Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pemkab Ciamis Dorong Kebersihan Jadi Budaya, Bukan Sekadar Pencitraan

Pemkab Ciamis Dorong Kebersihan Jadi Budaya, Bukan Sekadar Pencitraan

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • visibility 98
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA CIAMISPemerintah Kabupaten Ciamis menegaskan bahwa upaya menjaga kebersihan lingkungan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial atau sekadar mempercantik wajah daerah menjelang kunjungan pejabat. Lebih dari itu, Pemkab ingin mendorong perubahan perilaku masyarakat agar kebersihan menjadi budaya yang berkelanjutan.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi yang dipimpin langsung Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, di Aula Sekretariat Daerah, Senin (26/01/2026). Seluruh camat dan kepala desa dihadirkan dan diposisikan sebagai ujung tombak penggerak kebersihan di wilayah masing-masing.

Langkah ini diambil menjelang rencana kunjungan Menteri Lingkungan Hidup. Namun, Pemkab Ciamis menegaskan bahwa pembenahan lingkungan bukan semata demi menyambut agenda tersebut, melainkan bagian dari tanggung jawab jangka panjang.


Prestasi Harus Dijaga, Warga Jangan Pasif

Dalam arahannya, Bupati Herdiat menekankan bahwa prestasi Ciamis sebagai salah satu kota kecil terbersih di Asia Tenggara tidak boleh diperlakukan sebagai capaian sesaat. Menurutnya, tantangan terbesar justru terletak pada konsistensi.

“Kebersihan tidak boleh muncul karena ada penilaian atau kunjungan. Ini harus menjadi kebiasaan sehari-hari,” tegas Herdiat.

Ia menegaskan bahwa warga harus proaktif jaga kebersihan lingkungan, bukan hanya mengandalkan petugas kebersihan atau program pemerintah. Tanpa keterlibatan aktif masyarakat, berbagai kebijakan hanya akan bersifat sementara.

Bupati juga mengungkapkan bahwa tim pemantau dari pemerintah pusat masih menemukan sejumlah catatan, terutama di sepanjang jalan nasional dan jalan provinsi yang melintasi wilayah Ciamis. Meski berada di luar kewenangan langsung pemerintah daerah, Herdiat menilai pembiaran tetap tidak bisa dibenarkan.

“Selama itu berada di wilayah kita, kebersihannya adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.


Titik Rawan Sampah Jadi Sorotan

Sejumlah titik menjadi perhatian khusus dalam evaluasi kebersihan. Di antaranya bekas pembakaran sampah di pinggir jalan, pengelolaan pasar tradisional dan pasar hewan, serta rumah-rumah kosong di sepanjang jalan protokol yang tampak tidak terawat.

Menurut Herdiat, masalah kebersihan tidak bisa dipisahkan dari kesadaran kolektif. Ia menilai masih ada anggapan keliru di masyarakat bahwa kebersihan sepenuhnya urusan pemerintah.

“Kalau warga tidak proaktif jaga kebersihan lingkungan, seberapa besar pun upaya pemerintah tidak akan cukup,” katanya.

Dalam konteks yang lebih luas, Bupati juga mengaitkan kebersihan dengan mitigasi bencana. Ia menyinggung peristiwa longsor di Bandung Barat sebagai pengingat bahwa kerusakan lingkungan bisa berdampak langsung pada keselamatan jiwa.

“Lingkungan yang tidak terawat bukan hanya mengganggu estetika, tapi juga bisa menjadi ancaman,” tambahnya.


Pengelolaan Sampah Dimulai dari Rumah Tangga

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ciamis menekankan pentingnya penanganan sampah sejak dari sumbernya. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan lingkungan.

Masyarakat didorong untuk memilah sampah dari rumah, memanfaatkan Bank Sampah untuk sampah bernilai ekonomi, serta mengolah sampah organik menjadi kompos atau pakan ternak.

“Jika pengelolaan dimulai dari rumah tangga, beban TPA bisa ditekan secara signifikan,” jelasnya.

Pemkab Ciamis juga terus mendorong penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), penambahan kontainer sampah, serta pemasangan media edukasi di titik-titik rawan pembuangan sampah sembarangan.

Dengan kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat, Pemkab optimistis Ciamis mampu mempertahankan prestasi kebersihan. Namun satu pesan ditekankan dengan jelas: warga harus proaktif jaga kebersihan lingkungan jika ingin lingkungan yang sehat, aman, dan berkelanjutan benar-benar terwujud. (red)

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi Mosi Tidak Percaya Digelar, Satu Tahun Kepemimpinan Viman–Diky Masuk Fase Evaluasi Publik

    Aksi Mosi Tidak Percaya Digelar, Satu Tahun Kepemimpinan Viman–Diky Masuk Fase Evaluasi Publik

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) Kota Tasikmalaya memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa bertajuk Mosi Tidak Percaya terhadap kepemimpinan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan Wakil Wali Kota Diky Candra, dan sebagai bahan evaluasi kinerja Pemkot Tasikmalaya.  Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 9 Februari 2026, dengan […]

  • Bupati Ciamis Apresiasi Kurasi Chef Halal BI Tasikmalaya

    Bupati Ciamis Apresiasi Kurasi Chef Halal BI Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA CIAMIS – Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan Kurasi Chef Halal yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya di Rest Area Karangkamulyan, Kabupaten Ciamis, Selasa (19/5/2026). Kegiatan tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam mendorong pengembangan industri kuliner halal sekaligus membuka peluang bagi talenta daerah untuk bersaing di level nasional hingga internasional. Ajang […]

  • pengantin wajib tanam pohon

    Pasangan Nikah Wajib Tanam Pohon, Program Kemenag Jabar

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 102
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA LINGKUNGAN. Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Barat meluncurkan kebijakan unik sekaligus inspiratif, yaitu Pasangan Nikah Wajib Tanam Pohon. Program ini dijadikan syarat tambahan bagi calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA), dengan tujuan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengembalikan fungsi lahan kritis. Kepala Kantor Kemenag Wilayah Jawa Barat, Dudu […]

  • tukang nasi padang nyari kdm

    Tukang Nasi Padang Nyari KDM, Kisah Kejujuran yang Bikin Haru

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 119
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA SOSIAL BUDAYA. Sebuah cerita unik sekaligus menyentuh datang dari Gedung Sate, Bandung. Kisah ini dikenal dengan sebutan Tukang Nasi Padang Nyari KDM, yang berawal dari kejujuran seorang petugas keamanan bernama Dadang. Ia bekerja di perusahaan jasa keamanan Tunas Arta Garda Tama (TAG). Peristiwa bermula ketika Kang Dedi Mulyadi (KDM), Gubernur Jawa Barat, tengah […]

  • WFH bagi ASN Usai Lebaran 2026: Solusi Hemat BBM atau Sekadar Ilusi Kebijakan?

    WFH bagi ASN Usai Lebaran 2026: Solusi Hemat BBM atau Sekadar Ilusi Kebijakan?

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA NASIONAL – Pemerintah resmi menggulirkan kebijakan WFH bagi ASN selama satu hari dalam sepekan mulai setelah Lebaran 2026. Langkah ini diklaim sebagai strategi menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak global. Namun di balik klaim efisiensi energi, kebijakan ini mulai menuai keraguan. Sejumlah pihak menilai, tanpa pengawasan ketat, WFH berpotensi […]

  • Bocah Hilang di Bendungan Tangkolo, Pencarian Masih Terus Berlanjut

    Bocah Hilang di Bendungan Tangkolo, Pencarian Masih Terus Berlanjut

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA CIAMIS – Suasana haru dan cemas menyelimuti kawasan Bendungan Tangkolo, Desa Patakaharja, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, setelah seorang anak laki-laki berusia 8 tahun dilaporkan hilang saat bermain dan berenang di aliran Sungai Cijolang, Senin (8/6/2026). Hingga berita ini ditulis, pencarian terhadap korban masih terus dilakukan oleh warga bersama sejumlah relawan dan unsur terkait. […]

expand_less