Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sudut Pandang » Natural Tanpa Ordal: Seruan Moral Menjaga Marwah Perguruan Tinggi

Natural Tanpa Ordal: Seruan Moral Menjaga Marwah Perguruan Tinggi

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, SUDUT PANDANG– Perguruan tinggi bukan sekadar tempat seseorang mengejar gelar akademik. Ia adalah ruang pembentukan ilmu, karakter, nalar, etika, dan kepemimpinan. Dari ruang inilah lahir calon-calon profesional, birokrat, pendidik, pengusaha, pemimpin masyarakat, bahkan pengambil kebijakan publik di masa depan.

Karena itu, proses masuk ke perguruan tinggi tidak boleh dipandang sebagai urusan administratif semata. Penerimaan mahasiswa baru adalah pintu awal yang menentukan marwah dunia akademik. Bila pintu itu dijaga dengan kejujuran, maka kampus akan melahirkan manusia yang percaya pada kemampuan diri. Namun bila pintu itu dibuka oleh titipan, tekanan, kedekatan, atau bantuan orang dalam, maka sejak langkah pertama nilai pendidikan sudah mulai dilukai.

Slogan “Natural Tanpa Ordal” lahir dari kesadaran sederhana, tetapi sangat mendasar: keberhasilan akademik seharusnya ditempuh melalui kemampuan, kerja keras, kesiapan mental, dan prestasi. Bukan melalui jalan belakang. Bukan karena bisikan pihak tertentu. Bukan pula karena akses khusus yang membuat sebagian orang merasa memiliki jalur lebih dekat menuju bangku kuliah.

Seruan ini bukan untuk menyerang siapa pun. Ini adalah ajakan moral untuk semua pihak, baik yang terlibat langsung dalam sistem pendidikan maupun yang berada di luar sistem. Untuk calon mahasiswa, orang tua, penyelenggara pendidikan, pejabat publik, tokoh masyarakat, alumni, hingga siapa pun yang memiliki pengaruh sosial. Sebab integritas akademik tidak hanya dijaga oleh aturan, tetapi juga oleh kesadaran bersama.

Kita perlu jujur melihat kenyataan. Dalam kehidupan sosial, istilah “ordal” atau orang dalam sering dianggap sebagai hal biasa. Bahkan dalam banyak percakapan, ia kadang dibungkus sebagai strategi, peluang, atau bantuan. Padahal, ketika orang dalam digunakan untuk memotong proses, menekan sistem, atau membuka akses yang tidak semestinya, di situlah masalah etik dimulai.

Relasi sosial tentu tidak salah. Silaturahmi tidak salah. Mengenal banyak orang juga bukan dosa. Yang menjadi persoalan adalah ketika kedekatan berubah menjadi alat untuk memperoleh hak yang seharusnya diperebutkan secara adil. Ketika koneksi mengalahkan kompetensi, ketika privilese menggeser prestasi, dan ketika titipan dianggap lebih kuat daripada kemampuan, maka dunia pendidikan sedang kehilangan salah satu fondasi utamanya: kejujuran.

Budaya ordal yang disalahgunakan dapat membuka ruang bagi banyak persoalan serius. Ia bisa menjadi pintu masuk gratifikasi, konflik kepentingan, penyalahgunaan wewenang, dan intervensi terhadap proses seleksi. Lebih jauh dari itu, ia dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan.

Kepercayaan publik adalah modal besar perguruan tinggi. Kampus tidak hanya dinilai dari gedung, akreditasi, fasilitas, atau jumlah mahasiswanya. Kampus juga dinilai dari keyakinan masyarakat bahwa proses di dalamnya berlangsung adil. Sekali kepercayaan itu retak, maka yang rusak bukan hanya citra lembaga, tetapi juga kehormatan dunia akademik itu sendiri.

Masuk perguruan tinggi melalui cara yang tidak semestinya mungkin terlihat seperti kemenangan kecil. Tetapi sebenarnya, itu adalah kekalahan moral yang panjang. Seseorang mungkin mendapatkan kursi, tetapi kehilangan kesempatan untuk membangun kebanggaan sejati. Ia mungkin tercatat sebagai mahasiswa, tetapi sejak awal telah dibebani oleh kenyataan bahwa keberhasilannya bukan sepenuhnya lahir dari kemampuan sendiri.

Sebaliknya, mereka yang diterima secara murni melalui proses yang adil akan membawa rasa percaya diri yang berbeda. Ada harga diri yang tumbuh dari perjuangan. Ada tanggung jawab yang lahir dari proses. Ada kebanggaan yang tidak perlu disembunyikan. Mereka masuk bukan karena ditarik oleh tangan tersembunyi, tetapi karena berdiri di atas usaha sendiri.

Di sinilah pentingnya membangun imunitas akademik. Imunitas akademik adalah daya tahan moral dunia pendidikan untuk menolak segala bentuk gratifikasi, titipan, nepotisme, intervensi, dan praktik tidak etis lainnya. Ia bukan hanya soal sistem seleksi yang rapi, tetapi juga soal keberanian moral untuk mengatakan tidak pada cara-cara yang mencederai keadilan.

Imunitas akademik harus dibangun sejak hulu. Orang tua perlu menanamkan pemahaman bahwa keberhasilan anak tidak boleh dibeli dengan cara yang merusak nilai. Calon mahasiswa perlu dididik untuk percaya pada proses, bukan mencari celah. Penyelenggara pendidikan wajib menjaga objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas. Sementara masyarakat perlu berhenti menormalisasi anggapan bahwa semua urusan hanya bisa selesai jika memiliki orang dalam.

Inilah tantangan kita bersama. Kadang yang merusak sistem bukan hanya orang yang meminta bantuan, tetapi juga orang yang merasa bangga karena bisa “membantu” melompati prosedur. Kadang yang melemahkan integritas bukan hanya penerima titipan, tetapi juga lingkungan sosial yang menganggap titipan sebagai hal lumrah.

Padahal, pendidikan yang bermartabat tidak boleh dimulai dari kompromi yang keliru. Kampus adalah tempat menanamkan nilai, bukan tempat pertama kali seseorang belajar bahwa kedekatan bisa mengalahkan aturan. Bila sejak awal mahasiswa diperkenalkan pada cara-cara tidak jujur, bagaimana mungkin kita berharap kelak ia menjadi pemimpin yang lurus?

Natural Tanpa Ordal bukan sekadar slogan. Ini adalah gerakan kesadaran. Gerakan untuk mengembalikan kepercayaan bahwa bangku kuliah harus diperoleh melalui prestasi, bukan privilese; melalui kompetensi, bukan koneksi; melalui integritas, bukan gratifikasi.

Seruan ini juga menjadi pengingat bahwa menjaga marwah perguruan tinggi bukan hanya tugas kampus. Ini adalah tanggung jawab kolektif. Setiap orang yang menolak titipan sedang ikut menjaga masa depan pendidikan. Setiap orang yang menolak intervensi sedang ikut merawat keadilan. Setiap orang yang memilih jalur jujur sedang ikut membangun generasi yang lebih kuat secara moral.

Pada akhirnya, kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari siapa yang berhasil masuk, tetapi juga dari bagaimana ia masuk. Sebab proses yang jujur akan melahirkan kebanggaan. Proses yang adil akan menumbuhkan kepercayaan. Dan proses yang bersih akan menjadi fondasi bagi lahirnya pemimpin yang berintegritas.

Pendidikan yang bermartabat selalu dimulai dari pintu yang dijaga dengan kejujuran. Bila pintu itu bersih, maka harapan yang masuk ke dalamnya pun akan tumbuh dengan lebih terhormat.

Roni Imroni, S.Sos., M.M.
Kepala Bidang IKP Dishubkominfo Kabupaten Tasikmalaya

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lowongan Kerja Tasikmalaya 2026 - astakona

    Lowongan Kerja Tasikmalaya 2026, Kesempatan Lulusan Farmasi Dibuka

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Informasi Lowongan Kerja Tasikmalaya 2026 kembali hadir bagi masyarakat yang sedang mencari peluang karier di sektor kesehatan. Rumah Sakit Islam (RSI) Hj. Siti Muniroh Tasikmalaya saat ini membuka kesempatan bagi tenaga farmasi untuk bergabung sebagai Asisten Apoteker. Rekrutmen ini menjadi peluang menarik bagi lulusan D3 Farmasi yang ingin mengembangkan karier di […]

  • Dinamika Ekonomi Nasional Dihimpit Tekanan Global dan Beban Kebijakan Dalam Negeri

    Dinamika Ekonomi Nasional Dihimpit Tekanan Global dan Beban Kebijakan Dalam Negeri

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, SUDUT PANDANG – Dinamika ekonomi nasional saat ini tengah menghadapi tekanan dari dua arah yang berbeda. Dari faktor eksternal, penguatan dolar AS yang dipicu ketegangan geopolitik global membuat nilai tukar rupiah berada dalam tekanan. Dampaknya langsung terasa di pasar. Harga impor bahan baku industri maupun pangan meningkat, lalu diteruskan ke harga kebutuhan pokok yang […]

  • kualifikasi piala dunia 2026

    Kualifikasi Piala Dunia 2026: Ronaldo dan Messi Siap Tampil di Laga Penentuan

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA OLAHRAGA. Dua ikon sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, kembali menjadi sorotan menjelang agenda Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang berlangsung bulan September ini. Meski keduanya sudah memasuki usia senja dalam karier, Ronaldo (40 tahun) dan Messi (38) masih menjadi andalan utama tim nasional masing-masing. Kehadiran mereka di lapangan dipandang sebagai kesempatan […]

  • Polres Ciamis Bongkar Penipuan Hibah Rp33 Miliar Berkedok Kiai dan Begal

    Polres Ciamis Bongkar Penipuan Hibah Rp33 Miliar Berkedok Kiai dan Begal

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA CIAMIS – Kasus penipuan dengan modus menjanjikan dana hibah Rp33 miliar yang dibungkus dengan citra tokoh agama berhasil dibongkar jajaran Polres Ciamis. Bukan sekadar penipuan biasa, kasus ini disebut polisi sebagai aksi kejahatan terencana yang memadukan tipu daya, manipulasi psikologis, hingga rekayasa aksi pembegalan untuk mengelabui korban. Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi berhasil […]

  • Pemkot Tasikmalaya dan Forkopimda Sambut 1 Muharam 1448 H Bersama

    Pemkot Tasikmalaya dan Forkopimda Sambut 1 Muharam 1448 H Bersama

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Momentum pergantian Tahun Baru Islam dimanfaatkan Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk memperkuat kebersamaan lintas elemen masyarakat melalui kegiatan Doa Bersama 1 Muharam Tasikmalaya yang digelar di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Senin (15/6/2026) malam. Kegiatan tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah, Forkopimda, TNI, Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pimpinan BUMD dalam suasana penuh […]

  • Satelit Nusantara Lima untuk Pelosok Indonesia

    Satelit Nusantara Lima Resmi Diluncurkan, Internet Cepat Hingga Pelosok Indonesia

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA TEKNOLOGI. Indonesia memasuki babak baru dalam pemerataan akses digital dengan kehadiran Satelit Nusantara Lima. Satelit komunikasi modern ini resmi diluncurkan pada Selasa (9/9/2025) dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, menggunakan roket SpaceX Falcon 9. Proyek ambisius yang digagas PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) ini bertujuan memperluas jangkauan internet hingga ke wilayah 3T (Tertinggal, […]

expand_less