Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » Temuan BPK Proyek Jalan Tasikmalaya-Ciamis Rp971 Juta, Apa yang Terjadi?

Temuan BPK Proyek Jalan Tasikmalaya-Ciamis Rp971 Juta, Apa yang Terjadi?

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap dua proyek jalan di wilayah Tasikmalaya-Ciamis kembali memantik perhatian. Meski kelebihan pembayaran telah dikembalikan ke kas daerah, muncul pertanyaan yang lebih besar: bagaimana pembayaran itu bisa lolos hingga akhirnya dikoreksi auditor negara?

Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kepatuhan Pengadaan Barang/Jasa Tahun Anggaran 2025 Pemerintah Provinsi Jawa Barat, BPK mencatat adanya ketidaksesuaian pekerjaan pada dua paket proyek yang dikelola Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat.

Nilai kelebihan pembayaran yang ditemukan mencapai Rp971.646.484,67, atau mendekati Rp1 miliar.

Dua pekerjaan yang menjadi objek temuan meliputi Rekonstruksi Jalan Ruas Warudoyong–Batas Kabupaten Tasikmalaya-Ciamis–Simpang Tiga Winduraja/Kawali serta Pemeliharaan Berkala Jalan Ruas Batas Kota/Kabupaten Tasikmalaya–Cikunir.

Temuan BPK Buka Pertanyaan Baru

Sebelumnya, pihak DBMPR Jawa Barat maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) telah menyampaikan penjelasan resmi terkait temuan tersebut. Penjelasan itu mencakup adanya pengawasan lapangan, pengukuran volume pekerjaan, pengujian mutu, pemeriksaan administrasi, hingga proses PHO sebelum pembayaran dilakukan.

Namun menurut Ketua Komunitas SWAKKA (Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif), Ahmad Mukhlis, penjelasan tersebut justru memunculkan pertanyaan lanjutan.

Menurutnya, jika seluruh tahapan pengawasan dan verifikasi berjalan optimal, maka seharusnya potensi kelebihan pembayaran dapat terdeteksi sejak awal sebelum menjadi temuan auditor.

“Publik tentu bertanya bagaimana koreksi sebesar itu bisa muncul jika seluruh mekanisme pengawasan telah dilaksanakan secara berlapis,” ujarnya.

Pengawasan Formalitas atau Benar-Benar Efektif?

SWAKKA menilai persoalan ini tidak lagi semata-mata berbicara soal prosedur administrasi, tetapi juga menyangkut efektivitas sistem pengawasan proyek pemerintah.

Sebab dalam praktiknya, proyek infrastruktur umumnya melewati berbagai tahapan pemeriksaan mulai dari pengawasan konsultan, verifikasi PPK, pengujian teknis, hingga pemeriksaan akhir sebelum pembayaran dilakukan.

Karena itu, muncul pertanyaan apakah seluruh proses tersebut telah berjalan secara maksimal atau justru masih menyisakan celah yang baru terungkap setelah audit dilakukan.

Alasan Perbedaan Metode Pemeriksaan Dinilai Belum Menjawab Substansi

Dalam penjelasan sebelumnya, pihak terkait menyebut adanya kemungkinan perbedaan hasil yang dipengaruhi metode pengujian, titik sampel, kondisi lapangan, maupun waktu pemeriksaan.

Meski demikian, SWAKKA menilai alasan tersebut belum sepenuhnya menjawab substansi temuan.

Menurut Mukhlis, BPK memiliki standar pemeriksaan yang telah digunakan secara nasional dan selama ini menjadi rujukan dalam berbagai audit proyek pemerintah.

Karena itu, masyarakat berhak mengetahui secara lebih rinci faktor yang menyebabkan munculnya selisih hasil pemeriksaan hingga berujung pada pengembalian dana.

Pengembalian Dana Belum Mengakhiri Pertanyaan Publik

Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah langkah penyedia jasa yang mengembalikan nilai kelebihan pembayaran sesuai rekomendasi auditor.

Secara administratif, pengembalian tersebut memang merupakan bentuk tindak lanjut terhadap hasil pemeriksaan. Namun bagi SWAKKA, langkah itu tidak otomatis menghapus pertanyaan mengenai proses yang terjadi sebelumnya.

“Yang menjadi perhatian publik bukan hanya uangnya sudah kembali atau belum. Tetapi bagaimana pembayaran itu bisa diproses hingga akhirnya perlu dikoreksi,” kata Mukhlis.

SWAKKA Siapkan Langkah Audiensi

Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan, SWAKKA menyatakan akan mendorong adanya telaah lebih lanjut melalui audiensi dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Langkah tersebut disebut sebagai upaya mendorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran publik, bukan untuk memberikan kesimpulan hukum terhadap pihak tertentu.

Menurut SWAKKA, penting memastikan bahwa temuan auditor tidak berhenti pada pengembalian uang, tetapi juga menjadi bahan evaluasi terhadap sistem pengawasan dan verifikasi proyek pemerintah.

Hingga kini, ruang klarifikasi dan hak jawab tetap terbuka bagi seluruh pihak terkait untuk memberikan penjelasan maupun data pendukung tambahan atas temuan tersebut. (ar/hs) 

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • SAPMA PP Bongkar Dugaan Masalah Tata Kelola Perumda Tirta Sukapura

    SAPMA PP Bongkar Dugaan Masalah Tata Kelola Perumda Tirta Sukapura

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Dinamika tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kembali menjadi sorotan publik. Dalam forum Audiensi Sapma PP dengan DPRD Kabupaten Tasikmalaya, sejumlah isu strategis terkait pengelolaan Perumda Air Minum Tirta Sukapura diangkat secara terbuka dan argumentatif. Forum tersebut tidak dibangun atas asumsi, melainkan pertanyaan mendasar mengenai rasionalitas kebijakan manajerial. Bagaimana mungkin seorang […]

  • korban banjir bali

    Korban Banjir Bali: 9 Tewas dan Ratusan Warga Terkena Dampaknya

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 94
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA PERISTIWA. Banjir besar yang melanda beberapa wilayah di Pulau Bali mengakibatkan 9 orang meninggal dunia, sementara 2 orang lainnya dilaporkan hilang. Menurut laporan terkini dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana banjir yang terjadi pada Selasa malam (9/9) tersebut juga menyebabkan lebih dari 200 keluarga atau sekitar 620 jiwa terdampak. Kejadian ini telah […]

  • Kecelakaan bus sugeng rahayu banjar - astakona

    Kecelakaan Bus Sugeng Rahayu Tewaskan Mahasiswa Garut

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA BANJAR – Peristiwa kecelakaan Bus Sugeng Rahayu yang terjadi di Jalan Siliwangi, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Kamis (4/6/2026), berujung tragis. Seorang mahasiswa asal Kabupaten Garut meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya terlibat tabrakan dengan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) tersebut di depan SPBU Randegan. Korban diketahui bernama Aghni Ahmad Al Ghifari (20), warga […]

  • Gagal Bayar THR Tasikmalaya

    5 Fakta di Balik Gagal Bayar THR Tasikmalaya

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 96
    • 0Komentar

    astakona.com, EDITORIAL. Polemik THR Tasikmalaya tahun 2026 bukan sekadar persoalan keterlambatan pembayaran tunjangan hari raya bagi aparatur sipil negara (ASN). Ia telah menjelma menjadi fenomena sosial dan birokrasi yang menarik untuk dibedah lebih dalam. Di balik angka-angka yang belum cair dan skema pembayaran yang tidak utuh, tersimpan dinamika yang menunjukkan adanya tekanan dalam sistem pemerintahan daerah, baik […]

  • Operasi Pekat Tasikmalaya Ungkap Peredaran Miras Ilegal

    Operasi Pekat Tasikmalaya Ungkap Peredaran Miras Ilegal

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Aparat gabungan kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas penyakit masyarakat melalui Operasi Pekat yang digelar di sejumlah titik di Kota Tasikmalaya. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan ratusan botol minuman keras (miras) yang diduga akan diedarkan ke berbagai wilayah di kota tersebut. Pengungkapan kasus itu terjadi saat petugas melakukan pemeriksaan terhadap sebuah kendaraan […]

  • Identitas Pria di Rel Kereta Ciawi Masih Diselidiki

    Identitas Pria di Rel Kereta Ciawi Masih Diselidiki

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Misteri pria di rel kereta Ciawi yang ditemukan meninggal dunia di kawasan bawah jembatan rel kereta api, Desa Pasirhuni, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, masih menjadi fokus penyelidikan aparat kepolisian. Hingga Kamis (4/6/2026), identitas korban belum berhasil dipastikan. Penemuan jasad tersebut sempat membuat warga sekitar terkejut. Korban yang diketahui berjenis kelamin laki-laki […]

expand_less