Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » RSUD Dewi Kartika Tasikmalaya Resmi Beroperasi, Tapi…

RSUD Dewi Kartika Tasikmalaya Resmi Beroperasi, Tapi…

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA TASIKMALAYAPemerintah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, resmi membuka pelayanan rumah sakit umum daerah tipe D, RSUD Dewi Kartika Tasikmalaya, yang berlokasi di Jalan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, sejak Desember 2024. Kehadiran rumah sakit ini diharapkan menjadi solusi layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah selatan, timur, hingga perbatasan Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

Dengan berdirinya RSUD Dewi Kartika Tasikmalaya, masyarakat tidak lagi harus menempuh jarak lebih jauh untuk mendapatkan layanan medis di RSUD Dr Soekardjo. Harapannya, beban pasien dapat terdistribusi dan akses layanan kesehatan semakin merata.

Namun, realitas di lapangan berbicara lain.


Polemik Operasional dan Kritik Publik

Polemik operasional RSUD Dewi Kartika Tasikmalaya kembali mencuat ke permukaan. Sejumlah elemen masyarakat melontarkan kritik keras terhadap manajemen pembangunan serta pelayanan rumah sakit milik Pemerintah Kota Tasikmalaya tersebut.

Bahkan, muncul kritik tajam yang menyebut rumah sakit ini sebagai “monumen kegagalan perencanaan dan pembiaran aset publik”. Pernyataan itu bukan tanpa alasan.

Sejak resmi beroperasi, RSUD Dewi Kartika Tasikmalaya hingga kini belum dapat melayani pasien peserta BPJS Kesehatan. Kondisi ini menjadi sorotan serius, mengingat mayoritas masyarakat sangat bergantung pada layanan BPJS untuk mendapatkan akses pengobatan yang terjangkau.


Terkendala Ventilator, Kerja Sama BPJS Belum Terwujud

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr. Asep Hendra Hendriana, mengungkapkan bahwa kendala utama belum optimalnya pelayanan adalah masalah ventilator. Alat tersebut tidak dapat digunakan karena terlalu lama menganggur dan kini sudah discontinue.

Ketiadaan ventilator ini menjadi penghambat utama kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Padahal, kelengkapan alat kesehatan merupakan salah satu syarat mutlak agar rumah sakit dapat menjalin kemitraan dengan BPJS.

Artinya, selama persoalan alat kesehatan belum tuntas, RSUD Dewi Kartika Tasikmalaya belum bisa melayani pasien BPJS secara penuh.


DPRD Dorong Evaluasi Menyeluruh

Kondisi ini mendapat perhatian dari DPRD Kota Tasikmalaya. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Yadi Mulyadi, menilai persoalan utama terletak pada belum lengkapnya alat kesehatan yang menjadi syarat kerja sama dengan BPJS.

“Memang belum lengkap. Kalau anggarannya sudah stabil, baru bisa dioptimalkan,” ujar Yadi pada Selasa, 24 Februari 2026.

Yadi juga menyoroti kontras antara fisik bangunan dengan kualitas layanan yang belum optimal. Menurutnya, dari sisi infrastruktur, RSUD Dewi Kartika Tasikmalaya bahkan terlihat lebih representatif dibanding sejumlah puskesmas di sekitarnya.

“Gedungnya paling bagus, fasilitasnya luar biasa. Tapi belum bisa optimal,” katanya.

Pernyataan tersebut mempertegas bahwa persoalan utama bukan pada bangunan, melainkan pada manajemen perencanaan dan pemenuhan standar operasional layanan kesehatan.


Sorotan Tajam dari Elemen Masyarakat

Kritik juga datang dari Ketua Umum PD Pemuda Persatuan Umat Islam (PUI) Kota Tasikmalaya, Fikri Dikriansyah, S.Hum. Ia menyebut kondisi ini sebagai ironi di tengah kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan.

“Bangunan megah bernama RSUD Dewi Kartika berdiri, tetapi tidak bisa melayani masyarakat yang berobat karena belum bisa menggunakan BPJS. Salah satu alasannya adalah mandeknya pengadaan ventilator,” ujarnya.

Fikri menilai kondisi tersebut sebagai penanda buruknya sistem pengelolaan di Kota Tasikmalaya. Menurutnya, keberadaan pegawai dan gedung yang representatif seharusnya sejalan dengan kesiapan layanan.

“Gedung megah, pegawai ada, tapi tidak bisa melayani pasien BPJS. Ini sangat ironis,” tegasnya.

Ia bahkan melontarkan pernyataan keras bahwa jika rumah sakit tersebut tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya, lebih baik disewakan saja daripada menjadi aset publik yang tidak optimal.


Ujian Serius Tata Kelola Layanan Publik

Kasus RSUD Dewi Kartika Tasikmalaya menjadi cermin penting tata kelola layanan publik di daerah. Pembangunan fisik tanpa perencanaan matang pada aspek operasional berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran sekaligus kekecewaan publik.

Di tengah tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang cepat dan terjangkau, keterlambatan optimalisasi layanan BPJS tentu menjadi persoalan mendasar. Pemerintah Kota Tasikmalaya kini dihadapkan pada ujian serius: memastikan rumah sakit ini benar-benar berfungsi sebagai solusi, bukan sekadar simbol pembangunan.

Jika tidak segera dibenahi, polemik RSUD Dewi Kartika Tasikmalaya bisa terus berkembang menjadi isu kepercayaan publik yang lebih luas. (red)

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Identitas Pria di Rel Kereta Ciawi Masih Diselidiki

    Identitas Pria di Rel Kereta Ciawi Masih Diselidiki

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Misteri pria di rel kereta Ciawi yang ditemukan meninggal dunia di kawasan bawah jembatan rel kereta api, Desa Pasirhuni, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, masih menjadi fokus penyelidikan aparat kepolisian. Hingga Kamis (4/6/2026), identitas korban belum berhasil dipastikan. Penemuan jasad tersebut sempat membuat warga sekitar terkejut. Korban yang diketahui berjenis kelamin laki-laki […]

  • Ular Sanca di Ciamis Masuk Kandang Ayam, Damkar Evakuasi

    Ular Sanca di Ciamis Masuk Kandang Ayam, Damkar Evakuasi

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA CIAMIS – Kemunculan ular sanca di Ciamis kembali menghebohkan warga. Seekor ular sanca sepanjang sekitar 2,2 meter ditemukan berada di dalam kandang ayam milik warga di Dusun Sarayuda, Desa Kertaharja, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jumat (5/6/2026) pagi. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Nuhrawan (59), pemilik kandang ayam, saat hendak memberi pakan ternaknya. […]

  • udang indonesia tidak terkontaminasi

    Ekspor Udang Indonesia Aman Dikonsumsi, Standar Keamanan Pangan Diperkuat

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA EKONOMI & BISNIS. Industri perudangan nasional memastikan bahwa ekspor udang Indonesia tetap berada dalam koridor standar keamanan pangan internasional. Pernyataan ini disampaikan oleh Shrimp Club Indonesia (SCI) menyusul temuan adanya kandungan Cesium-137 atau zat radioaktif pada sebagian kecil produk udang mentah beku yang diekspor ke Amerika Serikat. Ketua Umum SCI, Andi Tamsil, menegaskan […]

  • Kebakaran Pabrik Cobek Kayu Tasikmalaya Picu Kerusakan Parah

    Kebakaran Pabrik Cobek Kayu Tasikmalaya Picu Kerusakan Parah

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Aktivitas produksi di sebuah sentra pembuatan cobek kayu di Kecamatan Tamansari mendadak terhenti setelah Kebakaran Pabrik Cobek Kayu Tasikmalaya terjadi pada Kamis (11/6/2026) dini hari. Kobaran api yang muncul saat suasana masih sepi menyebabkan sebagian bangunan dan area produksi mengalami kerusakan cukup berat. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Ciwaas Depok II, […]

  • Dugaan Money Politic dalam Pilkades Desa Pasirtamiang Ciamis

    Dugaan Money Politic dalam Pilkades Desa Pasirtamiang Ciamis

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA CIAMIS – Pelaksanaan Pilkades PAW Desa Pasirtamiang, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, tengah menjadi sorotan masyarakat. Suasana yang awalnya berjalan tenang kini berubah penuh dinamika setelah muncul dugaan pelanggaran yang menyeret proses pemilihan kepala desa antar waktu tersebut. Perbincangan warga mulai ramai sejak adanya laporan keberatan dari salah satu calon kepala desa kepada panitia […]

  • Program Garut Berhaji Permudah Warga Siapkan Ibadah Haji

    Program Garut Berhaji Permudah Warga Siapkan Ibadah Haji

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut menjadikan momentum peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai sarana memperkuat edukasi keagamaan sekaligus mengenalkan Program Garut Berhaji kepada masyarakat. Program tersebut diharapkan dapat membantu warga merencanakan ibadah haji lebih awal di tengah tingginya antrean keberangkatan haji nasional. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Agung Garut, Kecamatan Garut Kota, […]

expand_less