]

  • Siapa Gus Irfan

    Siapa Gus Irfan? Profil Menteri Haji dan Umrah Baru Kabinet Prabowo

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 41
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA POLITIK & PEMERINTAHAN. Pelantikan Mochamad Irfan Yusuf atau yang lebih dikenal dengan Gus Irfan sebagai Menteri Haji dan Umrah oleh Presiden Prabowo Subianto pada 8 September 2025 menjadi sorotan publik. Banyak yang bertanya-tanya, siapa Gus Irfan dan bagaimana rekam jejaknya hingga dipercaya oleh Presiden RI Prabowo Subianto untuk menduduki jabatan strategis ini? Gus […]

  • WFH bagi ASN Usai Lebaran 2026: Solusi Hemat BBM atau Sekadar Ilusi Kebijakan?

    WFH bagi ASN Usai Lebaran 2026: Solusi Hemat BBM atau Sekadar Ilusi Kebijakan?

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA NASIONAL – Pemerintah resmi menggulirkan kebijakan WFH bagi ASN selama satu hari dalam sepekan mulai setelah Lebaran 2026. Langkah ini diklaim sebagai strategi menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak global. Namun di balik klaim efisiensi energi, kebijakan ini mulai menuai keraguan. Sejumlah pihak menilai, tanpa pengawasan ketat, WFH berpotensi […]

  • korban banjir bali

    Korban Banjir Bali: 9 Tewas dan Ratusan Warga Terkena Dampaknya

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 38
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA PERISTIWA. Banjir besar yang melanda beberapa wilayah di Pulau Bali mengakibatkan 9 orang meninggal dunia, sementara 2 orang lainnya dilaporkan hilang. Menurut laporan terkini dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana banjir yang terjadi pada Selasa malam (9/9) tersebut juga menyebabkan lebih dari 200 keluarga atau sekitar 620 jiwa terdampak. Kejadian ini telah […]

  • bahaya artificial intelligence

    15 Bahaya AI: Potensi Ancaman yang Perlu Diwaspadai

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 43
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA TEKNOLOGI. Artificial Intelligence (AI) telah menjadi salah satu tren teknologi yang sangat mempengaruhi berbagai sektor kehidupan. Kehadirannya memberikan banyak manfaat, seperti meningkatkan efisiensi pekerjaan manusia dan mempermudah banyak aspek dalam kehidupan. Namun, di balik potensi positifnya, ada bahaya AI yang harus diperhatikan dan diwaspadai dengan serius. Meskipun teknologi ini menawarkan kemudahan, jika tidak […]

expand_less