Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kesbangpol Kabupaten Ciamis Dorong Penguatan Literasi Politik di Tingkat Desa

Kesbangpol Kabupaten Ciamis Dorong Penguatan Literasi Politik di Tingkat Desa

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

astakona.com, POLITIK. Kesadaran politik masyarakat desa kembali menjadi sorotan Kepala Kesbangpol Kabupaten Ciamis, DR. R. Yadi Tisyadi. Dalam pandangannya, kualitas demokrasi tidak cukup diukur dari jalannya pemilu, melainkan dari sejauh mana warga memahami posisi dan tanggung jawab mereka dalam kehidupan berdemokrasi. Ia menilai, ketika warga mengerti hak serta peran mereka, aspirasi publik lebih mudah tersampaikan dan kebijakan desa bisa lahir dengan lebih tepat sasaran.

Literasi Politik Jadi Pondasi Demokrasi Desa

Desa, menurut DR. Yadi, adalah ruang pertama tempat nilai-nilai demokrasi dipraktikkan secara nyata. Di tingkat inilah warga berhadapan langsung dengan musyawarah, penyusunan program desa, hingga pelayanan publik. Ia mengingatkan bahwa tanpa bekal literasi politik yang baik, kesempatan warga untuk terlibat kerap tersisih. Alih-alih ikut menentukan arah kebijakan, warga justru hanya menyimak dari pinggir.

Ia menegaskan bahwa literasi politik tidak berhenti pada pengetahuan teknis pemilihan atau istilah-istilah politik. Yang lebih penting, warga perlu memahami bagaimana keputusan pemerintah desa terbentuk, apa konsekuensinya, serta bagaimana mereka bisa memberikan suara dalam proses itu. Dengan pemahaman semacam ini, demokrasi tidak sekadar rutinitas musyawarah, tetapi tumbuh menjadi kesadaran bersama untuk mengelola desa secara sehat.

Di era disrupsi informasi seperti sekarang, ia melihat kemampuan warga dalam memilah kabar menjadi hal yang sangat penting. Arus informasi yang cepat kerap membawa hoaks, isu provokatif, atau opini yang membelokkan persepsi publik. Desa yang warganya terbiasa berpikir kritis, katanya, akan lebih kuat menghadapi potensi perpecahan akibat kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, ia mendorong agar edukasi politik di desa menggunakan bahasa yang sederhana. Istilah yang terlalu teknis, ujar DR. Yadi, sering membuat warga enggan bertanya. Ia menganggap cara penyampaian materi harus lebih komunikatif, baik melalui forum warga, musyawarah rutin, maupun sosialisasi langsung dari perangkat desa.

Transparansi pemerintah desa turut ia tekankan. Ketika warga mengerti prosedur pemerintahan, ruang pengawasan semakin terbuka. Warga dapat memberi masukan, memantau pembangunan, dan memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai ketentuan. Menurutnya, demokrasi akan tumbuh sehat bila pemerintah dan masyarakat saling menguatkan lewat interaksi yang jujur dan terbuka.

Disampaikan dalam Kegiatan di Desa Kaso

Pemikiran tersebut disampaikan DR. Yadi saat mengisi materi dalam forum dialog di Desa Kaso, Kecamatan Tambaksari, pada Jumat, 14 November 2025. Kegiatan tersebut menghadirkan perangkat desa, tokoh masyarakat, serta unsur pemuda yang ingin memperdalam pemahaman soal partisipasi politik warga.

Meski disampaikan di satu desa, ia menegaskan bahwa pesan ini berlaku luas untuk seluruh wilayah Ciamis. Setiap desa, katanya, memiliki tantangan demokrasi yang berbeda—mulai dari karakter kepemimpinan hingga dinamika sosial yang memengaruhi tingkat partisipasi warga. Karena itu, peningkatan literasi politik harus menjangkau seluruh desa tanpa kecuali.

Suasana dialog berlangsung cukup cair. Peserta aktif bertanya soal strategi yang dapat ditempuh untuk meningkatkan kesadaran politik warga, terutama menghadapi agenda-agenda penting di tingkat desa. Diskusi mengalir santai, namun tetap fokus pada upaya mendorong warga agar lebih berani terlibat dalam proses pemerintahan.

Di ujung penyampaiannya, DR. Yadi mengajak peserta untuk terus membuka ruang percakapan. Demokrasi desa, katanya, tidak bisa berdiri hanya dengan pertemuan formal. Ia berharap pembahasan soal politik mengalir hingga ke obrolan ringan di warung kopi, kumpulan RT, dan percakapan sehari-hari warga.

Menurutnya, desa yang masyarakatnya melek politik bukan hanya menjadi tempat tinggal, tetapi berkembang menjadi ruang belajar dan ruang partisipasi. Dari desa pulalah, kualitas demokrasi di Kabupaten Ciamis dapat dibangun secara perlahan namun berkelanjutan.

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Padepokan Maung Hideung Perluas Jejak di Kota Santri

    Padepokan Maung Hideung Perluas Jejak di Kota Santri

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Padepokan Maung Hideung resmi memperluas kiprahnya di Kota Tasikmalaya. Dewan Pengurus Daerah (DPD) Padepokan Silat Pusaka Maung Hideung Kota Tasikmalaya dilantik langsung oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP), Minggu (25/1/2026). Pelantikan yang digelar di Perum Mutiara Citra RW 12, Kecamatan Indihiang, ini menjadi penanda penting berkembangnya organisasi seni bela diri tradisional tersebut […]

  • Tambang Ilegal Tasikmalaya Disorot, ESDM Sebut Hanya Dua Berizin

    Tambang Ilegal Tasikmalaya Disorot, ESDM Sebut Hanya Dua Berizin

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Isu tambang ilegal Tasikmalaya kembali menjadi perhatian setelah Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah VI Tasikmalaya mengungkap fakta bahwa hingga saat ini hanya terdapat dua perusahaan yang mengantongi izin resmi untuk melakukan aktivitas pertambangan di Kota Tasikmalaya. Koordinator Penambangan dan Air Tanah ESDM Wilayah VI Tasikmalaya, Narendra Surya, menyebutkan […]

  • 302 Koperasi Merah Putih Tasikmalaya Diperkuat Armada Logistik Desa

    302 Koperasi Merah Putih Tasikmalaya Diperkuat Armada Logistik Desa

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Program pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya terus bergerak menuju tahap operasional. Selain pembangunan gedung koperasi, pemerintah kini mulai memperkuat infrastruktur pendukung berupa armada logistik yang diproyeksikan menjadi penggerak distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa. Sebanyak 302 unit Koperasi Merah Putih direncanakan beroperasi […]

  • 9 Kasus Curanmor di Tasikmalaya Terbongkar, Tiga Pelaku Ditangkap

    9 Kasus Curanmor di Tasikmalaya Terbongkar, Tiga Pelaku Ditangkap

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona. BERITA TASIKMALAYA – Sebanyak 9 kasus curanmor di Tasikmalaya berhasil diungkap jajaran Polres Tasikmalaya Kota selama pelaksanaan Operasi Jaran Lodaya 2026. Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tiga orang terduga pelaku, termasuk seorang yang masih berstatus Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH). Keberhasilan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam memberantas pencurian kendaraan bermotor yang […]

  • Sorotan Kondisi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya, Pedagang Desak Revitalisasi Nyata

    Sorotan Kondisi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya, Pedagang Desak Revitalisasi Nyata

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Denyut aktivitas di Pasar Cikurubuk masih tetap berlangsung seperti biasanyai. Pedagang sayur, sembako, daging hingga pakaian tetap membuka lapaknya seperti biasa. Namun di balik ramainya transaksi, kondisi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya saat ini dinilai tengah menghadapi tekanan serius. Sebagai pasar tradisional terbesar di Kota Tasikmalaya, Cikurubuk selama ini dikenal sebagai pusat distribusi bahan […]

  • Ramadhan Dihantam OTT Pejabat Daerah, Demokrasi Diuji Kepercayaan Publik

    Ramadhan Dihantam OTT Pejabat Daerah, Demokrasi Diuji Kepercayaan Publik

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, SUDUT PANDANG  – Dalam hitungan bulan, sejumlah kepala daerah kembali tersandung operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terbaru, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman diamankan dalam operasi KPK di Jawa Tengah. Penangkapan ini menambah daftar kepala daerah yang terjerat kasus korupsi dalam waktu yang relatif berdekatan. Sebelumnya, KPK juga menjerat Bupati Pati Sudewo […]

expand_less