Ribuan Warga Hadiri Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Kota Tasikmalaya

Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Suasana religius terasa kuat di Masjid Agung Kota Tasikmalaya pada Sabtu malam (6/3/2026). Ribuan masyarakat memadati kawasan masjid untuk mengikuti Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah yang bertepatan dengan malam ke-17 bulan Ramadan.
Momentum tersebut menjadi salah satu agenda keagamaan yang dinantikan masyarakat setiap tahunnya. Kehadiran warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam memperingati peristiwa penting dalam sejarah Islam tersebut.
Selain masyarakat, kegiatan juga dihadiri oleh Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, bersama perwakilan sejumlah instansi pemerintah dan unsur TNI.

Peringatan Nuzulul Qur’an Dihadiri Berbagai Unsur Pemerintah
Acara Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Kota Tasikmalaya turut dihadiri sejumlah instansi Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Di antaranya perwakilan dari Kodim Tasikmalaya, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Kesehatan, serta Dinas Perhubungan.
Kehadiran berbagai unsur pemerintah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Tasikmalaya selama bulan suci Ramadan.
Selain itu, kolaborasi lintas instansi juga dilakukan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh jamaah yang hadir.
Rangkaian Kegiatan Keagamaan Berlangsung Khidmat
Kegiatan Peringatan Nuzulul Qur’an diawali dengan pelaksanaan shalat tarawih berjamaah yang diikuti oleh ribuan jamaah di dalam dan sekitar area masjid.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an secara massal yang melibatkan para jamaah dari berbagai kalangan.
Puncak kegiatan diisi dengan tabligh akbar yang menghadirkan penceramah untuk menyampaikan tausiah mengenai makna turunnya Al-Qur’an bagi kehidupan umat Islam.
Dalam ceramahnya, penceramah menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an tidak hanya sebagai bacaan, tetapi juga sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an harus mampu menjadi landasan dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik, baik dalam aspek sosial maupun moral.
Pemerintah Dorong Penguatan Nilai Religius Masyarakat
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang hadir dalam Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Kota Tasikmalaya.
Ia menilai kegiatan tersebut bukan hanya sekadar seremonial keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai religius dalam kehidupan masyarakat.
Menurutnya, peringatan ini juga memperlihatkan adanya sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga identitas religius Kota Tasikmalaya.
“Kehadiran berbagai pihak dan partisipasi masyarakat menunjukkan komitmen bersama untuk membangun Kota Tasikmalaya yang religius, sehat, terhubung, dan cerdas digital,” ujarnya.
Pemerintah daerah, kata dia, akan terus mendukung berbagai kegiatan keagamaan yang mampu memperkuat karakter masyarakat.
Dukungan Lintas Instansi untuk Kelancaran Acara
Sejumlah instansi pemerintah daerah turut berkontribusi dalam memastikan kegiatan berlangsung dengan baik.
Dinas Kesehatan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kondisi tubuh selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.
Sementara itu, Dinas Perhubungan menyiapkan dukungan transportasi serta pengaturan lalu lintas di sekitar Masjid Agung Kota Tasikmalaya untuk memudahkan mobilitas jamaah yang hadir.
Di sisi lain, Dinas Komunikasi dan Informatika membantu menyebarluaskan informasi mengenai kegiatan tersebut melalui berbagai kanal digital.
Beberapa rangkaian acara juga disiarkan secara langsung melalui media digital agar masyarakat yang tidak dapat hadir secara langsung tetap bisa mengikuti kegiatan tersebut.
Momentum Menguatkan Hubungan Umat dengan Al-Qur’an
Secara historis, Peringatan Nuzulul Qur’an merupakan momen penting bagi umat Islam untuk mengenang turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira.
Peristiwa tersebut menjadi awal dari turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bagi umat manusia.
Karena itu, peringatan Nuzulul Qur’an tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai pengingat bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.
Hal itu dapat dilakukan melalui membaca, memahami, serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.
Doa Bersama untuk Kota Tasikmalaya
Rangkaian Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Kota Tasikmalaya ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua Pengurus Masjid Agung Kota Tasikmalaya.
Dalam doa tersebut, para jamaah memohon keberkahan bagi Kota Tasikmalaya serta keselamatan bagi seluruh masyarakat selama menjalani ibadah di bulan suci Ramadan.
Suasana khidmat yang menyelimuti kegiatan tersebut mencerminkan kuatnya tradisi religius masyarakat Tasikmalaya.
Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa nilai-nilai Al-Qur’an tetap relevan sebagai pedoman dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan penuh keberkahan. (red)




