Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » Pengadaan Sarung di Tengah Efisiensi Anggaran Picu Kritik Mahasiswa Tasikmalaya

Pengadaan Sarung di Tengah Efisiensi Anggaran Picu Kritik Mahasiswa Tasikmalaya

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA TASIKMALAYAKebijakan pengadaan sarung di tengah efisiensi anggaran dalam APBD Kota Tasikmalaya Tahun 2026 memicu sorotan dari kalangan mahasiswa. Program yang total nilainya mencapai sekitar Rp841 juta dinilai tidak selaras dengan situasi fiskal daerah yang disebut sedang terbatas.

Sorotan tersebut disampaikan Perhimpunan Mahasiswa Independen Tasikmalaya (PAMIT) yang menilai kebijakan tersebut berpotensi menunjukkan ketidaktepatan prioritas dalam pengelolaan anggaran publik.

Berdasarkan dokumen perencanaan pengadaan pemerintah daerah, anggaran pembelian sarung tersebar di sejumlah perangkat daerah, antara lain:

  • Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Tasikmalaya: sekitar Rp527 juta

  • Kecamatan Kawalu: sekitar Rp189 juta

  • Kecamatan Cihideung: sekitar Rp124 juta

Jika dijumlahkan, total anggaran pengadaan tersebut mencapai sekitar Rp841 juta.

Nilai tersebut kemudian menjadi perhatian publik karena muncul di tengah berbagai kebutuhan pembangunan daerah yang dinilai lebih mendesak.


Alasan Pemerintah: Untuk Tokoh Masyarakat

Dalam audiensi antara mahasiswa dan pemerintah daerah pada 11 Maret 2026, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya menjelaskan bahwa program tersebut diprioritaskan untuk tokoh-tokoh masyarakat.

Namun penjelasan tersebut tidak serta-merta meredam kritik.

Ketua PAMIT Ujang Amin menyebut kebijakan pengadaan sarung di tengah efisiensi anggaran memunculkan pertanyaan publik terkait arah kebijakan fiskal pemerintah daerah.

Menurutnya, ketika pemerintah menyampaikan kondisi fiskal yang terbatas, masyarakat tentu berharap anggaran lebih difokuskan pada program yang memiliki dampak langsung terhadap kebutuhan warga.

“Ketika pemerintah menyatakan anggaran terbatas dan sejumlah program pembangunan harus menyesuaikan, publik tentu berhak mempertanyakan munculnya pengadaan sarung ratusan juta rupiah yang diprioritaskan untuk kelompok tertentu,” ujarnya.


Transparansi Program Dipertanyakan

Selain soal prioritas anggaran, mahasiswa juga mempertanyakan aspek transparansi program tersebut.

Menurut PAMIT, hingga kini belum ada penjelasan yang cukup rinci mengenai beberapa hal penting, seperti:

  • dasar kebijakan pengadaan sarung

  • jumlah penerima program

  • kriteria tokoh masyarakat yang berhak menerima

  • mekanisme distribusi sarung

  • dampak program terhadap masyarakat luas

Tanpa penjelasan yang jelas, kebijakan pengadaan sarung di tengah efisiensi anggaran berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

Mahasiswa juga menilai program tersebut berpotensi memperkuat kesan bahwa sebagian belanja daerah masih digunakan untuk kegiatan yang lebih bersifat simbolik dibandingkan program pembangunan yang substansial.

“APBD bukan instrumen untuk membangun kedekatan dengan kelompok tertentu. APBD adalah instrumen pembangunan yang harus berpihak kepada kepentingan masyarakat luas,” tegas Ujang.


Surat Resmi Dilayangkan ke Pemerintah

Sebagai tindak lanjut dari audiensi tersebut, PAMIT telah mengirimkan surat resmi permintaan klarifikasi kepada beberapa instansi pemerintah daerah Kota Tasikmalaya.

Surat tersebut ditujukan kepada:

  • Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Tasikmalaya

  • Kecamatan Kawalu

  • Kecamatan Cihideung

Mahasiswa meminta pemerintah memberikan penjelasan terbuka terkait kebijakan pengadaan sarung di tengah efisiensi anggaran, termasuk dasar perencanaan, total pengadaan, serta mekanisme distribusi program kepada masyarakat.


Mahasiswa Akan Terus Kawal APBD

PAMIT menegaskan bahwa setiap rupiah dalam APBD merupakan uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan.

Akuntabilitas anggaran tidak hanya berlaku di hadapan lembaga formal, tetapi juga kepada masyarakat sebagai pemilik kedaulatan anggaran.

Ujang Amin menyebut jika pemerintah tidak mampu menjelaskan kebijakan tersebut secara rasional kepada publik, maka wajar jika muncul penilaian bahwa kebijakan fiskal daerah tidak sensitif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Jika pemerintah tidak mampu menjelaskan kebijakan ini secara rasional kepada publik, maka wajar jika masyarakat mempertanyakan sensitivitas pemerintah terhadap kebutuhan rakyat,” ujarnya.

Mahasiswa memastikan akan terus mengawal polemik pengadaan sarung di tengah efisiensi anggaran sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi dan integritas pengelolaan APBD.

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Padepokan Maung Hideung Perluas Jejak di Kota Santri

    Padepokan Maung Hideung Perluas Jejak di Kota Santri

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Padepokan Maung Hideung resmi memperluas kiprahnya di Kota Tasikmalaya. Dewan Pengurus Daerah (DPD) Padepokan Silat Pusaka Maung Hideung Kota Tasikmalaya dilantik langsung oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP), Minggu (25/1/2026). Pelantikan yang digelar di Perum Mutiara Citra RW 12, Kecamatan Indihiang, ini menjadi penanda penting berkembangnya organisasi seni bela diri tradisional tersebut […]

  • Kurzawa Datang, Dado Pulang, Dion Siap Tempur: Persib Panaskan Mesin Hadapi Jadwal Padat

    Kurzawa Datang, Dado Pulang, Dion Siap Tempur: Persib Panaskan Mesin Hadapi Jadwal Padat

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA OLAHRAGA – Persib Bandung menunjukkan keseriusannya menghadapi jadwal padat di BRI Super League 2025/2026 serta Liga Champions Asia. Manajemen Maung Bandung bergerak cepat dan terukur dengan memaksimalkan jendela transfer pertengahan musim guna menambah kekuatan sekaligus memperdalam komposisi skuad. Langkah ini diambil sebagai respons atas tuntutan kompetisi yang semakin ketat, di mana rotasi pemain, […]

  • roni imroni - hoaks 6x lebih cepat dari fakta

    Roni Imroni: “Penyebaran Hoaks 6x Lebih Cepat dari Informasi Sebenarnya”

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 24
    • 0Komentar

    astakona.com, PERISTIWA. Kegiatan Bimbingan Teknis Pengelolaan Informasi bagi Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) yang digelar di Kecamatan Cisayong, Kamis (20/11/2025), kembali menyoroti bahaya derasnya arus informasi di ruang digital. Acara ini dibuka oleh Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik (IKP) Dishubkominfo Kabupaten Tasikmalaya, Roni Imroni, yang hadir dalam kapasitas resminya sebagai pembina penguatan literasi informasi di tingkat […]

  • DPRD dan Pengelola Sepakat, Polemik Padel Tasikmalaya Mereda

    DPRD dan Pengelola Sepakat, Polemik Padel Tasikmalaya Mereda

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Polemik perizinan lapangan padel di Kota Tasikmalaya menunjukkan dinamika yang bergerak cepat. Setelah sorotan DPRD mencuat dan memicu perhatian publik, pertemuan resmi akhirnya digelar untuk memastikan kejelasan data serta arah kebijakan yang akan ditempuh. Pertemuan tersebut menjadi ruang klarifikasi terbuka antara Komisi III DPRD dan para pengelola lapangan padel. Fokus utama […]

  • Gerindra Kota Tasikmalaya

    Anggota DPRD Gerindra Kota Tasikmalaya Bagikan Ratusan Takjil untuk Warga

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Suasana ngabuburit di depan Kantor DPC Gerindra Kota Tasikmalaya pada Senin (9/3/2026) terasa lebih hangat dari biasanya. Menjelang waktu berbuka puasa, sejumlah anggota DPRD dari Partai Gerindra terlihat turun langsung ke jalan menyapa masyarakat sambil membagikan takjil. Dalam kegiatan tersebut, sekitar 600 paket takjil dibagikan kepada pengguna jalan dan warga yang melintas di […]

  • Krisis Energi Mengintai: Selat Hormuz Ditutup Iran, Kapal Pertamina Berpacu Keluar Konflik

    Krisis Energi Mengintai: Selat Hormuz Ditutup Iran, Kapal Pertamina Berpacu Keluar Konflik

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA DUNIA – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah semakin memanas setelah Selat Hormuz ditutup Iran menyusul serangan udara besar-besaran yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026. Penutupan jalur laut strategis tersebut diumumkan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melalui siaran televisi pemerintah Iran. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan […]

expand_less