Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » Polres Ciamis Bongkar Penipuan Hibah Rp33 Miliar Berkedok Kiai dan Begal

Polres Ciamis Bongkar Penipuan Hibah Rp33 Miliar Berkedok Kiai dan Begal

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA CIAMIS – Kasus penipuan dengan modus menjanjikan dana hibah Rp33 miliar yang dibungkus dengan citra tokoh agama berhasil dibongkar jajaran Polres Ciamis. Bukan sekadar penipuan biasa, kasus ini disebut polisi sebagai aksi kejahatan terencana yang memadukan tipu daya, manipulasi psikologis, hingga rekayasa aksi pembegalan untuk mengelabui korban.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi berhasil mengamankan empat tersangka, sementara tiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan telah masuk daftar pencarian orang (DPO).

Kapolres Ciamis AKBP Hidayatullah menjelaskan, korban bernama H. Nanang Kosim Rohmana mengalami kerugian mencapai Rp150 juta setelah diyakinkan para pelaku bahwa dirinya akan menerima dana hibah senilai Rp33 miliar.

Yang membuat kasus ini menonjol, salah satu pelaku diduga sengaja membangun kepercayaan korban dengan menyamar sebagai sosok kiai atau tokoh agama, sehingga korban merasa aman dan percaya terhadap skenario yang ditawarkan.

“Modus mereka sangat rapi. Korban dibuat percaya bahwa ada dana hibah besar yang bisa dicairkan, lalu diminta menyerahkan uang sebagai jaminan proses administrasi,” ujar Kapolres saat konferensi pers, Selasa (26/5/2026).

Modus Penipuan Hibah Rp33 Miliar Dimulai dari Kepercayaan Korban

Menurut hasil penyelidikan, skenario penipuan bermula saat korban diajak bertemu di kawasan Masjid Agung Ciamis.

Di lokasi tersebut, korban diperkenalkan kepada sosok yang disebut-sebut sebagai tokoh agama yang memiliki akses terhadap pencairan dana hibah bernilai fantastis.

Dengan pendekatan persuasif dan narasi meyakinkan, korban digiring untuk percaya bahwa bantuan dana miliaran rupiah itu benar-benar ada.

Korban kemudian diminta menyerahkan uang tunai Rp150 juta sebagai bentuk komitmen awal agar proses pencairan hibah bisa berjalan.

Penyerahan uang berlangsung di kawasan Alun-alun Banjarsari sekitar pukul 20.30 WIB.

Setelah transaksi berlangsung, korban diajak masuk ke sebuah Toyota Avanza silver, dengan alasan menuju bank untuk proses administrasi lanjutan.

Namun justru di titik inilah skenario besar para pelaku dimainkan.

Polisi Ungkap Rekayasa Begal untuk Menutupi Penipuan

Saat kendaraan melintas di wilayah Sukajadi, Kecamatan Pamarican, mobil yang ditumpangi korban mendadak dipepet kendaraan lain, yakni Mitsubishi Xpander hitam.

Korban dibuat panik karena para pelaku berpura-pura menjadi korban aksi kejahatan jalanan.

Dalam skenario tersebut, mobil yang disebut membawa uang hibah Rp33 miliar seolah-olah dibegal.

Korban kemudian diturunkan di pinggir jalan, sementara kendaraan yang disebut membawa dana hibah langsung dibawa kabur.

Belakangan diketahui seluruh adegan tersebut hanyalah rekayasa.

“Ini bukan spontan. Ada peran masing-masing. Semua sudah dirancang agar korban percaya bahwa memang terjadi aksi pembegalan,” kata Hidayatullah.

Korban baru menyadari dirinya telah menjadi target penipuan setelah seluruh skenario berakhir.

Ribuan Uang Mainan Jadi Bukti Sindikat Penipuan Ciamis

Setelah menerima laporan pada 17 Mei 2026, polisi bergerak melakukan penyelidikan intensif.

Jejak para pelaku terlacak hingga wilayah Tasikmalaya sebelum akhirnya tim gabungan melakukan pengejaran sampai KM 75 Cileunyi.

Saat hendak diamankan, para pelaku disebut sempat melawan dan mengabaikan perintah petugas meski telah diberikan tembakan peringatan.

Petugas akhirnya mengambil tindakan tegas dengan memecahkan kaca kendaraan untuk melumpuhkan pelaku.

Dari penggeledahan, polisi menemukan 3.062 lembar uang mainan pecahan Rp100 ribu yang diduga digunakan sebagai alat untuk memperkuat ilusi dana hibah.

Empat tersangka yang telah ditangkap diketahui berinisial TY alias Y, KF, ADS, dan satu tersangka lainnya.

Sementara PH alias Abah Novan, yang diduga menjadi aktor utama, masih diburu bersama dua pelaku lain.

Para tersangka dijerat pasal penipuan dan pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman hingga 12 tahun penjara.

Kasus ini menjadi pengingat keras agar masyarakat tidak mudah tergiur janji bantuan dana besar tanpa mekanisme resmi yang jelas. (nid/hs)

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerakan Pangan Murah Digelar di Purbaratu, Harga Sembako Ditekan Saat Ramadhan

    Gerakan Pangan Murah Digelar di Purbaratu, Harga Sembako Ditekan Saat Ramadhan

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadhan terus diperkuat. Melalui program Gerakan Pangan Murah, Polres Tasikmalaya Kota bersinergi dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar operasi pasar di wilayah Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (3/3/2026). Program Gerakan Pangan Murah ini menjadi salah satu instrumen intervensi harga untuk memastikan […]

  • Berangkat ke Ponpes, Dua Anak Kembar Asal Garut Tak Kunjung Tiba, Polisi Terima Laporan

    Berangkat ke Ponpes, Dua Anak Kembar Asal Garut Tak Kunjung Tiba, Polisi Terima Laporan

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA GARUT – Dua anak kembar asal Kabupaten Garut dilaporkan hilang setelah berangkat menuju pondok pesantren di Kota Banjar. Hingga beberapa hari setelah keberangkatan, keduanya tak kunjung tiba di tujuan, sehingga keluarga melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Laporan orang hilang tersebut tercatat di Polsek Bayongbong, Polres Garut, pada Sabtu, 23 Mei 2026 sekitar […]

  • SOR Kaliki Bangkit dari Mati Suri, Euforia Persib Juara Jadi Pemantik Gerakan Warga

    SOR Kaliki Bangkit dari Mati Suri, Euforia Persib Juara Jadi Pemantik Gerakan Warga

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Lapangan SOR Kaliki di Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, yang selama ini nyaris tak tersentuh perawatan, mendadak kembali hidup. Ratusan warga bersama berbagai elemen masyarakat turun langsung dalam aksi gotong royong massal untuk membersihkan kawasan fasilitas olahraga tersebut, Minggu (24/5/2026). Sejak pagi hari, area yang sebelumnya dipenuhi rumput liar dan semak belukar […]

  • Aksi Mosi Tidak Percaya Digelar, Satu Tahun Kepemimpinan Viman–Diky Masuk Fase Evaluasi Publik

    Aksi Mosi Tidak Percaya Digelar, Satu Tahun Kepemimpinan Viman–Diky Masuk Fase Evaluasi Publik

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) Kota Tasikmalaya memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa bertajuk Mosi Tidak Percaya terhadap kepemimpinan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan Wakil Wali Kota Diky Candra, dan sebagai bahan evaluasi kinerja Pemkot Tasikmalaya.  Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 9 Februari 2026, dengan […]

  • Lina Marlina Dorong BKMM Tasikmalaya Aktif Bangun Sinergi

    Lina Marlina Dorong BKMM Tasikmalaya Aktif Bangun Sinergi

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Badan Koordinasi Majelis Masjid (BKMM) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Barat, Lina Marlina, menegaskan bahwa pelantikan pengurus baru BKMM DMI Kota Tasikmalaya bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan titik awal kerja nyata untuk memperkuat peran masjid di tengah masyarakat. Hal itu disampaikan Lina usai menghadiri pelantikan pengurus PC […]

  • Penemuan Mayat di Cibeureum, Pria 56 Tahun Diduga Sudah Sepekan Meninggal

    Penemuan Mayat di Cibeureum, Pria 56 Tahun Diduga Sudah Sepekan Meninggal

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Warga Perum Bumi Kersanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, dibuat geger dengan peristiwa penemuan mayat di Cibeureum, Selasa (17/02/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Seorang pria bernama Danil (56) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya dan diduga telah wafat lebih dari satu minggu. Kabar tersebut cepat menyebar dari mulut ke mulut. Dalam waktu […]

expand_less