Berita

Korban Banjir Bali: 9 Tewas dan Ratusan Warga Terkena Dampaknya

astakona.com, BERITA PERISTIWA. Banjir besar yang melanda beberapa wilayah di Pulau Bali mengakibatkan 9 orang meninggal dunia, sementara 2 orang lainnya dilaporkan hilang. Menurut laporan terkini dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana banjir yang terjadi pada Selasa malam (9/9) tersebut juga menyebabkan lebih dari 200 keluarga atau sekitar 620 jiwa terdampak. Kejadian ini telah menggerakkan upaya penanganan darurat dari berbagai pihak untuk mencari korban serta memberikan bantuan kepada mereka yang terdampak banjir.

“Per hari ini, Rabu (10/9) pukul 18.45 WIB, sebanyak 9 korban meninggal dunia ditemukan akibat banjir yang melanda Provinsi Bali,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. Ia juga menambahkan bahwa dua orang masih dalam pencarian, sementara ribuan warga telah terpaksa mengungsi karena tempat tinggal mereka terendam banjir.

Banjir kali ini mencakup wilayah yang cukup luas, meliputi 6 kabupaten dan kota di Bali, yaitu Kota Denpasar, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Badung, dan Kabupaten Tabanan. Dampak bencana ini sangat terasa bagi warga setempat, terutama bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi ke lokasi-lokasi yang lebih aman.

Rincian lebih lanjut mengenai korban menunjukkan bahwa Kota Denpasar menjadi wilayah paling terdampak, dengan 5 orang meninggal dunia dan 2 orang hilang. Sementara itu, Kabupaten Jembrana tercatat memiliki 2 korban jiwa, dan lebih dari 100 keluarga di wilayah tersebut terpaksa mengungsi. Di Kabupaten Gianyar, satu korban meninggal, dan Kabupaten Badung juga mencatatkan satu korban jiwa akibat banjir ini.

Di samping korban jiwa, banjir juga menggenangi rumah-rumah warga, menyebabkan mereka harus berlindung di sejumlah tempat pengungsian yang tersebar di beberapa posko. Di Kabupaten Jembrana, lebih dari 80 jiwa mengungsi di beberapa lokasi, seperti Balai Desa Yeh Kuning dan Musala Assidiqie. Di Kota Denpasar, sekitar 108 jiwa terpaksa mengungsi di SD 25 Pemecutan dan beberapa posko lainnya.

Sementara itu, di Kabupaten Klungkung, tercatat hampir 100 kepala keluarga yang terdampak dan lebih dari 400 jiwa yang harus mencari tempat aman. Kabupaten Tabanan, yang juga terdampak, masih dalam proses pendataan jumlah korban dan kerugian akibat bencana ini.

“Imbas banjir tersebut, sebagian warga juga terpaksa harus mengungsi karena tempat tinggal mereka masih terendam banjir,” ungkap Abdul Muhari.

Dengan terus meningkatnya jumlah korban, baik yang meninggal maupun yang harus mengungsi, BNPB dan pemerintah setempat terus berkoordinasi untuk memberikan bantuan dan melakukan pencarian terhadap korban yang hilang. Warga yang terdampak juga diimbau untuk mengikuti instruksi pihak berwenang agar dapat menghindari bahaya lebih lanjut. (Astakona.com/AA)

Related Articles

Back to top button