Dorong Partisipasi UMKM, Pemkot Tekankan Pentingnya Sensus Ekonomi 2026 di Tasikmalaya
- account_circle adminastakona
- calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
- visibility 23
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) mengajak seluruh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berperan aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Tasikmalaya. Ajakan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas, Sofian Zaenal Mutaqien, sebagai bagian dari upaya memperkuat basis data ekonomi daerah.
Menurut Sofian, keberhasilan pembangunan ekonomi tidak dapat dilepaskan dari ketersediaan data yang akurat dan mutakhir. Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil pemerintah harus berpijak pada kondisi riil di lapangan, yang hanya dapat diperoleh melalui partisipasi aktif masyarakat, khususnya pelaku usaha.
“Data yang valid akan melahirkan kebijakan yang tepat. Karena itu, kami mengajak seluruh pelaku UMKM untuk mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Tasikmalaya dengan memberikan informasi yang benar dan jujur,” ujarnya.
Peran Strategis UMKM dalam Perekonomian Daerah
UMKM selama ini menjadi tulang punggung perekonomian, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di daerah seperti Tasikmalaya. Berdasarkan berbagai data nasional, sektor UMKM menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta menyerap sebagian besar tenaga kerja.
Di Kota Tasikmalaya sendiri, geliat UMKM terlihat dari beragam sektor usaha, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga perdagangan. Namun demikian, masih terdapat tantangan dalam hal pendataan yang komprehensif, terutama terkait skala usaha, omzet, hingga kendala yang dihadapi pelaku usaha.
Melalui Sensus Ekonomi 2026 di Tasikmalaya, pemerintah berharap dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi aktual UMKM. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam merancang program pembinaan, bantuan, hingga kebijakan strategis lainnya.
Jaminan Keamanan Data Pelaku Usaha
Salah satu kekhawatiran yang kerap muncul di kalangan pelaku usaha adalah terkait keamanan data yang diberikan. Menanggapi hal tersebut, Sofian memastikan bahwa seluruh informasi yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi 2026 di Tasikmalaya dijamin kerahasiaannya.
Ia menegaskan bahwa Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai pelaksana sensus memiliki standar tinggi dalam menjaga keamanan data responden. Informasi yang dihimpun hanya akan digunakan untuk kepentingan statistik dan perencanaan pembangunan, bukan untuk kepentingan lain.
“Pelaku usaha tidak perlu ragu. Data yang diberikan aman dan tidak akan disalahgunakan. Justru dari data itulah pemerintah bisa menyusun program yang benar-benar sesuai kebutuhan UMKM,” tegasnya.
Kolaborasi dengan BPS dan Dukungan Masyarakat
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Tasikmalaya akan melibatkan petugas dari BPS yang turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan. Dalam hal ini, pemerintah daerah mengimbau agar masyarakat, khususnya pelaku usaha, dapat menerima petugas dengan baik serta memberikan informasi yang dibutuhkan secara terbuka.
Kolaborasi antara pemerintah, BPS, dan pelaku usaha dinilai menjadi kunci sukses pelaksanaan sensus. Tanpa dukungan dari masyarakat, data yang dihasilkan berpotensi tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
Selain itu, sensus ekonomi juga menjadi momentum untuk meningkatkan literasi pelaku usaha terhadap pentingnya data. Dengan memahami manfaatnya, diharapkan ke depan pelaku UMKM lebih proaktif dalam berbagai kegiatan pendataan maupun program pemerintah.
Fondasi Menuju UMKM Naik Kelas
Lebih jauh, hasil dari Sensus Ekonomi 2026 di Tasikmalaya diharapkan mampu menjadi fondasi dalam mendorong UMKM naik kelas. Data yang lengkap dan akurat akan membantu pemerintah dalam menentukan prioritas program, mulai dari akses permodalan, pelatihan, digitalisasi usaha, hingga perluasan pasar.
Tasikmalaya yang dikenal sebagai kota kreatif memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh. Namun, potensi tersebut perlu didukung oleh kebijakan yang berbasis data agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Sofian menekankan bahwa partisipasi aktif pelaku UMKM bukan hanya membantu pemerintah, tetapi juga berdampak langsung bagi perkembangan usaha mereka sendiri. Dengan terdata secara resmi, pelaku usaha memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan akses program pemerintah.
Membangun Ekonomi Daerah yang Lebih Kuat
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Tasikmalaya bukan sekadar kegiatan pendataan rutin, melainkan langkah strategis dalam membangun fondasi ekonomi daerah yang lebih kuat dan inklusif. Data yang dihasilkan akan menjadi pijakan dalam menyusun arah pembangunan ekonomi ke depan.
Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam menyukseskan sensus ini. Dengan semangat kolaborasi, diharapkan tercipta ekosistem ekonomi yang lebih sehat, kompetitif, dan berdaya saing.
“Bersama-sama kita wujudkan UMKM naik kelas dan ekonomi daerah yang semakin kokoh melalui Sensus Ekonomi 2026 di Tasikmalaya,” pungkas Sofian. (FD(
- Penulis: adminastakona
