Kronologi Bencana Longsor di Cigalontang Tasikmalaya
- account_circle adminastakona
- calendar_month 19 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Bencana longsor di Cigalontang Tasikmalaya terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis sore (16/04/2026). Peristiwa ini berlangsung di Kampung Buligir, Desa Parentas, sekitar pukul 22.00 WIB, dan langsung berdampak pada terganggunya akses transportasi warga.
Material longsor berupa tanah dan lumpur dilaporkan menutup badan jalan kabupaten sepanjang kurang lebih 15 meter dengan lebar sekitar 4 meter. Kondisi tersebut menyebabkan jalur utama yang biasa digunakan warga tidak dapat dilalui kendaraan untuk sementara waktu.
Hujan Deras Picu Longsor
Berdasarkan laporan lapangan, longsor dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang mulai turun sejak pukul 17.00 WIB. Hujan yang berlangsung selama beberapa jam menyebabkan kondisi tanah di sekitar tebing menjadi jenuh air dan kehilangan daya ikatnya.
Akibatnya, struktur tanah menjadi labil hingga akhirnya runtuh dan menutup badan jalan. Kondisi geografis wilayah yang berbukit turut memperbesar potensi terjadinya longsor saat curah hujan tinggi.
Akses Jalan Sempat Lumpuh Total
Akibat bencana longsor di Cigalontang Tasikmalaya, akses jalan kabupaten Tasikmalaya sempat lumpuh total. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas, sehingga aktivitas warga yang bergantung pada jalur tersebut ikut terganggu.
Beberapa pengguna jalan terpaksa mencari jalur alternatif, sementara sebagian lainnya memilih menunda perjalanan hingga proses pembersihan selesai dilakukan.
Penanganan Darurat oleh Tim Gabungan
Merespons kejadian tersebut, tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Tim terdiri dari BPBD Kabupaten Tasikmalaya melalui Pusdalops PB, Damkar, Relawan Penanggulangan Bencana (RPB), Tagana, serta masyarakat setempat.
Proses evakuasi material longsor dilakukan secara manual menggunakan alat seperti pacul dan sekop, serta didukung penggunaan mesin air untuk mempercepat pembersihan lumpur.
Kendala di Lapangan
Dalam proses penanganan, petugas menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait volume material longsor yang cukup besar. Selain itu, keterbatasan sumber air yang berada jauh dari lokasi turut memperlambat proses pembersihan.
Meski demikian, upaya terus dilakukan secara bertahap hingga jalur dapat kembali dilalui oleh kendaraan.
Imbauan dan Antisipasi
BPBD Kabupaten Tasikmalaya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan. Kondisi tanah yang masih labil dinilai berisiko tinggi, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan guna mempercepat pemulihan serta meminimalisir risiko kejadian serupa di masa mendatang. (red)
- Penulis: adminastakona
