Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » THR ASN Dicicil, Padahal ‘Kas Ada’? Ini Penjelasan Sekda Tasikmalaya

THR ASN Dicicil, Padahal ‘Kas Ada’? Ini Penjelasan Sekda Tasikmalaya

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
  • visibility 88
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Polemik pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Tasikmalaya semakin mengerucut setelah munculnya data dan pernyataan resmi dari jajaran pemerintah daerah.

Di satu sisi, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, sebelumnya menyatakan bahwa kas daerah sebenarnya tersedia. Namun, pemerintah memilih tidak gegabah dalam mengeluarkan anggaran demi menjaga stabilitas fiskal.

Pada saat itu, Viman Alfarizi Ramadhan menyatakan bahwa pemerintah kota saat ini masih merumuskan skema pembayaran THR dengan mempertimbangkan kondisi fiskal daerah secara menyeluruh.
“Insyaallah tidak dalam waktu yang lama keputusannya akan ada. Kita sedang merumuskan strategi dengan berbagai kondisi fiskal yang ada,” ujar Viman usai menghadiri Musrenbang sektoral di lingkungan Diskominfo, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, pembahasan intensif masih terus dilakukan bersama Sekretaris Daerah serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Posisi uang ada. Intinya strategi yang kita gunakan seperti apa untuk menangani fiskal Kota Tasikmalaya,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa persoalan bukan semata ketiadaan dana, melainkan strategi pengelolaan keuangan agar tidak menimbulkan beban fiskal di kemudian hari.

Namun di sisi lain, penjelasan berbeda muncul dari Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Asep Goparulloh, yang mengungkap kondisi riil kas daerah Pemerintah Kota Tasikmalaya saat ini.

Menurutnya, kebutuhan anggaran untuk pembayaran THR ASN di lingkungan Pemkot Tasikmalaya mencapai sekitar Rp40 miliar, sementara kas yang tersedia saat ini hanya sekitar Rp24 miliar.

“Kebutuhan THR sekitar Rp40 miliar. Namun kas yang tersedia saat ini sekitar Rp24 miliar,” ujar Asep.

Data tersebut menunjukkan adanya selisih sekitar Rp16 miliar, yang menjadi salah satu faktor utama belum dapat dibayarkannya THR secara penuh.


Masalah Klasik: Tekanan Kas Daerah

Selisih antara kebutuhan dan ketersediaan kas ini memperkuat indikasi adanya tekanan fiskal yang sudah terjadi sejak awal tahun anggaran.

Sebelumnya, dalam dokumen APBD 2026, Kota Tasikmalaya tercatat mengalami defisit anggaran, di mana pendapatan daerah sekitar Rp1,47 triliun, sementara belanja mencapai Rp1,52 triliun.

Tidak hanya itu, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun sebelumnya juga belum optimal, yang berdampak langsung terhadap arus kas daerah.

Kondisi ini semakin diperberat dengan adanya penyesuaian dana transfer dari pemerintah pusat yang belum sepenuhnya masuk pada periode saat ini.

Sekda juga mengakui bahwa transfer dana pusat pada bulan berjalan belum mencukupi kebutuhan pembiayaan THR.


Dua Narasi: “Kas Ada” vs “Kas Kurang”

Menariknya, jika dibandingkan, terdapat dua narasi yang berkembang dari pemerintah daerah:

  • Wali Kota: kas tersedia, fokus pada strategi

  • Sekda: kas belum mencukupi kebutuhan THR

Perbedaan penekanan ini sebenarnya menggambarkan dua sudut pandang yang saling melengkapi.

Secara administratif, kas memang “ada”, namun secara likuiditas, jumlahnya belum cukup untuk menutup seluruh kewajiban dalam waktu bersamaan.

Dalam konteks inilah, pemerintah memilih skema pembayaran bertahap sebagai solusi jangka pendek.


Skema Bertahap Jadi Jalan Tengah

Dengan kondisi tersebut, Pemkot Tasikmalaya mengambil kebijakan pembayaran THR secara bertahap, menyesuaikan arus kas yang masuk.

Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga keseimbangan fiskal, sekaligus memastikan bahwa kewajiban terhadap ASN tetap dipenuhi, meski tidak secara langsung.

Namun di lapangan, kebijakan ini tetap memicu reaksi dari ASN, yang menganggap THR sebagai hak yang seharusnya diterima secara utuh sebelum Hari Raya.


Catatan Kritis dari Polemik THR ASN Kota Tasikmalaya

Kasus ini memperlihatkan persoalan klasik dalam pengelolaan keuangan daerah:

  • Bukan hanya soal “ada atau tidak ada anggaran”
  • Tetapi soal ketersediaan kas (cash flow) di waktu yang tepat

Perbedaan antara perencanaan anggaran dan kondisi kas riil inilah yang kerap menjadi sumber masalah, terutama untuk belanja rutin seperti THR.

Di sisi lain, kondisi ini juga menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat:

  • perencanaan fiskal

  • manajemen arus kas

  • serta optimalisasi pendapatan daerah

Polemik mengenai THR ASN di Kota Tasikmalaya akan meninggalkan sebuah catatan sejarah penting, dimana ini adalah kejadian pertama semenjak Pemerintah Kota Tasikmalaya berdiri, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan keuangan daerah tidak selalu terlihat dari angka besar APBD. (red)
  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transparansi Anggaran Jangan Nanggung, Kepercayaan Publik Taruhannya

    Transparansi Anggaran Jangan Nanggung, Kepercayaan Publik Taruhannya

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Astakona, Berita Tasikmalaya – Isu transparansi pengelolaan keuangan daerah kembali menguji komitmen Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Dorongan agar akses informasi anggaran dibuka secara utuh semakin menguat, menyusul tuntutan publik agar keterbukaan tidak berhenti pada dokumen formal APBD, tetapi menjangkau seluruh proses penganggaran, termasuk pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD. Persoalan ini mencuat setelah Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya dari […]

  • Bupati Karawang Bereaksi Keras Usai Video Viral di Tempat Hiburan Malam

    Bupati Karawang Bereaksi Keras Usai Video Viral di Tempat Hiburan Malam

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA KARAWANG – Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah pria berjoget dan berpelukan di salah satu tempat hiburan malam di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, viral di media sosial dan memicu perhatian publik. Video yang beredar memperlihatkan beberapa pengunjung pria saling berpelukan di area hiburan malam tanpa menghiraukan orang-orang di sekitarnya. Peristiwa tersebut kemudian menjadi sorotan […]

  • PT Alba Banjar: Miskomunikasi Soal Evaluasi Kinerja Picu Ketegangan

    PT Alba Banjar: Miskomunikasi Soal Evaluasi Kinerja Picu Ketegangan

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA BANJAR – Ketegangan yang sempat mencuat di lingkungan kerja PT Alba, Kota Banjar, akhirnya berhasil diselesaikan secara musyawarah antara pihak perusahaan dan para pekerja, Kamis (21/5/2026). Permasalahan yang sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan karyawan itu dipastikan berakhir damai setelah kedua belah pihak duduk bersama mencari solusi. Persoalan bermula dari munculnya informasi mengenai rencana […]

  • Kapolres Ciamis Minta Bobotoh Jaga Kondusivitas

    Kapolres Ciamis Minta Bobotoh Jaga Kondusivitas

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA CIAMIS – Menjelang pertandingan terakhir Persib Bandung menghadapi Persijap Jepara yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Mei 2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Polres Ciamis mengimbau masyarakat, khususnya para Bobotoh, untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah. Imbauan tersebut disampaikan langsung Kapolres Ciamis AKBP H. Hidayatullah, S.H., S.I.K., M.Si., di […]

  • Sorotan Kondisi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya, Pedagang Desak Revitalisasi Nyata

    Sorotan Kondisi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya, Pedagang Desak Revitalisasi Nyata

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Denyut aktivitas di Pasar Cikurubuk masih tetap berlangsung seperti biasanyai. Pedagang sayur, sembako, daging hingga pakaian tetap membuka lapaknya seperti biasa. Namun di balik ramainya transaksi, kondisi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya saat ini dinilai tengah menghadapi tekanan serius. Sebagai pasar tradisional terbesar di Kota Tasikmalaya, Cikurubuk selama ini dikenal sebagai pusat distribusi bahan […]

  • BIJB Kertajati Disiapkan Jadi Hub Perawatan Hercules, Aktivis Soroti Aspek Kedaulatan

    BIJB Kertajati Disiapkan Jadi Hub Perawatan Hercules, Aktivis Soroti Aspek Kedaulatan

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Rencana pemerintah menjadikan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sebagai pusat pemeliharaan, perbaikan, dan overhaul (Maintenance, Repair, and Overhaul/MRO) pesawat Hercules C-130 di kawasan Asia menuai sorotan publik. Aktivis pemuda sekaligus praktisi pendidikan, Deden Tazdad, meminta pemerintah membuka secara transparan detail kerja sama tersebut agar tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat. […]

expand_less