Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pedagang Cikurubuk Layangkan Surat, Pemkot Tasikmalaya Ditunggu Bertindak

Pedagang Cikurubuk Layangkan Surat, Pemkot Tasikmalaya Ditunggu Bertindak

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
  • visibility 35
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Polemik penataan Pasar Tradisional Cikurubuk kini memasuki babak baru. Tidak lagi sebatas pernyataan di ruang publik, Perkumpulan Himpunan Pedagang Pasar Tasikmalaya (HIPPATAS) secara resmi mengajukan tuntutan tertulis kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Langkah administratif ini dinilai sebagai bentuk keseriusan pedagang dalam mendorong percepatan kebijakan. Di tengah belum terlihatnya progres konkret di lapangan, surat resmi tersebut menjadi sinyal bahwa para pedagang menginginkan kejelasan arah penataan pasar rakyat terbesar di Tasikmalaya itu.

Sebelumnya, tokoh masyarakat Jawa Barat, KH Miftah Fauzi, telah menyampaikan bahwa ribuan pedagang masih menunggu langkah nyata dari Pemkot Tasikmalaya. Meski komunikasi dengan wali kota dan wakil wali kota disebut berjalan baik, hingga Kamis (12/02/2026), kebijakan teknis yang benar-benar diterapkan belum terlihat secara signifikan.

Dalam konteks inilah, tuntutan tertulis pedagang menjadi sorotan publik sekaligus ujian sinergi media dengan pemerintah dalam mengawal kebijakan berbasis aspirasi masyarakat.


Surat Resmi Bernomor dan Dukungan Kolektif

HIPPATAS melayangkan surat bernomor 005/B/Perk-HIPPTAS/PUB/I/2026 tertanggal 29 Januari 2026 perihal Usulan Solusi Kebijakan Penataan dan Pengelolaan Pasar Tradisional Cikurubuk. Surat tersebut ditujukan langsung kepada Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan dan secara garis besar memuat tuntutan para pedagang di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya.

Dokumen itu ditandatangani Ketua HIPPATAS H. Achmad Jahid, S.H., dan Wakil Ketua H. Jaenudin. Tidak hanya itu, dua tokoh masyarakat, KH Miftah Fauzi dan H. Sigit Wahyu Nandika, turut membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk legitimasi moral.

Yang memperkuat posisi surat tersebut, lebih dari 100 pedagang Pasar Cikurubuk ikut menandatangani dokumen dukungan. Ini menunjukkan bahwa aspirasi yang disampaikan bukan suara perorangan, melainkan kehendak kolektif pelaku usaha pasar rakyat.

Tembusan surat juga dikirimkan kepada DPRD Kota Tasikmalaya, aparat penegak hukum, serta dinas teknis terkait. Artinya, jalur administratif telah ditempuh secara resmi dan terbuka.


Empat Tuntutan Konkret Pedagang

Dalam surat tersebut, HIPPATAS merinci empat poin utama yang dinilai mendesak.

1. Pembenahan Infrastruktur dan Fasilitas

Pedagang mencatat terdapat 14 ruas jalan di area pasar dengan total luas 13.880 meter persegi yang membutuhkan perbaikan bertahap. Selain itu, jaringan drainase seluas 3.600 meter persegi perlu dinormalisasi untuk mencegah genangan dan menurunkan risiko banjir.

Penataan parkir terpadu juga menjadi tuntutan, mengingat Pasar Cikurubuk menampung 2.772 kios dan los serta sekitar 5.000 pedagang kaki lima (PKL). Tanpa manajemen parkir yang jelas, kemacetan dan ketidaktertiban dinilai akan terus berulang.

2. Keseimbangan Usaha dan Penataan PKL

Pedagang meminta pengaturan zona dan jam operasional PKL, maksimal hingga pukul 07.00 WIB. Selain itu, mereka menyoroti perlunya pengaturan jarak dan kuota toko modern sesuai regulasi yang berlaku.

Pengawasan bersama juga diusulkan untuk mencegah persaingan tidak sehat antara pedagang kecil, PKL, pedagang grosir, dan ritel modern.

3. Iklim Perdagangan yang Sehat

Salah satu poin yang cukup tegas adalah larangan bagi pedagang grosir untuk menjual barang secara eceran langsung kepada konsumen. Praktik ini dinilai merugikan pedagang kecil yang menggantungkan hidup dari penjualan eceran.

4. Peninjauan Kenaikan Retribusi

HIPPATAS juga meminta peninjauan kembali kebijakan kenaikan tarif retribusi pelayanan pasar. Pedagang menilai kebijakan tersebut perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi pelaku usaha kecil yang belum sepenuhnya pulih.


Bukan Konfrontasi, Tapi Desakan Solusi

KH Miftah Fauzi menegaskan bahwa langkah ini bukan bentuk konfrontasi terhadap pemerintah daerah.

“Kami tidak mencari siapa yang salah. Kami hanya ingin pasar ini ditata dengan adil dan profesional. Kalau regulasi sudah ada, mari kita jalankan dengan konsisten,” ujarnya.

Menurutnya, Pasar Cikurubuk adalah ruang hidup ribuan keluarga. Kebijakan yang diambil harus mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha besar dan perlindungan pedagang kecil.

Ia juga menegaskan bahwa pedagang tetap membuka ruang dialog. “Kalau semua pihak mau duduk satu meja, Pasar Cikurubuk bisa menjadi contoh penataan pasar rakyat yang sehat dan berkelanjutan,” katanya.


Menanti Respons dari Pemerintah Kota Tasikmalaya

Kini sorotan tertuju pada sikap Pemkot Tasikmalaya. Surat resmi sudah dilayangkan, dukungan pedagang sudah jelas, dan tembusan telah dikirim ke berbagai lembaga.

Jika komunikasi dan kebijakan berjalan selaras, polemik Pasar Cikurubuk bukan hanya bisa diselesaikan, tetapi juga menjadi momentum perbaikan tata kelola pasar tradisional di Kota Tasikmalaya.

Pertanyaannya kini sederhana: apakah Pemkot akan bergerak cepat, atau kembali membiarkan persoalan ini menggantung?

Waktu yang akan menjawab. (red)

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika Pedagang Pasar Cikurubuk Tak Lagi Didengar

    Ketika Pedagang Pasar Cikurubuk Tak Lagi Didengar

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Situasi di kawasan Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, kembali menjadi sorotan. Sejumlah pedagang mengaku kecewa karena berbagai keluhan yang mereka sampaikan selama beberapa waktu terakhir dinilai belum mendapat respons memadai dari pihak terkait. Keluhan tersebut berkaitan dengan beberapa persoalan yang dirasakan langsung oleh pedagang, mulai dari kondisi fasilitas pasar, dampak kebijakan relokasi, […]

  • Kunjungan Aparat Ungkap Kompleksitas Kemiskinan di Tasikmalaya

    Kunjungan Aparat Ungkap Kompleksitas Kemiskinan di Tasikmalaya

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Kasus Ns, siswi sekolah dasar yang berprestasi namun diketahui mengemis pada malam hari di pusat Kota Tasikmalaya, memasuki babak baru. Kunjungan aparat kecamatan ke rumahnya mengungkap sejumlah temuan yang memperlihatkan bahwa persoalan ini berkaitan dengan kondisi kemiskinan di Tasikmalaya yang lebih kompleks. Pemberitaan sebelumnya memicu perhatian publik. Sejumlah pihak menyampaikan empati […]

  • Warga Garut Butuh Pertolongan: Ketika Masalah Kesehatan Bertemu Kemiskinan

    Warga Garut Butuh Pertolongan: Ketika Masalah Kesehatan Bertemu Kemiskinan

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Garut – Kasus keluarga Pirmansyah dan Isoh Nurjanah di Kecamatan Pakenjeng membuka kembali persoalan lama yang kerap tersembunyi: keterbatasan akses penanganan kesehatan mental bagi warga miskin. Sepasang suami istri paruh baya itu sedang duduk berdampingan. Bukan sedang menunggu tamu, bukan pula menikmati sore. Wajah mereka terlihat lelah—lelah yang tidak selesai hanya dengan tidur semalam. Di […]

  • Viral! Warga Cirebon Diduga Jadi Korban Pengantin Pesanan di China, Pemprov Jabar Turun Tangan

    Viral! Warga Cirebon Diduga Jadi Korban Pengantin Pesanan di China, Pemprov Jabar Turun Tangan

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA JABAR – Kasus seorang perempuan asal Cirebon yang diduga menjadi korban pengantin pesanan di China tengah menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, korban meminta bantuan langsung kepada Gubernur Jawa Barat agar dapat dipulangkan ke Indonesia. Merespons hal itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat melakukan penelusuran serta […]

  • Lonjakan Pemudik Lebaran 2026, Ancaman Sampah Mengintai Tasikmalaya

    Lonjakan Pemudik Lebaran 2026, Ancaman Sampah Mengintai Tasikmalaya

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Arus mudik Lebaran 2026 diprediksi kembali membludak. Pergerakan masyarakat secara nasional diperkirakan mencapai 143,91 juta orang. Di balik euforia pulang kampung, ada satu persoalan yang kerap luput dari perhatian: lonjakan timbulan sampah yang diprediksi menyentuh 71,96 juta kilogram. Lonjakan ini tentu bukan angka kecil. Kota-kota yang dilintasi jalur mudik, termasuk Tasikmalaya, […]

  • Prediksi Timnas Indonesia Vs Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026: Era Baru Garuda Dimulai

    Prediksi Timnas Indonesia Vs Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026: Era Baru Garuda Dimulai

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA OLAHRAGA – Prediksi Timnas Indonesia Vs Saint Kitts and Nevis menjadi sorotan utama jelang bergulirnya FIFA Series 2026, turnamen yang menandai awal era baru Skuad Garuda di bawah kepemimpinan pelatih anyar, John Herdman. Turnamen ini bukan sekadar laga uji coba biasa, melainkan fondasi awal bagi Timnas Indonesia dalam mengejar target besar: lolos ke […]

expand_less