Polisi Dalami Jejak Penyandang Dana Unjuk Rasa di Balik Penyerangan Kantor Polisi Jakarta Timur

astakona.com, BERITA PERISTIWA. Polisi terus menyelidiki kemungkinan adanya dalang sekaligus penyandang dana unjuk rasa yang berujung pada penyerangan dan perusakan sejumlah kantor polisi di Jakarta Timur.
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal, menegaskan pihaknya sedang mengumpulkan bukti dan menganalisis peran koordinator aksi serta pihak yang diduga menjadi penyandang dana unjuk rasa.
“Proses pendalaman masih berjalan. Kami akan mengkaji keterlibatan koordinator maupun pihak yang menyokong dana, karena pola serangan terlihat terstruktur dan bahkan menggunakan bom molotov rakitan,” ujar Alfian di Jakarta, Selasa (9/9).
Sejauh ini, aparat mencatat beberapa anggota polisi mengalami luka serius akibat insiden tersebut. Dua personel di Polsek Jatinegara harus mendapatkan perawatan intensif, salah satunya mengalami patah tulang setelah terjatuh ketika mencoba menyelamatkan diri.
Selain korban luka, sejumlah fasilitas kantor polisi mengalami kerusakan berat. Inventaris yang terbakar maupun hilang sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Namun, nilai kerugian masih dalam proses pendataan resmi.
Kasus ini kian menarik perhatian publik karena adanya dugaan jaringan lebih luas di balik aksi. Polisi memastikan tidak hanya fokus pada pelaku lapangan, tetapi juga mencari kemungkinan adanya provokasi dan penyandang dana unjuk rasa yang mengatur kericuhan.
Hingga saat ini, 14 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dari lima laporan berbeda, termasuk penyerangan terhadap Polres Metro Jakarta Timur, Polsek Duren Sawit, Polsek Cipayung, Polsek Ciracas, dan Polsek Jatinegara.
Dari hasil penyidikan, empat tersangka diketahui meracik bom molotov yang dipakai saat menyerang Mapolsek Jatinegara. Dua di antaranya bekerja di sebuah SPBU swasta dan membantu menyiapkan botol berisi bensin lengkap dengan sumbu kain.
Para tersangka memiliki peran beragam, mulai dari menyerang dengan bambu, melempar batu, hingga melakukan penjarahan. Polisi menegaskan akan menelusuri lebih jauh jaringan dan penyandang dana unjuk rasa yang diduga berada di balik gelombang aksi anarkis ini. (Astakona.com/AA)




