Bupati Ciamis Lantik 426 ASN, Tegas: Jabatan Bukan Tempat Nyaman
- account_circle adminastakona
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA CIAMIS – Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap 426 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis menjadi lebih dari sekadar agenda mutasi dan pengangkatan pegawai. Di balik prosesi resmi tersebut, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengirim pesan tegas kepada seluruh aparatur bahwa jabatan bukan simbol kenyamanan, melainkan amanah pelayanan yang harus dibuktikan dengan kerja nyata.
Pelantikan yang berlangsung di Gedung KH Irfan Hielmy, Selasa (26/5/2026) itu mencakup berbagai level jabatan, mulai dari pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, pejabat fungsional, kepala puskesmas, hingga ratusan CPNS yang resmi diangkat menjadi PNS.
Momentum ini dinilai sebagai bagian dari penataan birokrasi sekaligus penguatan pelayanan publik di Kabupaten Ciamis.
Namun dalam sambutannya, Herdiat tidak hanya memberi ucapan selamat. Ia justru menegaskan bahwa setiap ASN yang menerima jabatan baru harus siap menghadapi ekspektasi yang lebih besar dari masyarakat.
“Jangan menganggap pelantikan ini hanya seremoni administratif. Jabatan itu amanah, tanggung jawab, dan konsekuensinya adalah bekerja lebih keras untuk masyarakat,” tegas Herdiat.
Bupati Ciamis Soroti Mentalitas ASN, Pelayanan Publik Harus Jadi Prioritas
Dalam arahannya, Herdiat menyoroti pentingnya mentalitas pelayanan di tubuh birokrasi.
Menurutnya, ASN bukan sekadar pekerja pemerintahan yang menjalankan rutinitas, melainkan representasi negara yang langsung berhadapan dengan kebutuhan masyarakat.
Karena itu, aparatur pemerintahan diminta meninggalkan pola pikir birokrasi lama yang cenderung formalistis dan lamban.
Ia menekankan bahwa pelayanan publik harus menjadi orientasi utama, terutama bagi pejabat wilayah seperti camat dan lurah yang bersentuhan langsung dengan warga Kabupaten CiamiKabupaten Ciamis.
“ASN itu pelayan masyarakat. Kalau masyarakat membutuhkan, maka pemerintah harus hadir. Jangan cepat merasa lelah, karena tugas kita memang untuk melayani,” katanya.
Pesan ini menjadi penegasan bahwa jabatan di birokrasi bukan sekadar soal posisi, tetapi tanggung jawab moral terhadap publik.
Herdiat juga mengingatkan para ASN baru agar menjaga integritas pribadi maupun institusi.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi dibangun bukan hanya lewat kebijakan, tetapi lewat sikap aparatur sehari-hari.
“Jaga marwah ASN. Jaga nama baik instansi. Integritas itu fondasi utama,” ujarnya.
APBD Terbatas, ASN Ciamis Diminta Tetap Maksimal
Selain isu pelayanan, Herdiat juga menyinggung tantangan fiskal yang tengah dihadapi Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Ia mengakui kondisi APBD daerah saat ini masih jauh dari ideal. Namun menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan.
Justru dalam situasi sulit, aparatur pemerintahan dituntut bekerja lebih kreatif, adaptif, dan solid.
“Anggaran kita terbatas, itu fakta. Tapi jangan sampai keterbatasan ini membuat semangat kerja turun. Yang dibutuhkan sekarang justru kerja sama dan komitmen lebih kuat,” tegasnya.
Penegasan tersebut menjadi sinyal bahwa reformasi birokrasi tidak hanya bicara soal struktur organisasi, tetapi juga perubahan budaya kerja.
Adapun total ASN yang dilantik terdiri dari 2 pejabat pimpinan tinggi pratama, 39 administrator, 137 pengawas, 2 kepala UPTD puskesmas, 23 pejabat fungsional, serta 223 CPNS yang resmi menjadi PNS.
Dengan komposisi baru tersebut, Pemkab Ciamis berharap percepatan pelayanan publik dapat berjalan lebih optimal.
Pelantikan ini sekaligus menjadi momentum regenerasi birokrasi, di mana ASN dituntut tidak hanya loyal secara administratif, tetapi juga benar-benar hadir sebagai problem solver bagi masyarakat. (hs)
- Penulis: adminastakona
