Lina Marlina Dorong BKMM Tasikmalaya Aktif Bangun Sinergi
- account_circle adminastakona
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Badan Koordinasi Majelis Masjid (BKMM) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Barat, Lina Marlina, menegaskan bahwa pelantikan pengurus baru BKMM DMI Kota Tasikmalaya bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan titik awal kerja nyata untuk memperkuat peran masjid di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan Lina usai menghadiri pelantikan pengurus PC BKMM DMI Kota Tasikmalaya masa bakti 2026–2031 di Aula Dewan Masjid Indonesia Kota Tasikmalaya, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, amanah yang telah diberikan kepada jajaran pengurus baru harus dijawab dengan program konkret yang benar-benar menyentuh kebutuhan umat, khususnya di tingkat akar rumput.
“Setelah dilantik, tugas sebenarnya justru baru dimulai. Jangan berhenti di acara seremonial. Pengurus harus bergerak, hadir, dan bekerja nyata di tengah masyarakat,” ujar Lina.
BKMM DMI Kota Tasikmalaya Didorong Bangun Sinergi Hingga Tingkat RT RW
Mengusung tema “Melejitkan Kompetensi Organisasi dengan Sinergi dan Kolaborasi”, Lina menilai kekuatan organisasi keumatan terletak pada kemampuan membangun jaringan kerja yang luas dan solid.
Menurutnya, BKMM tidak bisa bergerak sendiri jika ingin program pembinaan umat berjalan efektif dan menjangkau masyarakat secara merata.
Ia mendorong pengurus BKMM untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen, mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, kelurahan, pengurus RT/RW, tokoh masyarakat, hingga lingkungan sekitar masjid.
“Kita harus membangun sinergi dengan semua pihak. Dengan tetangga, pemerintah, camat, lurah, RT, RW. Kekuatan organisasi ada pada jejaringnya. Kalau semua bergerak bersama, dampaknya akan jauh lebih besar,” tegasnya.
Lina menilai pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam menjalankan program pembinaan umat, pemberdayaan perempuan, hingga penguatan fungsi sosial masjid.
Masjid Harus Jadi Pusat Pemberdayaan Umat
Selain memperkuat struktur organisasi, Lina juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali fungsi strategis masjid sebagai pusat aktivitas umat.
Menurutnya, masjid tidak cukup hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga harus menjadi ruang pembinaan pendidikan, penguatan ekonomi umat, serta pusat aktivitas sosial kemasyarakatan.
Ia berharap pengurus baru BKMM Kota Tasikmalaya mampu menangkap kebutuhan masyarakat secara langsung agar program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran.
Ketua PC BKMM DMI Kota Tasikmalaya yang baru dilantik pun menyatakan kesiapan menjalankan amanah tersebut dengan semangat gotong royong.
Dengan dukungan lintas elemen, BKMM DMI Kota Tasikmalaya diharapkan mampu menjadi model penguatan organisasi perempuan berbasis masjid yang aktif, adaptif, dan berdampak nyata hingga level lingkungan terkecil. (dh/hs)
- Penulis: adminastakona
