Pemilihan BPD Desa Kujangsari Kota Banjar Berlangsung Ketat
- account_circle adminastakona
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA BANJAR – Proses demokrasi di tingkat desa kembali bergulir di Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Sebanyak 31 kandidat resmi bertarung memperebutkan 7 kursi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk masa bakti 2026–2034.
Pelaksanaan pemungutan suara berlangsung semarak dengan partisipasi masyarakat yang cukup tinggi. Warga hadir untuk menentukan wakil yang nantinya akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintahan desa sekaligus menjadi penyambung aspirasi masyarakat.
Agenda demokrasi desa tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Camat Langensari Rina, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Banjar Asep Yani, Kepala Desa Kujangsari Mujahid, serta anggota DPRD Kota Banjar Gusjawad.
Ketua panitia pemilihan, Miftahudin, menjelaskan bahwa sistem pemilihan anggota BPD kali ini dibagi berdasarkan wilayah keterwakilan serta unsur perempuan.
“Seluruh calon berasal dari lima wilayah dusun dan keterwakilan perempuan. Total keseluruhan ada 31 kandidat yang mengikuti pemilihan,” ujarnya.
Pemilihan BPD Desa Kujangsari Kota Banjar Diwarnai Persaingan Ketat
Persaingan dalam pemilihan BPD Desa Kujangsari terbilang cukup kompetitif karena setiap wilayah menghadirkan jumlah kandidat berbeda.
Dari data panitia, Dusun Citangkolo diwakili dua calon, Dusun Cijuray empat calon, Dusun Sindang Asih tiga calon, Dusun Kalapa Sabrang tiga calon, serta Dusun Sindangmulya tujuh calon.
Sementara dari unsur keterwakilan perempuan, sebanyak 12 kandidat ikut meramaikan kontestasi.
Adapun total kursi yang diperebutkan berjumlah tujuh, dengan komposisi pembagian kursi berdasarkan wilayah yang telah ditentukan panitia.
Miftahudin menegaskan seluruh tahapan pemilihan, mulai dari penjaringan bakal calon hingga pencoblosan, telah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Desa Kujangsari Ajak Warga Tetap Jaga Persatuan
Meski tensi persaingan cukup tinggi, panitia dan pemerintah desa mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kondusivitas.
Menurut Miftahudin, perbedaan pilihan dalam demokrasi merupakan hal lumrah, namun tidak boleh merusak hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Siapa pun yang terpilih nanti adalah bagian dari masyarakat Desa Kujangsari. Jangan sampai kompetisi justru memecah persaudaraan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Kujangsari, Mujahid, menilai pemilihan anggota BPD menjadi momentum strategis dalam menentukan figur yang benar-benar mampu membawa aspirasi masyarakat.
Ia berharap anggota BPD yang terpilih nantinya mampu menjalankan amanah secara profesional, aktif mengawasi jalannya pemerintahan desa, dan ikut mendorong pembangunan daerah.
“Yang terpilih harus mampu bekerja untuk masyarakat, menjaga kepercayaan warga, dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Desa Kujangsari,” ujarnya.
Pemilihan ini menjadi salah satu gambaran kuatnya partisipasi publik dalam demokrasi lokal di Kota Banjar, sekaligus menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap arah pembangunan desa. (hs)
- Penulis: adminastakona
