Siapa Gus Irfan? Profil Menteri Haji dan Umrah Baru Kabinet Prabowo

astakona.com, BERITA POLITIK & PEMERINTAHAN. Pelantikan Mochamad Irfan Yusuf atau yang lebih dikenal dengan Gus Irfan sebagai Menteri Haji dan Umrah oleh Presiden Prabowo Subianto pada 8 September 2025 menjadi sorotan publik. Banyak yang bertanya-tanya, siapa Gus Irfan dan bagaimana rekam jejaknya hingga dipercaya oleh Presiden RI Prabowo Subianto untuk menduduki jabatan strategis ini?
Gus Irfan, yang kini berusia 62 tahun, bukanlah sosok asing, khususnya bagi kalangan Nahdliyin dan pesantren. Beliau adalah putra dari almarhum KH Yusuf Hasyim dan cucu dari ulama besar sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari. Latar belakang keluarga yang kuat ini membentuk dirinya menjadi seorang ulama dan pengasuh pondok pesantren di Jombang, Jawa Timur.
Sebelum masuk ke pemerintahan, Gus Irfan sudah cukup lama berkecimpung di bidang keuangan dan keumatan. Ia pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT BPR Tebuireng dari tahun 1996 hingga 2016. Nama Gus Irfan semakin dikenal luas di kancah politik saat ia menjadi salah satu juru bicara tim pemenangan Prabowo-Sandiaga pada Pilpres 2019. Keterlibatannya didasari oleh ketertarikan pada konsep ekonomi keumatan yang diusung oleh Prabowo.
Pengalaman dan kedekatannya dengan Presiden Prabowo membawanya ke posisi strategis di pemerintahan. Sebelum dilantik sebagai menteri, Gus Irfan dipercaya sebagai Kepala Badan Penyelenggara Haji dan Umrah. Dengan pengalamannya ini, Gus Irfan diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
Jabatan baru yang saat ini diamanahkan pada Gus Irfan juga menandai bertambahnya kementerian di Kabinet Merah Putih menjadi 49, seiring disahkannya RUU yang mengubah status Badan Penyelenggara Haji dan Umrah menjadi lembaga kementerian.
Pelantikan ini disambut baik oleh berbagai pihak, termasuk para alumnus Pondok Pesantren Tebuireng. Mereka optimis bahwa Gus Irfan akan mampu menjalankan amanah dari negara dengan baik. Mereka juga berharap, dengan pengalamannya, Menteri Haji dan Umrah yang baru ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan menjadikan ibadah haji 2026 berjalan lebih lancar dan aman. (Astakona.com/AA)




